Toyota Bawa TEY Ke Toraja, Pelajar Diajak Ubah Kearifan Lokal Jadi Solusi Lingkungan

Toyota Indonesia memperluas program lingkungan Toyota Eco Youth (TEY) lewat kegiatan Jelajah Nusantara yang kali ini hadir di Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong pelajar setempat menciptakan proyek lingkungan yang lahir dari persoalan dan potensi daerah mereka sendiri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Toyota memperkenalkan program TEY yang telah berjalan selama dua dekade. Perusahaan menilai pendekatan langsung ke sekolah dapat membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi siswa untuk mengembangkan ide inovatif berbasis lingkungan.

Menyentuh pelajar di daerah dengan potensi lokal kuat

Di Toraja Utara, Toyota menggandeng SMKN 2 Rantepao bersama sejumlah sekolah lain. Kehadiran program ke wilayah ini diposisikan sebagai cara untuk menjangkau pelajar di daerah yang dinilai memiliki potensi besar namun belum tergarap optimal.

Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Nandi Julyanto, menegaskan bahwa interaksi langsung dengan siswa dan sekolah menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Ia menyebut, “Kehadiran TEY Jelajah Nusantara sebagai sebuah program inisiatif menjadi langkah strategis dalam menjangkau wilayah dengan potensi besar yang belum terakses secara optimal.”

Menurut Nandi, Toyota ingin memberi ruang bagi gagasan yang berangkat dari pemahaman terhadap kondisi lingkungan setempat. Pola ini diharapkan membuat ide yang muncul lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

Kearifan lokal Toraja jadi sumber inspirasi

Toraja dikenal memiliki kekayaan potensi lokal yang erat dengan isu keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks itu, kearifan lokal masyarakat setempat dipandang dapat menjadi sumber ide bagi lahirnya inovasi ramah lingkungan.

Toyota melihat potensi tersebut bukan hanya relevan untuk skala lokal, tetapi juga bisa berkembang menjadi kontribusi yang lebih luas. Karena itu, TEY Jelajah Nusantara diarahkan untuk mendorong pelajar mengolah pengalaman sehari-hari di lingkungan mereka menjadi proyek yang aplikatif.

Program ini juga menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak selalu membutuhkan solusi yang jauh dari konteks daerah. Dari sekolah dan komunitas lokal, siswa dapat merancang gagasan yang sesuai dengan kondisi nyata di sekitarnya.

Program CSR yang menumbuhkan ide proyek lingkungan

Toyota Eco Youth merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR Toyota di bidang pelestarian lingkungan. Kompetisi ini ditujukan bagi pelajar SMA dan sederajat di seluruh Indonesia untuk mengembangkan proyek inovatif berbasis lingkungan.

Sejak pertama kali digelar pada 2005, TEY telah melibatkan lebih dari 2.083 sekolah dari 34 provinsi. Dari ajang tersebut, lahir total 9.972 ide proyek lingkungan yang menunjukkan besarnya minat dan kapasitas generasi muda dalam merespons isu keberlanjutan.

Data itu juga memperlihatkan bahwa pelajar Indonesia memiliki peluang besar untuk menghasilkan solusi yang sesuai kebutuhan daerahnya. Toyota menempatkan capaian tersebut sebagai bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat mendorong lahirnya inovasi yang konkret.

Fokus pada pembangunan berkelanjutan

Melalui TEY Jelajah Nusantara, Toyota Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Perusahaan menyebut tanggung jawab sosial sebagai bagian integral dari bisnis, dengan fokus pada tiga pilar utama, yakni lingkungan, pendidikan, dan pengembangan masyarakat.

Nandi menambahkan bahwa kearifan lokal di tiap daerah menyimpan peluang besar untuk menjawab tantangan lingkungan. Ia mengatakan, “Melalui Toyota Eco Youth Jelajah Nusantara, kami mendorong generasi muda untuk mengolah potensi tersebut menjadi inovasi nyata yang berdampak bagi lingkungan.”

Pendekatan ini menempatkan pelajar bukan hanya sebagai peserta kompetisi, tetapi juga sebagai pihak yang bisa ikut mencari solusi untuk masalah di daerahnya. Dengan keterlibatan sekolah di Toraja Utara, Toyota berharap semakin banyak ide baru yang muncul dari generasi muda dan berkembang menjadi proyek lingkungan yang berdampak nyata, relevan, serta berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia.

Source: www.liputan6.com
Exit mobile version