Pasar mobil plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV di Indonesia tiba-tiba mencatat perlambatan pada bulan lalu. Total penjualan yang biasanya berada di atas 500 unit per bulan, turun menjadi hanya 345 unit.
Penurunan itu terlihat cukup tajam karena pada bulan sebelumnya pasar masih mencatat 663 unit setelah 502 unit di awal kuartal pertama. Selisih tersebut membuat performa PHEV anjlok 47,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya, meski segmen ini tetap dihuni sejumlah model baru yang bersaing ketat.
Pasar PHEV Masih Digerakkan Merek Tertentu
Chery tetap menjadi pemimpin pasar PHEV dengan 160 unit terjual. Namun angka itu jauh di bawah capaian bulan sebelumnya yang sempat menyentuh 457 unit, sehingga kontribusinya ikut turun signifikan.
Dua model Chery yang tercatat menyumbang penjualan adalah Tiggo 8 CSH sebanyak 105 unit dan Tiggo 9 CSH sebanyak 55 unit. Meski masih dominan, performanya menunjukkan bahwa pasar PHEV sangat sensitif terhadap kondisi bulanan.
Di belakang Chery, Geely mencatat 62 unit lewat Starray EM-i. Kehadiran model ini menarik perhatian karena sebelumnya namanya sempat lebih jarang terdengar setelah peluncuran.
Jaecoo, Wuling, dan Merek Premium Ikut Mengisi Pasar
Jaecoo juga mencatat hasil yang relatif stabil dengan dua model andalan. J7 SHS terjual 53 unit, sedangkan J8 SHS mencatat 21 unit.
Wuling ikut masuk daftar dengan Darion PHEV yang membukukan 38 unit. Di kelas premium, Mazda CX-80 mencatat 9 unit, sementara BMW XM dan Lexus RX 450+ Luxury masing-masing hanya terjual 1 unit.
Komposisi ini memperlihatkan bahwa pasar PHEV masih terkonsentrasi pada beberapa pemain utama. Di saat yang sama, merek lain belum mampu mengejar volume besar untuk mengangkat total penjualan secara lebih agresif.
Libur Lebaran Jadi Faktor Utama
Penjelasan paling logis atas penurunan itu mengarah pada libur Lebaran. Kondisi tersebut juga memengaruhi pasar kendaraan roda empat secara keseluruhan, bukan hanya mobil PHEV.
Saat aktivitas distribusi, showroom, dan transaksi konsumen melambat, angka penjualan bulanan memang cenderung turun. Situasi seperti ini sulit dihindari oleh produsen, walau peluang kenaikan tetap terbuka bila pasar kembali normal.
Penjualan PHEV bulan lalu juga menunjukkan bahwa segmen ini belum sepenuhnya lepas dari ketergantungan pada momentum pasar. Saat kondisi efektif penjualan berkurang, volume langsung terkoreksi cukup dalam.
Persaingan Masih Terbuka
Meski Chery dan Jaecoo masih terlihat dominan dalam beberapa bulan terakhir, persaingan di segmen PHEV belum tertutup. Geely, Wuling, Mazda, BMW, hingga Lexus tetap hadir dan menjaga dinamika pasar.
Data bulan lalu memberi gambaran bahwa pasar PHEV di Indonesia masih bertumpu pada beberapa model andalan. Jika kondisi pasar kembali kondusif, angka penjualan berpeluang pulih, selama produsen mampu menjaga pasokan, strategi pemasaran, dan daya tarik produknya di tengah kompetisi yang makin ramai.
