GAC Aion resmi meluncurkan Aion i60 sebagai SUV kompak lima penumpang yang hadir dengan pilihan teknologi listrik murni dan range extended. Model ini dipasarkan di Cina dengan harga mulai 109.800 hingga 135.800 yuan, atau setara Rp276 juta hingga Rp341,4 jutaan.
Keberadaan i60 langsung menarik perhatian karena membawa kombinasi desain segar, jarak tempuh yang jauh, dan kelengkapan fitur bantuan berkendara. Sampai artikel ini dibuat, SUV kompak tersebut belum masuk pasar Indonesia dan baru dipasarkan di Cina.
Dua Penggerak, Dua Karakter
Aion i60 ditawarkan dalam dua versi, yaitu EV dan extended-range atau EREV. Pada varian range-extended, GAC memakai sistem “Xingyuan Range-Extended” yang dikembangkan secara internal.
Dalam mode listrik murni, tipe EREV diklaim mampu menempuh hingga 210 km berdasarkan metode CLTC. Saat baterai dan mesin bekerja bersama, total jarak jelajahnya disebut bisa mencapai 1.240 km.
Varian ini memakai mesin bensin 1,5 liter dengan tenaga 74 kW atau setara 98 hp. Motor listriknya menghasilkan tenaga hingga 180 kW atau sekitar 242 hp, sementara konsumsi bahan bakarnya dalam mode charge-sustaining tercatat 5,5 liter per 100 km.
Pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen diklaim hanya membutuhkan sekitar 15 menit. Angka itu membuat i60 berada di posisi yang cukup menarik bagi pengguna yang menginginkan mobil ramah listrik tetapi tetap fleksibel untuk perjalanan jauh.
Pada versi EV, i60 dibekali baterai 75 kWh. Jarak tempuh maksimalnya mencapai 650 km, sehingga menjadikannya salah satu SUV kompak listrik dengan klaim daya jelajah panjang di kelasnya.
Dimensi Lebih Bongsor dari Aion V
Secara visual, i60 membawa bahasa desain yang lebih ekspresif dan modern. Logo Aion tampil jelas di bagian depan, dipadukan lampu utama LED berdesain menyipit serta DRL yang ditempatkan di bagian atas.
Dari samping, siluet mobil ini masih mengingatkan pada Aion V yang sudah lebih dulu dikenal di pasar domestik. Meski begitu, i60 tampil lebih besar dengan panjang 4.685 mm, lebar 1.854 mm, tinggi 1.660 mm, dan wheelbase 2.775 mm.
Jika dibandingkan Aion V, panjang i60 bertambah 105 mm, namun konfigurasi kabinnya tetap lima penumpang. Di area samping, mobil ini memakai handel pintu semi-tersembunyi dan spion dengan indikator blue-light untuk mendukung fitur bantuan berkendara.
Bagian belakang juga dirancang praktis. Lampu belakang mengusung desain menyatu dengan efek dua lapis, sementara logo menyala ditempatkan di tengah.
Pintu bagasi sudah elektrik dan memiliki ambang rendah, sehingga memudahkan saat memasukkan barang. Pintu bagasi juga bisa terbuka hampir 90 derajat untuk mendukung akses yang lebih lapang.
Kabin Modern dan Fitur Cerdas
Masuk ke interior, nuansa kabin Aion i60 terasa sederhana tetapi tetap berkelas. Material yang digunakan terlihat berkualitas, lalu dipadukan dengan konsep two tone, aksen metalik, dan ambient light 32 warna.
GAC menyediakan tiga pilihan warna kabin, yaitu oat milk white, warm velvet light brown, dan tahiti grey. Kombinasi itu membuat suasana dalam kabin terlihat lebih bersih dan terasa modern.
Di bagian tengah, layar sentuh bergaya floating terintegrasi dengan panel instrumen digital. Dua wireless charging pad ditempatkan di bawahnya, sementara lingkar kemudi dibuat ringkas dengan desain scroll wheel.
Menariknya, Aion tetap mempertahankan handel pintu mekanis di dalam kabin. Keputusan ini memberi kesan fungsional di tengah pendekatan desain yang serba futuristis.
Dari sisi keselamatan, i60 telah dibekali sistem GSD Intelligent Driving. Teknologi ini mendukung Navigation Driving Assist untuk jalan tol, termasuk bantuan keluar-masuk ramp dan perpindahan jalur otomatis.
Ada juga Intelligent Parking Assist yang membantu parkir di ruang sempit. Selain itu, mobil ini turut dilengkapi sejumlah fitur lain yang tergabung dalam paket ADAS, sehingga posisinya makin kompetitif di kelas SUV kompak listrik.
Source: carvaganza.com






