Tiga unit armada terbaru resmi memperkuat jajaran PO Ramayana Indo Transport, perusahaan otobus legendaris asal Muntilan, Jawa Tengah. Bus-bus tersebut baru keluar dari garasi Karoseri Adiputro di Malang pada Minggu, 19 April 2026, dan langsung menarik perhatian karena memakai bodi Jetbus 5 Super High Decker varian Single Glass.
Kehadiran armada anyar ini memperlihatkan langkah PO Ramayana dalam menjaga daya saing di segmen bus pariwisata. Pilihan desain kaca tunggal pada Jetbus 5 SHD membuat tampilan depan bus terlihat lebih bersih, sekaligus memberi pandangan lebih luas ke arah depan bagi penumpang.
Desain eksterior yang lebih modern
Jetbus 5 SHD buatan Adiputro hadir dengan ukuran panjang 12.000 mm, lebar 2.500 mm, dan tinggi 3.850 mm. Dimensi tersebut menempatkannya sebagai bus tinggi yang dirancang untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh dan layanan wisata dengan kapasitas angkut yang besar.
Salah satu nilai praktis yang menonjol adalah bagasi tembus yang memungkinkan motor dibawa tanpa harus dimiringkan. Fitur ini menjadi penting bagi operator yang melayani rute wisata, karena kebutuhan membawa barang bawaan sering kali lebih besar dibanding layanan antarkota biasa.
Bentuk bodi juga menonjolkan pendekatan aerodinamika yang menjadi ciri produk unggulan Adiputro di kelas bus tinggi. Dalam konteks industri otobus, desain seperti ini tidak hanya menyangkut tampilan, tetapi juga efisiensi dan stabilitas saat bus melaju di berbagai kondisi jalan.
Livery baru tetap bawa identitas lama
Pembaruan visual paling mudah terlihat ada pada livery baru yang dipakai ketiga armada ini. Warna ungu dan oranye tampil dengan pendekatan yang lebih minimalis, sehingga memberi kesan segar dan lebih dinamis dibandingkan pola lama yang dikenal lebih tegas.
Meski desain luar berubah, PO Ramayana tetap mempertahankan ilustrasi Wayang Rama sedang memanah di sisi bodi. Elemen itu menjadi identitas khas yang sudah lama melekat pada perusahaan dan tetap dijaga sebagai pembeda di tengah banyaknya bus modern dengan gaya visual serupa.
Kombinasi antara tampilan baru dan simbol klasik tersebut menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara pembaruan armada dan kesinambungan merek. Di industri bus, identitas visual seperti ini sering menjadi bagian penting dari karakter perusahaan di mata penumpang maupun pemerhati transportasi.
Kabin siap untuk perjalanan jauh
Di bagian dalam, kursi reclining merek Alldila Seats disusun dalam konfigurasi 2-2. Saat bus keluar dari karoseri, kursi masih terbungkus plastik, menandakan unit baru tersebut belum digunakan dan masih berada dalam kondisi prima.
Setiap kursi sudah dilengkapi sabuk pengaman sebagai perlengkapan keselamatan. Selain itu, port USB untuk pengisian daya tersedia di plafon dekat ventilasi AC agar lebih mudah dijangkau penumpang selama perjalanan.
Fasilitas hiburan dan kebutuhan dasar juga turut disiapkan. Dua unit LED TV berukuran besar ditempatkan di bagian depan dan tengah kabin, sementara dispenser air minum menjadi pelengkap kenyamanan selama bus beroperasi.
Didukung sasis Hino RM 280 ABS
Seluruh armada baru PO Ramayana mengandalkan sasis Hino RM 280 ABS yang sudah dipasangi Wide Air Suspension di setiap titik kaki bus. Kombinasi ini ditujukan untuk menjaga kenyamanan ayunan sekaligus membantu kestabilan manuver saat bus melaju di jalan.
Fitur Anti-lock Braking System atau ABS juga menjadi bagian penting dari paket keselamatan. Sistem ini membantu mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak, termasuk ketika bus melintasi permukaan jalan yang licin.
Tenaga penggeraknya berasal dari mesin diesel J08E-WD enam silinder segaris berkapasitas 7.684 cc berstandar Euro 4. Mesin tersebut menghasilkan daya 280 dk pada 2.500 rpm dan torsi puncak 833 Nm pada 1.500 rpm, dengan penyaluran tenaga melalui transmisi manual tujuh percepatan.
Kehadiran tiga bus baru ini menegaskan arah pengembangan armada PO Ramayana yang memadukan desain modern, fitur kabin yang fungsional, dan spesifikasi teknis yang mendukung kebutuhan perjalanan wisata jarak jauh. Dalam persaingan bus pariwisata, paket seperti ini menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan penumpang maupun operator.
