iCar, sub-brand dari Chery International, akan membawa iCar V27 versi setir kanan ke Beijing Auto Show 2026. Model ini dijadwalkan meluncur pada 25 April 2026 dan langsung menarik perhatian karena menyasar pasar dengan konfigurasi setir kanan, termasuk Asia Tenggara.
Kehadiran varian ini menjadi sinyal bahwa iCar mulai menata ekspansi global dengan lebih serius. Langkah tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi pasar seperti Indonesia yang mulai melirik SUV elektrifikasi berdesain tangguh.
Sinyal ekspansi ke pasar setir kanan
Versi setir kanan bukan sekadar penyesuaian teknis, tetapi juga strategi pasar yang penting. iCar tampak ingin memperluas jangkauan produk ke wilayah yang memiliki kebutuhan berbeda dari pasar setir kiri yang lebih dulu dilayani.
Sebelumnya, versi setir kiri iCar V27 sudah diperkenalkan dan dipasarkan di sejumlah negara. Kini, kehadiran varian setir kanan memberi ruang bagi model ini untuk masuk ke kawasan yang selama ini menjadi target pertumbuhan baru.
Langkah tersebut sejalan dengan posisi iCar yang ingin tampil bukan hanya sebagai merek kendaraan listrik, tetapi juga sebagai pemain di segmen SUV elektrifikasi yang siap dibawa ke medan lebih beragam. Pendekatan ini membuat V27 tampil berbeda di tengah pasar mobil listrik yang semakin padat.
Desain boxy, karakter off-road kuat
Secara visual, iCar V27 membawa desain boxy klasik yang mengingatkan pada SUV off-road konvensional. Lampu depan bulat, aksen fender hitam, dan ban cadangan di pintu belakang memperkuat kesan utilitarian sekaligus maskulin.
Dimensi mobil ini juga tergolong besar untuk kelasnya. Panjangnya mencapai 4.909 mm, lebarnya 1.976 mm, tingginya 1.894 mm, dan wheelbase 2.910 mm.
Ukuran tersebut menjadikan V27 sebagai model terbesar di lini iCar saat ini. Kabin yang lebih lapang menjadi salah satu keunggulan praktis, terutama untuk penggunaan keluarga atau perjalanan jauh.
Mengusung sistem EREV dengan jarak tempuh panjang
iCar V27 memakai teknologi Extended Range Electric Vehicle atau EREV. Sistem ini menggabungkan motor listrik dan mesin bensin yang berfungsi sebagai generator, sehingga mobil tetap mengandalkan penggerak listrik tanpa khawatir kehabisan daya terlalu cepat.
Konfigurasinya memakai mesin 1.5T dengan output 105 kW atau 141 hp. Pilihan baterainya terdiri dari 34,3 kWh dan 20,6 kWh, dengan varian RWD bertenaga 185 kW atau 248 hp dan varian AWD mencapai 335 kW atau 449 hp.
Untuk varian AWD, akselerasi 0–100 km/jam diklaim bisa ditempuh sekitar 5,5 detik. Daya jelajahnya juga cukup panjang, dengan mode listrik murni hingga 210 km berdasarkan standar CLTC dan total jarak tempuh sampai 1.200 km.
Teknologi keselamatan jadi nilai tambah
Selain desain dan performa, iCar V27 juga membawa paket teknologi yang cukup lengkap. Salah satu fitur andalannya adalah sistem bantuan mengemudi Chery Falcon 700 yang ditenagai chip Horizon Robotics Journey J6P.
Sistem ini memiliki kemampuan komputasi hingga 560 TOPS dan didukung 27 sensor yang tersebar di kendaraan. Kombinasi tersebut dirancang untuk memperkuat fungsi keselamatan sekaligus mendukung fitur semi-autonomous driving.
Kelengkapan teknologi ini membuat V27 tidak hanya dijual lewat tampilan gagah. Model ini juga diposisikan sebagai SUV elektrifikasi modern yang menawarkan bantuan berkendara lebih canggih di kelasnya.
Peluang di Asia Tenggara, termasuk Indonesia
Pasar Asia Tenggara terlihat menjadi salah satu tujuan utama dari arah pengembangan model ini. iCar V23 sebelumnya sudah menunjukkan respons positif di kawasan tersebut berkat desain boxy, kabin lega, dan fleksibilitas untuk penggunaan harian.
Di sisi lain, iCar V27 juga mendapat sambutan baik di Timur Tengah karena dinilai cocok untuk perjalanan jarak jauh dan menghadapi suhu ekstrem. Kombinasi itu menunjukkan bahwa model ini memang disiapkan untuk kebutuhan lintas wilayah, bukan hanya satu pasar tertentu.
Jika versi setir kanan benar-benar masuk Indonesia, iCar V27 berpotensi menambah warna baru di segmen SUV elektrifikasi. Dengan desain khas, teknologi EREV, jarak tempuh panjang, dan kemampuan off-road yang kuat, model ini bisa menjadi alternatif menarik di tengah persaingan yang makin ketat.
