BYD Salip Honda Di Maret 2026, 10 Merek Mobil Terlaris Indonesia Berubah Arah

Author: Qoo Media

Penjualan mobil baru secara retail di Indonesia kembali melemah pada Maret 2026. Berdasarkan data yang diolah dari Gaikindo, distribusi dari diler ke konsumen tercatat 66.637 unit, turun 14,8 persen dibanding Februari yang mencapai 78.239 unit.

Perubahan peta penjualan juga terlihat pada persaingan merek. Toyota masih memimpin pasar, tetapi sorotan utama ada pada BYD yang berhasil melampaui Honda dan masuk ke lima besar merek mobil terlaris pada periode tersebut.

Toyota dan Daihatsu Masih Bertahan di Puncak

Toyota tetap menjadi merek dengan penjualan retail tertinggi pada Maret 2026. Pabrikan asal Jepang itu mencatat 19.538 unit, meski angka tersebut menjadi penurunan pertama Toyota di 2026.

Daihatsu menyusul di posisi kedua dengan 11.115 unit. Mitsubishi berada di urutan ketiga setelah membukukan 5.311 unit, sementara Suzuki menempati posisi keempat dengan 4.490 unit.

BYD Geser Honda di Tengah Penurunan Pasar

BYD mencatat penjualan retail 4.153 unit pada Maret 2026. Angka itu menempatkan merek asal Tiongkok tersebut di posisi kelima dan membuat Honda turun ke peringkat keenam dengan 4.080 unit.

Selisih keduanya memang tipis, tetapi hasil ini penting karena menunjukkan BYD mulai menekan merek mapan di pasar Indonesia. Di saat yang sama, tren tersebut juga menegaskan bahwa merek asal Tiongkok semakin kompetitif di tengah pasar yang sedang melemah.

Empat Merek Tiongkok Masuk 10 Besar

Dominasi merek Jepang masih terlihat, namun daftar 10 besar Maret 2026 juga memuat empat merek asal Tiongkok. Selain BYD, ada Jaecoo di posisi ketujuh dengan 2.686 unit, Wuling di posisi kesembilan dengan 1.093 unit, dan Chery di posisi ke-10 dengan 1.075 unit.

Jaecoo disebut masih ditopang oleh kontribusi Jaecoo J5 EV sebagai salah satu model andalan penjualan di Indonesia. Kehadiran beberapa merek Tiongkok di papan tengah dan bawah daftar ini memperlihatkan bahwa persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh merek Jepang lama.

Perbandingan dengan Februari Menunjukkan Pergeseran

Jika dibandingkan dengan Februari 2026, sejumlah merek mengalami perubahan posisi dan volume yang cukup tajam. Suzuki misalnya, turun dari 9.035 unit pada Februari menjadi 4.490 unit pada Maret, sedangkan Mitsubishi naik ke posisi ketiga meski sebelumnya berada di urutan keempat.

BYD juga menunjukkan kenaikan dari 3.596 unit pada Februari menjadi 4.153 unit pada Maret. Honda justru turun dari 4.688 unit ke 4.080 unit, sehingga BYD berhasil mengambil alih posisi di bawah kelompok merek utama.

Merek Lain Masih Bergerak di Luar 10 Besar

Di luar daftar 10 teratas, beberapa merek Tiongkok lain juga mencatat pergerakan positif. Xpeng naik tipis dari 176 unit pada Februari menjadi 181 unit pada Maret, sedangkan Jetour meningkat dari 222 unit menjadi 225 unit.

Meski kenaikannya belum besar, data ini menunjukkan pasar mobil listrik dan merek pendatang baru masih bergerak aktif. Tantangan tetap ada karena merek yang mengandalkan mobil listrik disebut mengalami tekanan sepanjang tahun ini.

Prospek Pasar Setelah Maret

Ada harapan kondisi penjualan dapat membaik pada periode berikutnya jika kebijakan pemerintah berjalan sesuai rencana. Pemerintah dikabarkan tengah mematangkan subsidi atau insentif pajak mobil listrik, yang berpotensi membantu merek-merek Tiongkok memperkuat penjualan.

Untuk sementara, data Maret 2026 menegaskan dua hal utama: pasar retail nasional masih menurun, dan persaingan merek kini makin ketat. BYD menjadi sorotan karena berhasil melampaui Honda, sementara Toyota tetap berada di puncak meski menghadapi koreksi penjualan.

Terbaru