Harga Plastik Melonjak 70 Persen, Pabrikan Mobil Tetap Menahan Harga di Indonesia

Harga mobil di Indonesia belum sepenuhnya terdorong naik meski biaya produksi sedang tertekan oleh lonjakan harga plastik dan pelemahan rupiah. Sejumlah pabrikan otomotif memilih menahan harga jual agar konsumen tidak langsung menanggung beban tambahan dari kenaikan komponen bahan baku dan biaya operasional.

Tekanan biaya itu datang dari dua arah sekaligus. Harga plastik, yang menjadi salah satu material penting dalam pembuatan mobil, dilaporkan melonjak 30 hingga 70 persen, bahkan untuk beberapa jenis mencapai 100 persen, sementara rupiah bergerak di atas Rp17.000 per dolar Amerika Serikat.

Pabrikan memilih menyerap sebagian beban

PT Hyundai Motors Indonesia menjadi salah satu pemain yang paling tegas menyatakan belum akan menaikkan harga. Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan Hyundai masih mampu menjaga harga jual meski biaya input meningkat.

“Sejauh ini, walaupun harga plastik naik dan exchange rate kita perhatikan di atas Rp17.000, ada beberapa faktor yang juga naik, tapi Hyundai bisa mempertahankan sampai saat ini,” kata Fransiscus di Jakarta, Senin (20/4/2026). Ia menambahkan bahwa penyesuaian dilakukan lewat efisiensi di proses manufaktur dan distribusi.

Hyundai juga menegaskan tidak ingin membebankan kenaikan biaya itu kepada diler. Langkah tersebut menunjukkan strategi perusahaan untuk menjaga stabilitas pasar, terutama ketika daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Daihatsu menilai dampaknya tidak langsung ke harga on the road

PT Astra Daihatsu Motor mengakui kenaikan harga plastik tetap memengaruhi biaya produksi. Namun, Deputy Marketing Director ADM, Rokky Irvayandi, menegaskan dampaknya tidak serta-merta membuat harga jual mobil naik di diler.

“Kalau harga plastik naik, pengaruhnya tentu ada. Namun apakah berdampak langsung ke harga mobil, itu berbeda karena banyak komponen lain yang juga berpengaruh, tidak hanya plastik,” ujar Rokky di Jakarta. Ia juga menyebut perusahaan masih mengendalikan harga melalui strategi penetapan harga yang disesuaikan dengan kondisi pasar.

Rokky memastikan belum ada kenaikan harga pada lini produk Daihatsu. Model seperti Sigra disebut masih dipasarkan dengan harga normal, sehingga konsumen belum merasakan perubahan akibat tekanan biaya bahan baku.

Honda fokus pada rantai pasok dan biaya logistik

PT Honda Prospect Motor menghadapi tantangan yang lebih luas dari sekadar harga plastik. Sales & Marketing and After Sales Operations Director HPM, Yusak Billy, menyebut perusahaan juga harus mengelola dampak kenaikan biaya kargo laut dan jadwal pengiriman komponen impor yang belum stabil.

Menurut Billy, dinamika rantai pasok global menuntut pengelolaan yang ketat agar proses perakitan tidak terganggu. Jika tidak diantisipasi, hambatan logistik dapat mengganggu ketersediaan unit di pasar.

“Kami melakukan evaluasi terhadap perencanaan pasokan untuk beberapa model serta terus melakukan penyesuaian guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar,” ungkap Billy. Fokus Honda saat ini adalah menjaga konsumen agar tidak menghadapi masa inden yang terlalu lama.

Tekanan biaya belum cukup untuk memicu kenaikan massal

Kondisi yang dihadapi para pabrikan memperlihatkan bahwa harga jual mobil tidak hanya ditentukan oleh satu faktor. Kenaikan biaya bahan baku, pelemahan rupiah, logistik, hingga ketersediaan komponen ikut membentuk keputusan bisnis di industri otomotif.

Dalam situasi ini, pabrikan di Indonesia tampak berhati-hati agar tidak memindahkan seluruh beban ke konsumen. Mereka memilih efisiensi internal, penyesuaian distribusi, dan pengelolaan pasokan untuk menjaga harga tetap stabil di tengah pasar yang masih dalam tahap pemulihan.

Di sisi lain, industri otomotif juga masih memantau pergerakan harga komoditas petrokimia dunia dan berbagai gangguan rantai pasok global. Selama tekanan biaya belum mereda, strategi menahan harga menjadi pilihan penting agar pasar tetap bergerak dan konsumen tidak kehilangan akses terhadap kendaraan dengan harga yang masih terjaga.

Exit mobile version