Pasar mobil Low Cost Green Car atau LCGC kembali melemah pada Maret 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menunjukkan distribusi dari pabrik ke diler hanya mencapai 6.725 unit.
Angka itu turun sekitar 41 persen dibandingkan Februari 2026, saat wholesales LCGC masih berada di 11.412 unit. Kondisi ini sekaligus menandai bahwa segmen mobil terjangkau masih menghadapi tekanan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Calya memimpin daftar terlaris
Toyota Calya menjadi mobil LCGC paling banyak dikirim ke diler pada Maret 2026. Model ini mencatat wholesales 2.067 unit dan unggul atas para pesaing terdekatnya.
Di bawah Calya, Daihatsu Sigra menempati posisi kedua dengan 1.769 unit. Sementara itu, Honda Brio Satya berada di urutan ketiga dengan 1.400 unit.
Agya dan Ayla melengkapi lima besar
Toyota Agya mengisi posisi keempat dalam daftar mobil LCGC terlaris bulan lalu. Model ini mencatat distribusi 1.149 unit, masih cukup jauh dari Brio Satya di atasnya.
Daihatsu Ayla menutup lima besar dengan 340 unit. Selisihnya dengan empat model di atas menunjukkan pasar LCGC tidak bergerak merata, melainkan terkonsentrasi pada beberapa nama utama.
Daftar 5 mobil LCGC terlaris Maret 2026
- Toyota Calya — 2.067 unit
- Daihatsu Sigra — 1.769 unit
- Honda Brio Satya — 1.400 unit
- Toyota Agya — 1.149 unit
- Daihatsu Ayla — 340 unit
Tekanan pasar masih terasa kuat
Jika dilihat secara kumulatif, wholesales mobil LCGC pada Januari sampai Maret 2026 mencapai 28.831 unit. Angka itu turun 25,4 persen dibandingkan kuartal pertama 2025 yang masih mencatat 38.668 unit.
Penurunan ini memperlihatkan bahwa pelemahan pasar bukan hanya terjadi dalam satu bulan. Transaksi LCGC sepanjang awal periode juga ikut tertekan, sehingga pemulihan belum terlihat stabil.
Faktor ekonomi ikut memengaruhi minat beli
KatadataOTO menyebut melemahnya pasar LCGC diprediksi terkait kondisi ekonomi global dan domestik yang belum membaik. Selain itu, ada kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan harga BBM akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Dalam situasi seperti itu, konsumen cenderung menahan belanja untuk barang bernilai besar. Sebagian masyarakat memilih menyimpan dana ketimbang mengalokasikannya untuk membeli mobil LCGC.
Minat konsumen mulai bergeser
Selain faktor kehati-hatian belanja, ada indikasi minat konsumen juga mulai berubah. Kenaikan harga BBM membuat sebagian pembeli mempertimbangkan mobil listrik sebagai alternatif.
Perubahan preferensi ini ikut memberi tekanan pada segmen LCGC yang selama ini mengandalkan harga terjangkau dan efisiensi penggunaan. Pada Maret 2026, dominasi Calya memang masih terlihat jelas, tetapi pasar secara keseluruhan tetap menunjukkan pelemahan yang cukup tajam.







