Persaingan motor listrik lokal di Indonesia kini tidak lagi berhenti pada klaim efisiensi dan desain. Uji tanjakan ekstrem yang melibatkan komunitas ojek online memperlihatkan bahwa kemampuan motor listrik juga harus diuji pada medan berat, terutama saat membawa beban total 150 kg.
Tiga model yang diuji, yakni Alva Cervo, Indomobil E-Motor Adora, dan Tangkas X7 New, menunjukkan karakter yang berbeda saat melibas jalur dengan kemiringan 20 hingga 25 derajat. Hasilnya memberi gambaran yang lebih nyata bagi pengendara yang ingin memakai motor listrik untuk kerja harian, termasuk di kawasan perkotaan yang banyak tanjakan.
Uji yang Mendekati Kondisi Harian
Pengujian ini menarik perhatian karena tidak dilakukan dalam kondisi ideal. Beban pengendara dan penumpang dipakai untuk meniru situasi nyata di jalan, sehingga hasilnya lebih relevan bagi pengguna yang sering membawa muatan.
Dalam skenario seperti ini, motor listrik tidak cukup hanya punya jarak tempuh panjang. Performa torsi, kestabilan tenaga, dan kemampuan mempertahankan laju di tanjakan menjadi faktor yang menentukan apakah motor benar-benar siap dipakai sehari-hari.
Alva Cervo: Seimbang untuk Kecepatan dan Jarak
Alva Cervo hadir sebagai salah satu skutik listrik yang menonjol di pasar nasional. Motor ini mengandalkan daya 9,3 kW dengan kecepatan puncak 103 km/jam, sementara akselerasi dari diam ke 100 km/jam diklaim bisa dicapai sekitar 20 detik.
Baterainya berkapasitas 72V 25Ah atau setara 1,8 kWh, dengan jarak tempuh hingga 125 km dalam sekali pengisian. Dalam uji tanjakan, Cervo tampil stabil dan terasa seimbang, sehingga cocok untuk pengendara yang menginginkan kombinasi performa dan efisiensi perjalanan.
Karakter itu membuat Alva Cervo tidak hanya kuat untuk menanjak, tetapi juga tetap nyaman dipakai untuk mobilitas jarak menengah. Di tengah kebutuhan pengguna yang beragam, keseimbangan seperti ini menjadi nilai penting.
Indomobil E-Motor Adora: Paling Responsif di Tarikan Awal
Indomobil E-Motor Adora menonjol lewat karakter akselerasi yang agresif sejak awal. Motor ini memakai baterai 76,8V 32Ah atau sekitar 2,4 kWh, dengan tenaga 3 kW dan torsi puncak 140 Nm yang diarahkan untuk dorongan bawah yang kuat.
Saat diuji di tanjakan dengan beban penuh, Adora mampu menjaga kecepatan stabil di kisaran 25–30 km/jam. Bentuk bodinya yang ramping ikut membantu saat harus bermanuver di jalur sempit atau rute perkotaan yang padat.
Karakter tersebut membuat Adora terlihat cocok untuk pola perjalanan stop-and-go yang sering terjadi di jalan kota. Motor ini memberi kesan lincah, terutama bagi pengendara yang kerap menghadapi tanjakan pendek berulang dan butuh respons cepat saat berhenti lalu melaju lagi.
Tangkas X7 New: Fokus di Kekuatan dan Fitur Bantu Tanjakan
Tangkas X7 New membawa pendekatan berbeda karena dirancang sebagai motor niaga yang menekankan daya tahan dan fungsi kerja. Motor ini dibekali dinamo 4.000W dan baterai lithium LFP 72V/48Ah atau sekitar 3,4 kWh, dengan jarak tempuh 120 km dan kecepatan maksimum 95 km/jam.
Daya tarik utamanya ada pada fitur Hill Assist dan gear reduction. Kombinasi ini membantu motor bergerak lebih ringan saat menanjak, bahkan ketika membawa muatan maksimal.
Selain itu, Tangkas X7 New juga dilengkapi remote alarm, port USB, dan tombol mundur. Fitur-fitur itu memperkuat citranya sebagai motor kerja yang mengutamakan fungsi, bukan sekadar tampilan.
Agung Pamungkas, Founder dan CEO Tangkas Motor Listrik, mengatakan motor ini cocok bagi masyarakat yang masih ragu beralih ke motor listrik karena kondisi jalan yang tidak selalu mulus. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam keterangan resmi pada Sabtu, 18 April 2026.
Pilihan Sesuai Kebutuhan Pengguna
Di antara tiga model tersebut, Tangkas X7 New dipasarkan dengan harga Rp33.000.000, sudah termasuk STNK dan legalitas lengkap. Opsi ini terlihat menarik bagi pengguna yang memprioritaskan ketangguhan kerja dan bantuan teknologi saat melewati tanjakan.
Alva Cervo lebih menonjol untuk pengguna yang mencari performa seimbang, sementara Indomobil Adora terasa lebih pas untuk pengendara yang membutuhkan akselerasi cepat di lalu lintas padat. Uji tanjakan ini memperlihatkan bahwa motor listrik lokal kini tidak hanya bersaing lewat efisiensi, tetapi juga lewat kemampuan nyata di medan yang menuntut.
