Full Tank Tembus Rp1,9 Juta, Diesel Masih Hemat Atau Sudah Kalah Mahal?

Kenaikan harga Dexlite dan Pertamina Dex langsung mengubah hitungan biaya bagi pemilik mobil diesel. Jika dulu mobil diesel dikenal irit dan efisien, kini biaya isi penuh tangki pada beberapa model bisa menembus Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta sekali isi.

Beban itu paling terasa pada mobil dengan kapasitas tangki besar seperti SUV ladder frame dan pikap diesel. Dengan asumsi harga Pertamina Dex Rp23.900 per liter, angka full tank yang dulu berada di kisaran Rp14 ribuan per liter kini naik tajam dan memaksa pengguna menghitung ulang apakah diesel masih layak dipakai sehari-hari.

Biaya isi penuh yang kini jauh lebih mahal

Toyota Fortuner Diesel dengan kapasitas tangki sekitar 80 liter menjadi salah satu contoh paling mencolok. Sebelum kenaikan, biaya full tank sekitar Rp1.160.000, lalu naik menjadi sekitar Rp1.912.000, atau bertambah sekitar Rp752.000.

Isuzu MU-X dan Toyota Hilux Diesel juga berada di level yang sama karena sama-sama memiliki tangki sekitar 80 liter. Kedua model itu kini membutuhkan biaya isi penuh sekitar Rp1.912.000, jauh di atas hitungan sebelumnya yang sekitar Rp1.160.000.

Mitsubishi Pajero Sport dengan tangki sekitar 68 liter juga ikut terdampak. Estimasi biaya full tanknya naik dari sekitar Rp986.000 menjadi sekitar Rp1.625.000, atau selisih sekitar Rp639.000.

Dampak terasa di mobil keluarga hingga SUV premium

Toyota Kijang Innova Reborn Diesel yang banyak dipakai untuk mobilitas harian kini butuh sekitar Rp1.314.500 untuk full tank. Sebelumnya, biaya yang sama masih berada di kisaran Rp797.500, sehingga kenaikannya mencapai sekitar Rp517.000.

Hyundai Santa Fe Diesel dengan tangki sekitar 64 liter juga tidak luput dari dampak kenaikan harga BBM. Biaya isi penuh naik dari sekitar Rp928.000 menjadi sekitar Rp1.529.600, sementara Nissan Terra dengan tangki sekitar 70 liter bergerak dari sekitar Rp1.015.000 ke sekitar Rp1.673.000.

Pada kelas premium, Hyundai Palisade Diesel membutuhkan sekitar Rp1.696.900 untuk penuh. Mazda CX-5 Diesel berada di kisaran Rp1.338.400, sedangkan Mitsubishi Triton yang memiliki tangki sekitar 75 liter naik ke sekitar Rp1.792.500 dari sebelumnya Rp1.087.500.

Masih worth it atau mulai berat dipakai harian

Pertanyaan apakah mobil diesel masih worth it kini bergantung pada pola penggunaan. Untuk jarak jauh, kebutuhan angkut berat, dan kendaraan operasional, diesel masih menawarkan torsi besar dan daya tahan tinggi, dua hal yang tetap jadi alasan utama banyak orang memilihnya.

Namun, bila mobil lebih sering dipakai untuk perjalanan pendek dan intensitas tinggi di dalam kota, efek kenaikan harga BBM akan lebih terasa ke dompet. Dalam kondisi seperti ini, keunggulan efisiensi diesel bisa tergerus oleh biaya pengisian yang makin mahal, apalagi pada mobil dengan tangki besar.

Cara menekan biaya saat harga BBM naik

Pengguna mobil diesel masih bisa mengendalikan pengeluaran dengan cara berkendara lebih efisien. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak, jaga kecepatan konstan di jalan tol, dan manfaatkan cruise control jika tersedia.

Perawatan juga memegang peran penting karena mesin diesel sangat sensitif terhadap kondisi komponen pendukung pembakaran. Filter udara perlu diganti sesuai jadwal, injektor perlu dicek dan dibersihkan berkala, oli harus sesuai spesifikasi pabrikan, dan tekanan ban mesti tetap ideal agar hambatan gulir tidak membesar.

Perencanaan rute juga membantu karena jalur macet cenderung boros BBM. Dengan kebiasaan berkendara yang lebih disiplin, biaya operasional mobil diesel masih bisa ditekan meski full tank kini sudah masuk level Rp1,3 juta hingga Rp1,9 juta.

Exit mobile version