Honda menarik kembali 440.830 unit Odyssey di Amerika Serikat setelah National Highway Traffic Safety Administration menemukan bahwa kesalahan perangkat lunak bisa membuat airbag samping dan tirai mengembang tanpa peringatan. Penarikan ini mencakup Honda Odyssey model tahun 2018–2022 dan berfokus pada masalah pada sistem keselamatan penahan tambahan.
Masalahnya berasal dari logika kontrol pada perangkat lunak yang salah membaca sinyal sensor tertentu sebagai tanda tabrakan dari samping. Dalam kondisi seperti jalan bergelombang, benturan kecil, serpihan di jalan, atau hantaman pada bagian bawah kendaraan, sistem bisa memicu airbag tirai baris kedua dan ketiga secara keliru.
Dampak dan temuan awal
Honda disebut mengetahui sedikitnya 130 klaim garansi yang terkait dengan masalah ini dan 25 laporan cedera. Temuan itu membuat perhatian terhadap defect ini semakin serius, karena airbag yang aktif tanpa tabrakan yang sesuai justru dapat menimbulkan risiko baru bagi penumpang.
Riwayat masalah ini juga menunjukkan proses investigasi yang panjang. Honda pertama kali mendeteksi potensi persoalan pada November 2017 dan kemudian melakukan penyelidikan selama beberapa tahun. Pada Juli 2021, penyidik sudah menghubungkan salah picunya airbag dengan jalan rusak dan hantaman pada bagian bawah mobil, tetapi kasus itu ditutup pada Oktober 2021 tanpa dinyatakan sebagai isu keselamatan.
Masalah tersebut kemudian kembali mencuat setelah regulator turun tangan. Setelah menerima 18 keluhan konsumen, Office of Defects Investigations milik NHTSA memulai review awal pada Oktober 2025, yang mendorong Honda membuka kembali investigasinya. Pada April 2026, Honda akhirnya mengakui adanya cacat keselamatan dan mengumumkan penarikan resmi.
Langkah perbaikan untuk pemilik Odyssey
Pemilik kendaraan yang terdampak akan diarahkan ke pusat layanan resmi Honda. Di sana, teknisi akan memasang perangkat lunak terbaru pada unit kontrol sistem penahan atau mengganti unit tersebut dengan komponen baru yang sudah membawa program koreksi.
Langkah ini menjadi penting karena masalahnya tidak berkaitan dengan kerusakan fisik airbag semata, melainkan dengan cara sistem membaca data sensor. Artinya, pembaruan perangkat lunak menjadi inti perbaikan agar sistem tidak salah menafsirkan kondisi jalan sebagai insiden tabrakan.
Kasus ini juga menambah daftar panjang penarikan kendaraan Honda dalam periode belakangan. Dalam tiga kuartal pertama 2025, Honda tercatat termasuk di antara produsen mobil dengan jumlah recall terbanyak, mencakup hampir 892.000 kendaraan, termasuk lebih dari 250.000 Accord Hybrid yang memiliki cacat perangkat lunak dan berpotensi memicu kecelakaan.







