Changan Indonesia menyiapkan strategi pemasaran yang tidak biasa untuk memperkenalkan REEV atau Range-Extended Electric Vehicle ke pasar Tanah Air. Pendekatan itu dipilih karena model ini akan menjadi salah satu pengenalan awal teknologi REEV di Indonesia, sehingga edukasi pasar menjadi bagian penting dari penjualan.
Changan menilai pasar otomotif domestik sudah cukup akrab dengan kendaraan listrik dan hybrid. Karena itu, perusahaan melihat peluang untuk memperkenalkan REEV sebagai tahap lanjutan dari pergeseran ke kendaraan elektrifikasi, bukan sebagai teknologi yang benar-benar asing bagi konsumen.
REEV dan alasan Changan percaya diri
REEV dikembangkan dari mobil hybrid dan terus menunjukkan peningkatan popularitas di negara asalnya sejak 2020. Di Indonesia, tren kendaraan listrik dan hybrid juga berkembang, sehingga Changan melihat fondasi awal yang cukup kuat untuk masuk ke segmen ini.
CEO Changan Indonesia Setiawan Surya mengatakan edukasi konsumen tidak akan terlalu sulit karena masyarakat sudah mengenal teknologi serupa. “Saya pikir tidak sulit dalam mengedukasi masyarakat. Karena di Indonesia sebelumnya sudah menggunakan teknologi seperti itu,” ujarnya di Chongqing, Cina, 19/04.
Perbedaan utama REEV terletak pada adanya sistem charging plug-in yang memberi rasa aman lebih besar kepada pengguna. Menurut Changan, fitur ini menjawab kekhawatiran umum tentang jarak tempuh atau range anxiety, terutama bagi konsumen yang mulai beralih ke kendaraan listrik.
Pendekatan multi kanal jadi andalan
Changan tidak ingin hanya mengandalkan brosur fisik untuk menjelaskan produk baru ini. Perusahaan justru memaksimalkan saluran digital agar calon konsumen bisa mencari informasi lebih cepat, lebih luas, dan lebih mandiri sebelum datang ke diler.
Langkah itu dianggap relevan karena konsumen kini lebih kritis saat membeli mobil. Setiawan menyebut calon pembeli biasanya sudah melihat ulasan dari berbagai sumber terlebih dahulu sebelum membuat keputusan.
Dalam strategi ini, media massa juga memegang peran penting. Changan melihat pemberitaan dan ulasan dari media dapat membantu mempercepat pemahaman publik tentang teknologi REEV, sekaligus memperkuat kredibilitas produk yang ditawarkan.
Diler, tenaga penjual, dan test drive tetap penting
Meski promosi digital semakin dominan, Changan tetap menempatkan jaringan diler sebagai bagian penting dari pendekatan pemasaran. Tenaga penjual di diler akan menjadi ujung tombak untuk menjelaskan fitur utama REEV secara langsung kepada konsumen.
Test drive juga disiapkan sebagai sarana edukasi yang lebih nyata. Melalui pengalaman berkendara langsung, calon pembeli bisa memahami karakter kendaraan dan manfaat teknologi yang dibawa Changan S05.
Setiawan menegaskan bahwa proses menjual mobil baru tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga pada edukasi yang berlapis. “Tugas kita memang sebagai penjual tetap harus edukasi. Lalu edukasi paling mudah adalah melalui media massa,” katanya.
Edukasi pasar menjadi kunci masuk ke kota besar dan daerah
Changan melihat konsumen di kota besar sebagai kelompok yang perlu didorong terlebih dahulu untuk memahami REEV. Namun kebutuhan edukasi tidak berhenti di wilayah urban, karena konsumen di daerah juga dinilai masih memerlukan penjelasan yang komprehensif.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Changan tidak hanya menyiapkan produk, tetapi juga menyiapkan cara menjual yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman pasar. Kombinasi saluran digital, media massa, tenaga penjual, dan pengalaman test drive menjadi fondasi untuk memperkenalkan REEV secara lebih terukur.
Dengan strategi multi kanal tersebut, Changan Indonesia menempatkan edukasi sebagai inti dari pemasaran REEV, sambil memanfaatkan kedekatan teknologi ini dengan kendaraan hybrid dan pertumbuhan minat masyarakat terhadap mobil listrik di Tanah Air.







