Mercedes-Benz resmi membawa C-Class ke era listrik lewat All-New C-Class Electric yang menjalani debut global di Seoul, Korea Selatan, pada 20 April 2026. Kehadiran model ini bukan hanya soal penggantian mesin bensin ke baterai, melainkan juga pembaruan besar pada cara sedan mewah berinteraksi dengan pengemudi melalui teknologi kecerdasan buatan.
Mobil ini diposisikan sebagai sedan premium menengah yang menggabungkan performa, kenyamanan, dinamika, dan kecerdasan dalam satu paket. Di tengah persaingan mobil listrik yang makin padat, Mercedes-Benz tampak ingin menunjukkan bahwa identitas C-Class tetap bisa dipertahankan sambil masuk ke babak baru mobilitas cerdas.
Desain luar yang tetap elegan, tapi lebih futuristis
Secara visual, C-Class Electric tampil dengan siluet coupe yang lebih rendah di bagian depan dan mengalir halus ke bagian belakang. Bentuk ini memberi kesan aerodinamis sekaligus menjaga karakter mewah yang selama ini melekat pada C-Class.
Bagian wajahnya juga mendapat identitas baru melalui grille ikonik dengan bingkai krom lebar dan panel kaca gelap yang bisa menyala. Lampu depan LED dengan desain bintang, lampu belakang bergaya GT, dan bodi yang dirancang efisien memperkuat kesan bahwa mobil ini memang lahir sebagai kendaraan listrik, bukan sekadar versi elektrifikasi dari model lama.
Kabin dibuat lebih lapang dan terasa seperti ruang pribadi
Masuk ke dalam kabin, pendekatan Mercedes-Benz terlihat lebih ambisius. All-New C-Class Electric memakai platform khusus EV dengan jarak sumbu roda 2.962 mm, atau 97 mm lebih panjang dibanding model sebelumnya, sehingga ruang interior terasa lebih lega.
Fitur paling mencolok ada pada MBUX Hyperscreen yang membentang sepanjang 39,1 inci atau 99,3 cm di seluruh dasbor. Tampilan layar besar ini menjadi pusat kendali utama dan mempertegas arah baru Mercedes-Benz dalam menggabungkan kemewahan dengan pengalaman digital yang imersif.
Selain itu, ada SKY CONTROL panoramic roof dengan 162 bintang bercahaya yang tingkat kecerahan dan warnanya bisa diatur. Mercedes-Benz juga menyebut interiornya bersertifikat vegan, menandakan bahwa aspek keberlanjutan ikut masuk ke dalam definisi kemewahan yang ditawarkan.
AI jadi pembeda utama di sedan premium ini
Salah satu daya tarik paling besar dari C-Class Electric ada pada teknologi AI yang dibenamkan. Sistem operasi MB.OS menjadi tulang punggung pengelolaan seluruh domain kendaraan, mulai dari infotainment hingga bantuan mengemudi.
Mercedes-Benz juga membawa generasi keempat MBUX dengan integrasi kecerdasan buatan dari ChatGPT-4o, Microsoft Bing, dan Google Gemini melalui pendekatan multi-agent. Kombinasi ini membuat asisten virtual MBUX mampu menjawab percakapan yang lebih kompleks dan lebih intuitif dibanding sistem generasi sebelumnya.
Navigasi berbasis Google Maps yang didukung AI juga menjadi bagian penting dari pengalaman berkendara. Sistem ini diklaim mampu memprediksi kondisi angin dan medan secara lebih akurat, membantu estimasi jarak tempuh, serta mengoptimalkan perencanaan pengisian daya.
Performa listriknya tidak kalah serius
Di balik karakter mewah dan canggih, C-Class Electric tetap membawa performa yang kuat. Mobil ini memiliki tenaga 360 kW atau setara 483 hp, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 4,0 detik.
Baterainya menggunakan lithium-ion 94 kWh dengan jarak tempuh hingga 762 km berdasarkan WLTP. Untuk pengisian daya, Mercedes-Benz mengandalkan arsitektur 800 volt dan kemampuan DC fast charging hingga 330 kW, yang memungkinkan tambahan jarak tempuh 325 km hanya dalam 10 menit.
Mobil ini juga memakai transmisi dua kecepatan di poros belakang. Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberi tenaga besar saat start dan efisiensi lebih baik saat melaju di kecepatan tinggi.
Peluang masuk Indonesia masih terbuka
Hingga laporan ini disusun, Mercedes-Benz belum mengumumkan harga resmi All-New C-Class Electric untuk pasar global. Meski begitu, posisi C-Class sebagai sedan ikonik yang selama ini hadir di Indonesia membuat peluang masuk ke pasar Tanah Air tetap terbuka.
Skenario yang disebut sejauh ini adalah varian bermesin konvensional kemungkinan hadir lebih dulu, lalu versi elektrik menyusul setelah kesiapan infrastruktur charging dan regulasi lokal dinilai memadai. Karena itu, perhatian pasar Indonesia kini tertuju pada pengumuman resmi Mercedes-Benz Indonesia dalam waktu mendatang.
Dengan kombinasi AI multi-agent, MBUX Hyperscreen, jarak tempuh 762 km, pengisian cepat 10 menit untuk 325 km, dan interior yang tetap mengedepankan kemewahan, C-Class Electric menawarkan gambaran jelas tentang arah baru sedan premium listrik. Model ini menunjukkan bahwa mobil mewah masa kini tidak lagi hanya menonjol lewat material kabin dan performa, tetapi juga lewat kemampuan mobil untuk memahami kebutuhan pengemudi secara lebih cerdas.
