Vespa Sprint Tech kini hadir dengan mesin 180 cc anyar dari Piaggio yang membuat karakter skutik ini terasa lebih hidup di penggunaan harian. Dalam pengujian jalan, model ini juga menunjukkan efisiensi yang lebih baik sekaligus membawa fitur digital dan kenyamanan yang lebih lengkap untuk mobilitas urban.
Harga yang dipasang berada di level Rp66 juta, menempatkan Sprint Tech sebagai skutik bergaya eksklusif dengan orientasi teknologi yang kuat. Perubahan pada model ini tidak hanya menyentuh tampilan, tetapi juga menyasar performa, efisiensi, dan kepraktisan pemakaian sehari-hari.
Mesin baru dan respons berkendara
Piaggio menyebut mesin 180 cc terbaru ini membawa pembaruan besar pada internal dan sistem transmisi. Sekitar 14 persen komponen utama mesin dikembangkan ulang, lalu CVT juga dirancang kembali agar respons throttle terasa lebih halus dan presisi.
Hasilnya, tenaga naik hingga 24 persen menjadi 14,7 dk pada 8.250 rpm. Torsi juga meningkat 8 persen, sehingga akselerasi terasa lebih sigap untuk kebutuhan stop-and-go di kota maupun perjalanan jarak menengah.
Dalam data spesifikasi yang disertakan, mesin yang dipakai masih tercatat sebagai i-get, 4-tak, 1 silinder dengan kapasitas 174,1 cc. Mesin ini memakai pendingin udara dan dipadukan dengan transmisi CVT untuk menjaga karakter berkendara yang mudah dikendalikan.
Efisiensi bahan bakar ikut membaik
Pemakaian harian dalam tujuh hari memberi gambaran bahwa Sprint Tech punya konsumsi BBM yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Dengan metode full-to-full, angka yang sebelumnya berada di 32,3 kpl kini tercatat 37,4 kpl pada jam sibuk.
Pada penggunaan touring pendek, angka konsumsi bahkan sempat menembus 41 kpl. Seluruh hasil itu diperoleh dari rute Jakarta – Bogor – BSD – Gading Serpong dengan jarak total 386 km.
Nyaman untuk pengendara dan penumpang
Postur riding menjadi salah satu poin yang cukup menonjol pada test ride ini. Pengendara dengan tinggi 189 cm masih mendapat ruang kaki depan yang lega, sementara jok yang lebar dan anti selip membantu posisi duduk tetap stabil.
Untuk penumpang belakang, bantingan suspensi dinilai masih berada di kategori nyaman, meski bukan yang paling empuk di kelasnya. Saat dipakai berboncengan dengan bobot rider 85 kilogram dan beban 50 kilogram di belakang, bagian kaki-kaki belakang justru terasa lebih relevan menopang kenyamanan.
Fitur praktis untuk mobilitas harian
Bagasi bawah jok menjadi salah satu keunggulan penting karena cukup luas untuk membawa belanja bulanan keluarga kecil. Ruang ini juga disebut bisa memuat helm half face, sehingga fungsinya masih mendukung kebutuhan harian yang beragam.
Di bagian depan, tersedia hook bawah jok yang bisa ditarik keluar untuk membawa kantong belanja. Ada juga hook baru pada panel depan yang bisa dilipat, walau ruang glove box tetap terbatas dan hanya cukup untuk botol air mineral kecil atau sepasang sarung tangan.
Sprint Tech juga dibekali USB port untuk mendukung perangkat selama mobilitas. Selain itu, model ini mengusung keyless system, MIA Connectivity untuk integrasi smartphone, ambient light di area dek, serta full color TFT dashboard yang lebih premium pada varian Sprint Tech.
Pembaruan desain dan spesifikasi utama
Secara visual, Sprint Tech tampil dengan wajah depan yang lebih segar, pelek baru, front tie baru, thermal protection, side grid yang diperbarui, dan desain jok sporty. Warna Grey Travolgente dengan aksen fluo-green memberi kesan paling modern di keluarga Sprint.
Pengereman memakai cakram 220 mm dengan ABS di depan dan belakang, sementara sistem keselamatan ini dipadukan dengan dual ABS. Dimensi motor tercatat memiliki panjang 1.863 mm, lebar 695 mm, sumbu roda 1.340 mm, dan tinggi jok 790 mm, dengan kapasitas tangki bahan bakar 7,5 liter.
Untuk kaki-kaki, Sprint Tech memakai ban tubeless 110/70 R12 di depan dan 120/70 R12 di belakang, dengan pelek 12 inci. Kombinasi itu membuat skutik Italia ini tetap terasa cocok untuk penggunaan harian, perjalanan santai, hingga kebutuhan bergaya di perkotaan.
Source: kabaroto.com






