Hyundai IONIQ 3 Diperkenalkan di Eropa, Adik IONIQ 5 Yang Lebih Praktis Dan Siap Dipakai Harian

Hyundai memperluas portofolio mobil listriknya di Eropa lewat kehadiran IONIQ 3, crossover kompak yang ditujukan untuk kebutuhan harian. Model ini hadir sebagai adik IONIQ 5 dengan pendekatan desain yang sederhana, presisi, dan tetap menonjolkan sisi praktis.

Kehadiran IONIQ 3 memperlihatkan arah baru Hyundai dalam mengemas mobil listrik yang mudah dipakai di kota namun tetap punya karakter khas. Selain membawa desain aerodinamis, model ini juga digarap untuk memberi ruang kabin yang lapang dan teknologi yang lebih modern.

Desain luar dibuat ringkas dan efisien

IONIQ 3 memakai filosofi desain ‘Art of Steel’ yang terlihat dari bodi crossover yang mengalir halus. Bagian depan dibuat lebih rendah dan ramping, sementara garis atap memanjang lurus di atas area penumpang depan.

Hyundai juga memasang pencahayaan LED dengan sistem Intelligent Front-Lighting (IFS) serta lampu “Selamat Datang”. Kombinasi ini dirancang untuk membantu visibilitas dalam berbagai kondisi sekaligus memberi kesan futuristis pada tampilan depan.

Di bagian belakang, siluetnya dibuat melandai seperti coupe dan menyatu dengan spoiler belakang. Namun, bentuk ini tidak hanya untuk gaya karena tetap memberi manfaat pada ruang kepala penumpang belakang.

Kabin fokus pada teknologi dan kenyamanan

Masuk ke interior, Hyundai menempatkan sistem infotainmen Pleos Connect sebagai salah satu sorotan utama. Sistem ini menjadi yang pertama kali diperkenalkan pada model Hyundai di Eropa dan terintegrasi dengan layar 12,9 inci atau 14,6 inci.

Tampilan layar besar itu memudahkan akses ke berbagai fungsi, termasuk navigasi. Hyundai juga melengkapi kabin dengan sistem suara premium BOSE, dual-zone automatic climate control, dan pencahayaan LED ambient untuk mendukung kenyamanan berkendara harian.

Wheelbase yang memadai membantu menciptakan ruang kaki dan kepala yang lega. Sementara itu, kompartemen bagasi dibuat lebih besar agar mobil ini tetap praktis untuk aktivitas sehari-hari.

Fitur keselamatan disiapkan cukup lengkap

Hyundai memasang sejumlah fitur bantuan berkendara pada IONIQ 3 untuk meningkatkan rasa aman. Beberapa di antaranya adalah Highway Driving Assist 2 (HDA2), Remote Smart Parking Assist (RSPA), Memory Reverse Assist (MRA), Surround View Monitor (SVM), dan Blind-Spot View Monitor (BVM).

Model ini juga dibekali tujuh airbag. Kehadiran rangkaian fitur itu menunjukkan bahwa Hyundai tidak hanya menekankan efisiensi dan kenyamanan, tetapi juga keamanan dalam penggunaan harian.

Performa dan jarak tempuh jadi andalan

Di sektor penggerak, IONIQ 3 memakai motor listrik bertenaga 147 ps dengan torsi 250 Nm. Hyundai menyebut mobil ini mampu melaju hingga top speed 170 km/jam.

Paket baterainya tersedia dalam dua pilihan, yakni 42 kWh dan 61 kWh. Untuk varian Standard Range, jarak tempuhnya mencapai 344 km, sedangkan Long Range diklaim bisa menempuh 496 km.

Pengisian daya juga dibuat cukup cepat untuk kebutuhan mobil listrik modern. Dengan DC fast-charging, baterai IONIQ 3 bisa terisi dari 10 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 29 menit.

Dibangun untuk pasar Eropa

IONIQ 3 dikonfirmasi baru untuk pasar Eropa dan akan dirakit di Izmit Plant milik Hyundai Motor Turkey. Model ini disebut memiliki peluang meluncur paling cepat tahun ini, meski Hyundai belum mengumumkan detail distribusi yang lebih luas.

Dengan kombinasi desain aerodinamis, kabin lega, fitur keselamatan lengkap, dan opsi baterai yang fleksibel, IONIQ 3 diposisikan sebagai crossover listrik praktis untuk penggunaan harian di Eropa. Model ini sekaligus memperkuat strategi Hyundai dalam menghadirkan mobil listrik yang tidak hanya modern, tetapi juga relevan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Terkait