Jakarta Jalankan Duel Aspal-Tanah FIA Rallycross World Cup 2026, Pintu Terbuka Bagi Pereli Nasional

Jakarta akan untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah FIA Rallycross World Cup 2026. Ajang balap internasional ini dijadwalkan berlangsung di Sirkuit E-Prix Ancol, Jakarta Utara, pada 5-6 Desember, dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gelaran ini menarik perhatian karena menghadirkan format balap mixed-surface, yaitu perpaduan lintasan aspal dan tanah dalam satu arena. Penyelenggara berharap kehadiran ajang ini bisa memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu pusat sport tourism di Indonesia.

Dukungan Jakarta untuk ajang balap internasional

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan dukungan penuh saat peresmian kegiatan itu di Balai Kota Jakarta. Pemerintah daerah menilai event olahraga berskala internasional dapat memberi dampak lebih luas bagi kota, bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga dari kunjungan peserta dan penonton.

Pramono mencontohkan Jakarta Marathon yang digelar pada Juni dan ditargetkan dapat menarik tidak kurang dari 40 ribu partisipan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia juga menilai Jakarta punya modal besar untuk mengembangkan sport tourism karena disebut sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.

Format rallycross yang berbeda dari balap lain

Rallycross dikenal sebagai balap yang menggabungkan unsur reli dan turing dalam satu sirkuit. Menurut pihak penyelenggara, salah satu ciri khasnya adalah sesi balap dalam satu hari dilakukan di lokasi yang sama, sehingga memberi pengalaman balap yang padat dan dinamis.

Untuk edisi Jakarta, lintasan akan memakai komposisi 60 persen aspal dan 40 persen tanah. Kombinasi ini menjadi daya tarik utama rallycross karena menuntut kemampuan adaptasi tinggi dari pembalap dan mobil dalam satu kompetisi.

Kategori mobil yang akan tampil

FIA Rallycross World Cup 2026 di Jakarta akan menampilkan kategori Euro RX1 dan RX3. Kedua kelas tersebut menggunakan mobil dengan mesin pembakaran internal berkekuatan tinggi, yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi penggemar motorsport.

Pihak penyelenggara, Sarga.Co, menyebut ajang ini hadir karena basis penggemar otomotif di Jakarta dan Indonesia dinilai sangat besar. Kehadiran event kelas dunia diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap olahraga balap internasional yang selama ini lebih sering tersaji di Eropa.

Peluang pembalap Indonesia ikut bersaing

Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto, menegaskan bahwa peluang pembalap nasional untuk tampil di ajang tersebut terbuka. Menurut dia, pereli yang memiliki kualifikasi sesuai dapat ikut ambil bagian dalam kompetisi akhir tahun itu.

Dukungan terhadap keterlibatan pembalap lokal menjadi salah satu poin penting karena ajang seperti ini dapat memberi pengalaman langsung di level internasional. Kehadiran event juga dinilai bisa mendorong lahirnya talenta baru dari Jakarta dan daerah lain untuk menembus arena balap dunia.

Langkah awal untuk ajang balap dunia lain

Ario, perwakilan Sarga.Co, mengatakan bahwa penyelenggaraan Rallycross bukan satu-satunya target yang sedang dikaji. Secara bertahap, peluang menghadirkan ajang balap kelas dunia lain seperti WRC juga tengah dijajaki.

Selain itu, riset soal kemungkinan menggelar MotoGP di wilayah Jakarta juga disebut sedang berlangsung. Rencana tersebut menunjukkan bahwa Jakarta mulai diposisikan sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjadi tuan rumah berbagai kompetisi otomotif berkelas internasional.

Dengan dukungan pemerintah daerah, kesiapan infrastruktur, dan besarnya pasar otomotif di Indonesia, FIA Rallycross World Cup 2026 menjadi penanda penting bagi Jakarta. Ajang ini sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pembalap nasional untuk tampil di panggung internasional lewat lintasan yang memadukan kecepatan, teknik, dan tantangan permukaan berbeda dalam satu arena.

Source: otodriver.com
Exit mobile version