Hyundai menarik kembali atau recall secara global SUV Palisade dan Palisade Hybrid model 2026 setelah muncul insiden fatal yang melibatkan kursi baris ketiga elektrik. Masalah ini berkaitan dengan potensi kursi bergerak atau melipat tanpa sengaja, sehingga menimbulkan risiko penumpang terjepit di dalam kabin.
Temuan Consumer Reports mengacu pada tiga laporan di database National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) soal masalah serupa pada kursi otomatis. Dari laporan itu, dua kasus disebut sudah menimbulkan cedera, sementara satu kasus lain menggambarkan situasi yang juga membahayakan penumpang.
Masalah yang memicu recall
Hyundai menjelaskan persoalan ini bisa diselesaikan lewat pembaruan perangkat lunak. Langkah itu dibuat untuk mengubah cara sistem kursi mengenali penumpang dan objek, sekaligus membatasi beberapa fungsi yang sebelumnya bisa diakses dengan lebih bebas.
Dalam penjelasan yang sama, Hyundai menyebut pembaruan akan mewajibkan pintu bagasi terbuka saat fitur pelipatan kursi digunakan. Sistem juga akan menonaktifkan kontrol pelipatan kursi melalui layar infotainment dan meminta pengguna menekan serta menahan tombol saat melipat kursi dari area kursi maupun bagasi.
Pabrikan asal Korea Selatan itu juga meminta penumpang menekan dan menahan fungsi walk-in di baris kedua saat ingin mengakses baris ketiga. Mekanisme satu sentuhan dan operasi tekan-dan-tahan juga diterapkan saat sandaran kursi dikembalikan ke posisi semula.
Insiden yang tercatat
Laporan yang dikutip menyebut setidaknya ada tiga insiden sejak November 2025 ketika kursi elektrik bergerak tanpa diduga. Dua insiden di antaranya membuat penumpang terluka, termasuk satu laporan yang menjelaskan seorang penumpang terjepit saat mencoba duduk dan mengenakan sabuk pengaman.
Dalam laporan itu disebut kursi mulai bergerak dan melipat ke depan, lalu menjepit penumpang antara kursi yang diduduki dan bagian belakang kursi depan. Laporan lain menyebut seorang penumpang terluka setelah terjepit antara kursi baris kedua yang terlipat dan rangka pintu saat keluar dari kendaraan.
Perwakilan dealer bahkan menyampaikan tidak ada sensor yang menghentikan kursi ketika proses lipat otomatis atau pergeseran terjadi meski ada objek di atas jok. Situasi ini membuat fungsi kursi elektrik yang seharusnya memudahkan justru menimbulkan perhatian serius dari otoritas dan konsumen.
Langkah Hyundai dan dampaknya ke konsumen
Hyundai sempat menghentikan penjualan atau stop sale untuk mencegah dealer memasarkan kendaraan yang belum menerima pembaruan. Setelah pembaruan perangkat lunak tersedia, unit yang sudah diperbarui kembali dijual, sementara pemilik Palisade juga dapat memasang pembaruan gratis secara over-the-air atau OTA.
Namun, pembaruan OTA itu hanya bisa dipasang tanpa ke dealer jika pemilik berlangganan Bluelink. Tanpa langganan tersebut, pemilik harus datang ke dealer untuk mendapatkan pembaruan yang sama.
Hyundai juga mengingatkan pemilik agar memastikan tidak ada orang atau benda di area kursi saat kursi elektrik dioperasikan. Pabrikan menekankan agar pengguna berhati-hati terhadap tombol yang mengaktifkan fitur tilt-and-slide satu sentuhan untuk akses ke baris ketiga.
Bagaimana di Indonesia?
Di Indonesia, Hyundai Motor Indonesia menegaskan kasus serupa tidak terjadi pada unit yang dipasarkan di Tanah Air. Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto juga memastikan Palisade anyar yang dijual di Indonesia tidak terlibat masalah, sehingga recall belum diambil sejauh ini.
“Aman (unit Palisade),” kata Soerjopranoto melalui pesan singkat. Pernyataan itu menandakan pasar Indonesia belum mengikuti langkah recall global yang diumumkan untuk model tertentu di luar negeri.
Kia ikut terdampak recall serupa
Selain Hyundai, Kia juga mengumumkan recall serupa untuk beberapa unit Telluride Hybrid tahun 2027. Varian yang terdampak adalah SX Prestige dan X-Line SX Prestige dengan paket Executive, meski jumlahnya lebih kecil karena model tersebut masih baru.
Total unit yang kena recall pada model Kia itu hanya 568 SUV. Kasus ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap sistem kursi elektrik tidak hanya menyasar satu model, tetapi juga menyentuh kendaraan lain yang memiliki konfigurasi dan teknologi serupa.
Bagi konsumen, kasus ini kembali menegaskan bahwa fitur kenyamanan pada mobil modern tetap membutuhkan batasan keamanan yang ketat. Pada model yang terdampak, Hyundai kini mengarahkan pemilik ke pembaruan perangkat lunak sebagai solusi utama sambil tetap meminta kehati-hatian saat mengoperasikan kursi elektrik.
Source: www.cnnindonesia.com






