Akhirnya Ada SUV Listrik 7-Seater Murah, Wuling Eksion Siap Guncang Pasar Keluarga

Pasar mobil listrik di Indonesia mulai menawarkan pilihan yang lebih masuk akal bagi keluarga besar. Wuling Eksion EV dan Wuling Eksion PHEV hadir sebagai SUV listrik 7-seater yang menyasar kebutuhan itu, terutama di tengah minimnya model sejenis di kelas harga terjangkau.

Selama ini, konsumen yang ingin mobil listrik tujuh penumpang sering dihadapkan pada harga yang menembus lebih dari Rp 1 miliar atau harus memilih MPV listrik. Kehadiran Eksion memberi sinyal bahwa segmen SUV elektrifikasi keluarga bisa bergerak ke arah yang lebih kompetitif.

Dua opsi elektrifikasi untuk kebutuhan berbeda

Wuling menyiapkan Eksion dalam dua teknologi, yakni EV alias listrik murni dan PHEV atau plug-in hybrid. Strategi ini membuat konsumen punya pilihan sesuai kebutuhan, apakah ingin langsung beralih penuh ke mobil listrik atau masih menginginkan fleksibilitas mesin bensin.

Varian PHEV juga diposisikan untuk bersaing dengan model seperti Chery Tiggo 8 CSH. Kehadiran model ini memperlihatkan bahwa pasar SUV elektrifikasi berkapasitas besar mulai mendapat perhatian lebih serius dari pabrikan.

Dimensi medium SUV dengan kabin tujuh penumpang

Eksion tampil dengan ukuran medium SUV, sehingga tetap menawarkan ruang kabin yang cukup lega untuk tujuh penumpang. Posisi ini membuatnya berada di kelas yang sebanding dengan model populer seperti Wuling Almaz dan Toyota Innova Zenix.

Secara tampilan, versi EV dan PHEV memang punya identitas berbeda meski berasal dari basis yang sama. Perbedaan utamanya terlihat pada desain bumper depan, model pelek, dan lubang pengisian bahan bakar pada varian PHEV.

Berbagi platform dengan Wuling Darion

Wuling Eksion diketahui berbagi platform dengan Wuling Darion yang sudah lebih dulu dikenal di pasar global. Dari sisi teknis, pendekatan ini biasanya memberi keuntungan pada efisiensi pengembangan sekaligus menjaga konsistensi performa.

Untuk varian EV, Wuling membekalinya dengan baterai 69,2 kWh, tenaga 204 PS, dan torsi 310 Nm. Kombinasi itu membuatnya berpotensi nyaman dipakai untuk kebutuhan harian maupun perjalanan luar kota karena respons khas mobil listrik yang instan.

Sementara itu, varian PHEV memakai mesin 1.500 cc, baterai 20,5 kWh, dan sistem Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Tenaga motor yang dihasilkan mencapai 197 PS dengan torsi 230 Nm, sehingga menawarkan perpaduan efisiensi dan jarak tempuh yang lebih fleksibel.

Fitur dibuat terasa kelas atas

Wuling tidak hanya menonjolkan teknologi penggerak, tetapi juga membekali Eksion dengan perlengkapan yang umumnya ada di kelas lebih tinggi. Fitur yang disebutkan antara lain head unit 12,8 inci, dukungan Apple CarPlay dan Android Auto, electric seat depan, ventilated seat, wireless charging, dan electric tailgate.

Selain itu, mobil ini juga membawa jok kulit warna coklat premium, 6 airbag, ADAS, TPMS, panoramic sunroof, serta perangkat keselamatan dan kenyamanan lain. Paket tersebut membuat Eksion terlihat agresif jika benar diposisikan di segmen harga menengah.

Harga menjadi kunci utama daya tarik

Harga resmi Wuling Eksion EV dan PHEV memang belum diumumkan. Namun, artikel referensi menyebut model acuan Darion dibanderol Rp 399–459 juta untuk EV dan Rp 449–499 juta untuk PHEV.

Dengan positioning dan kelengkapan fitur yang ditawarkan, Eksion diperkirakan akan berada sedikit di atas Darion namun tetap di bawah Rp 600 juta agar tetap kompetitif. Estimasi realistis yang disebutkan adalah Eksion EV di kisaran Rp 480–550 juta dan Eksion PHEV Rp 520–580 juta.

Jika benar masuk di rentang itu, Eksion berpeluang mengisi ruang kosong yang selama ini belum banyak disentuh pesaing. Untuk keluarga Indonesia yang mencari SUV listrik tujuh penumpang dengan harga lebih masuk akal, model ini bisa menjadi alternatif menarik di tengah pasar yang masih terbatas.

Terkait