7 Kebiasaan Ini Diam-Diam Bikin Mobil Boros BBM, Anda Termasuk yang Mana?

Konsumsi BBM mobil tidak hanya ditentukan oleh kapasitas mesin atau teknologi kendaraan. Dalam penggunaan harian, kebiasaan mengemudi dan cara merawat mobil justru sering menjadi faktor utama yang membuat bensin lebih cepat habis.

Banyak pengemudi tidak sadar bahwa perilaku kecil di balik kemudi bisa berdampak besar pada efisiensi bahan bakar. Mulai dari cara menekan pedal gas, menjaga kecepatan, hingga memastikan kondisi ban, semuanya ikut memengaruhi seberapa boros mobil bekerja.

Kecepatan dan pola mengemudi ikut menentukan konsumsi BBM

Mobil yang dipacu terlalu kencang cenderung membutuhkan tenaga lebih besar untuk melawan hambatan udara. Saat kecepatan naik, mesin harus bekerja lebih keras agar laju kendaraan tetap stabil, dan kondisi ini membuat konsumsi BBM ikut meningkat.

Sebaliknya, mengemudi terlalu pelan juga tidak selalu hemat. Pada mobil bertransmisi otomatis, kecepatan rendah bisa membuat transmisi turun ke gigi yang lebih rendah, sehingga mesin membakar bahan bakar lebih banyak dari kebutuhan ideal.

Kebiasaan menarik gas secara mendadak juga sering dianggap sepele. Saat pedal diinjak terlalu cepat, mesin bisa menyuplai bahan bakar dalam jumlah lebih besar dari yang diperlukan, sehingga pembakaran menjadi kurang efisien.

Rem mendadak dan kecepatan tak stabil bikin BBM terbuang

Pola akselerasi dan pengereman yang tidak stabil membuat energi mesin terbuang percuma. Saat pengemudi sering mempercepat mobil lalu mengerem keras, bahan bakar yang sudah dipakai untuk menambah kecepatan menjadi tidak memberi manfaat maksimal.

Kondisi ini memaksa mesin kembali bekerja lebih keras berulang kali. Dalam penggunaan jangka panjang, pola seperti ini bisa membuat konsumsi BBM meningkat signifikan karena aliran tenaga tidak berjalan mulus.

Fitur seperti cruise control pada sejumlah mobil terbaru hadir untuk membantu menjaga putaran mesin tetap stabil. Sistem ini membantu kendaraan melaju lebih konstan, sehingga pemakaian BBM bisa lebih efisien saat kondisi jalan memungkinkan.

Komponen kendaraan yang sering diabaikan juga berpengaruh

Selain perilaku mengemudi, pemilihan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan juga dapat memicu pemborosan. Referensi dari Shell Indonesia menegaskan, bahan bakar dengan RON lebih rendah dari kebutuhan mesin tidak dianjurkan karena berpotensi membuat pembakaran tidak sempurna.

Kondisi ban juga tidak kalah penting. Tekanan angin yang kurang dari rekomendasi pabrikan meningkatkan hambatan gulir, sehingga mesin harus bekerja lebih berat untuk menggerakkan mobil.

Beban kendaraan yang terlalu berat juga menambah konsumsi BBM. Mobil yang membawa barang berlebihan, penumpang melebihi kapasitas, atau muatan di roof rack akan membutuhkan tenaga ekstra untuk bergerak.

7 kebiasaan yang paling sering membuat mobil boros BBM

  1. Doyan ngebut
  2. Mengemudi terlalu pelan
  3. Menarik gas terlalu cepat
  4. Sering mengerem mendadak
  5. Menggunakan BBM yang tidak sesuai spesifikasi
  6. Ban kurang angin
  7. Membawa beban terlalu berat

Kebiasaan-kebiasaan itu kerap dilakukan tanpa disadari karena terasa sederhana dan rutin. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bukan hanya membuat BBM lebih boros, tetapi juga membuat kerja mesin dan komponen mobil menjadi lebih berat dari yang semestinya.

Mobil yang hemat BBM biasanya bukan hanya bergantung pada mesin yang efisien, tetapi juga pada cara pengemudi mengendalikan kendaraan sehari-hari. Saat kecepatan dijaga, akselerasi lebih halus, tekanan ban sesuai, dan beban tidak berlebihan, konsumsi bahan bakar cenderung lebih terkendali.

Source: www.cnnindonesia.com

Terkait