BYD kembali menyiapkan pembaruan untuk Atto 3 setelah model ini lebih dulu mendapat facelift di pasar domestiknya. Kini, SUV listrik tersebut mulai didaftarkan di China dengan tampilan yang berbeda dari versi sebelumnya dan spekulasi peluncuran yang makin menguat.
Pendaftaran model baru ini menarik perhatian karena BYD tampak tidak sekadar memberi penyegaran kecil. Perubahan yang dibawa justru mengarah pada karakter desain baru, sekaligus perbedaan pada aspek teknis yang membuat Atto 3 tetap relevan di tengah persaingan SUV listrik di China.
Desain baru tidak sama dengan facelift sebelumnya
Wujud Atto 3 terbaru disebut tidak identik dengan model facelift yang sudah lebih dulu muncul. Bagian fascia kini terlihat lebih dekat ke Atto 2 atau Yuan Up, meski tetap punya identitas sendiri yang membedakannya dari lini lain BYD.
Perubahan paling mudah terlihat ada pada grille bawah yang tidak memakai aksen krom. Pada sisi samping, garis bodi yang lebih tegas dan desain pelek yang berbeda ikut memperkuat kesan sporty pada SUV listrik ini.
Karakter baru tersebut menunjukkan BYD ingin menjaga Atto 3 tetap segar tanpa kehilangan posisi sebagai salah satu model penting di kelasnya. Strategi seperti ini juga masuk akal karena Atto 3 disebut cukup laris di China, sehingga pembaruan rutin bisa menjadi langkah untuk mempertahankan daya saing.
Bawa platform dan baterai generasi baru
Selain ubahan visual, model ini juga dikabarkan memakai platform penggerak roda belakang terbaru. BYD turut membekalinya dengan Blade Battery generasi kedua yang diklaim bisa diisi dalam waktu singkat.
Fitur pengisian ini menjadi salah satu poin penting karena memudahkan pengguna yang ingin mengisi daya sebelum mobil dipakai kembali. Menariknya, pengisian baterai disebut tetap berjalan meski dalam suhu dingin, walau kecepatannya masih belum setara dengan kondisi normal.
Untuk performa, model anyar ini diperkirakan akan hadir dengan motor listrik berdaya 200 kW dan 240 kW. Informasi tersebut memberi gambaran bahwa BYD tidak hanya menyentuh tampilan, tetapi juga menyiapkan paket teknis yang lebih kuat untuk pasar yang terus berkembang.
Kapan akan dirilis?
Soal jadwal peluncuran, belum ada kepastian resmi dari BYD. Namun, dari pendaftaran yang sudah dilakukan di China, model ini dinilai berpeluang meluncur sekitar tahun depan jika tidak ada rencana lain yang didahulukan oleh pabrikan.
Di sisi lain, ada kemungkinan peluncuran dilakukan lebih cepat bila BYD ingin memperluas lini produknya dalam waktu dekat. Dengan model baru yang sudah masuk tahap pendaftaran, peluang kemunculan resmi di pasar memang tampak semakin terbuka.
Bagaimana dengan Indonesia?
Untuk pasar Indonesia, Atto 3 terakhir mendapat penyegaran pada bulan Februari lalu. Model facelift-nya juga diketahui sudah didaftarkan di Tanah Air, meski hingga kini belum ada penjelasan lanjutan dari pihak terkait.
Kondisi ini menunjukkan Atto 3 masih menjadi bagian penting dari strategi BYD di beberapa pasar. Jika pembaruan dari China ikut dibawa ke negara lain, maka Atto 3 berpotensi mendapat napas baru di segmen SUV listrik yang persaingannya kian ketat.







