PT Mahardhika Jaya Santoso resmi memperkenalkan unit bus terbaru yang memadukan sasis tronton Scania K410CB dengan bodi Avante H9 Grand Captain dari Karoseri Tentrem, Malang. Kombinasi ini disiapkan untuk memperkuat armada layanan Antar Kota Antar Provinsi kelas non-ekonomi yang mengandalkan kenyamanan, kapasitas, dan performa tinggi.
Bus ini tampil dengan karakter besar dan modern, sekaligus tetap mempertahankan identitas kuat PO Mahardhika. Livery putih dengan aksen merah hati masih digunakan, lengkap dengan corak khas yang selama ini menjadi penanda rute Wonogiri–Jakarta.
Bodi tinggi dengan ruang kabin lebih lega
Avante H9 Grand Captain dibangun dengan tinggi sekitar 3,9 meter. Proporsi ini membuat siluet bus terlihat masif, tetapi tetap fungsional karena memberi ruang kabin yang lebih lapang untuk penumpang.
Rancangannya juga diarahkan agar kapasitas kursi bisa dimaksimalkan tanpa mengorbankan kenyamanan. Ini menjadi salah satu poin penting bagi layanan AKAP non-ekonomi yang menempatkan kenyamanan perjalanan di atas kepadatan penumpang.
Panel kaca double glass dipasang mengelilingi kabin untuk memberi pandangan luas ke arah luar. Penggunaan kaca ini membantu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih terbuka tanpa mengganggu efisiensi tata ruang interior.
Sasis tronton Swedia untuk dukungan performa
Di balik bodi besar tersebut, Scania K410CB hadir sebagai sasis tiga poros 6×2 buatan Swedia. Konfigurasi ini dirancang untuk mendukung bobot bus besar sekaligus menjaga stabilitas saat melintas di berbagai kondisi jalan.
Sasis ini dibekali mesin diesel DC13 enam silinder segaris berkapasitas 13.000 cc dengan standar emisi Euro 5. Mesin itu mampu menghasilkan tenaga 410 dk pada 1.900 rpm dan torsi puncak 2.150 Nm pada rentang 1.000 hingga 1.300 rpm.
Karakter tenaga seperti ini penting untuk bus antarkota yang kerap menempuh perjalanan jauh. Torsi besar pada putaran rendah membantu bus tetap bertenaga saat membawa penumpang penuh, termasuk ketika melewati jalur menanjak.
Transmisi halus dan suspensi untuk kenyamanan
Perpindahan gigi pada bus ini dikelola oleh transmisi Opticruise. Sistem tersebut bekerja sangat halus, sehingga membantu pengemudi menjaga ritme perjalanan tanpa perpindahan gigi yang terasa kasar.
Suspensi udara dipasang di seluruh titik roda untuk menjaga kestabilan kendaraan. Kombinasi ini memberi keuntungan saat bus melaju di kecepatan tinggi, karena guncangan dapat diredam lebih baik dan bodi tetap terasa stabil.
Kenyamanan penumpang menjadi lebih terjaga ketika suspensi bekerja optimal. Pada bus berukuran besar seperti ini, karakter suspensi juga berpengaruh pada rasa aman selama perjalanan jarak jauh.
Fitur keselamatan yang lengkap
Scania K410CB pada bus ini juga mengusung sistem pengereman EBS, ABS, dan ESP. Ketiganya membantu meningkatkan kontrol saat pengereman dan menjaga kendaraan tetap stabil dalam kondisi tertentu.
Selain itu, tersedia fitur overturn protection dan hill-hold. Fitur hill-hold berguna mencegah kendaraan bergeser saat berhenti di tanjakan, sementara overturn protection dirancang untuk membantu menjaga keselamatan dalam situasi yang berisiko.
Rangkaian fitur tersebut menunjukkan bahwa bus ini tidak hanya berfokus pada tampilan dan kapasitas, tetapi juga pada aspek keamanan operasional. Bagi layanan AKAP, faktor ini menjadi penting karena bus harus menghadapi rute panjang dengan karakter jalan yang beragam.
Armada yang menonjol di kelas non-ekonomi
Kombinasi Scania K410CB dan Avante H9 Grand Captain menempatkan bus ini sebagai salah satu armada yang menarik perhatian di segmen non-ekonomi. Keunggulannya terletak pada bodi tinggi, ruang kabin lega, mesin bertenaga, dan perangkat keselamatan yang lengkap.
Hadiran unit ini juga mempertegas arah pengembangan layanan bus antarkota yang tidak hanya mengejar daya angkut, tetapi juga kualitas perjalanan. Dengan identitas visual khas PO Mahardhika dan dukungan teknis dari Scania serta Karoseri Tentrem, bus ini hadir sebagai representasi armada premium yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh yang lebih nyaman dan stabil.







