Wuling resmi meluncurkan Eksion setelah sebelumnya sempat dipamerkan ke publik di IIMS 2026. SUV ini hadir untuk memperkuat persaingan di segmen sport utility vehicle yang semakin padat, dengan banderol awal Rp 389 juta dan dua pilihan teknologi penggerak.
Model ini juga dikenal sebagai Starlight 560 di pasar asalnya. Kehadirannya langsung diarahkan untuk menantang nama-nama seperti Mitsubishi Destinator, sambil membawa desain yang lebih segar dan pilihan elektrifikasi yang makin relevan bagi pasar Indonesia.
Desain berbeda untuk PHEV dan EV
Eksion tampil dengan karakter modern dan sporty yang dibuat agar terlihat berbeda dari SUV lain di kelasnya. Wuling bahkan memberi sentuhan fascia yang berlainan untuk masing-masing varian, sehingga versi PHEV masih memakai grille, sedangkan versi EV tampil dengan pendekatan yang lebih bersih.
Perbedaan lain juga terlihat pada desain pelek alloy yang disiapkan khusus untuk tiap model. Langkah ini membuat Eksion tidak sekadar hadir sebagai satu model dengan dua mesin, tetapi juga menawarkan identitas visual yang dibedakan sejak awal.
Platform serupa dengan Darion
Eksion menjadi mobil kedua Wuling yang menggunakan platform serupa dengan Darion, MPV yang lebih dulu meluncur beberapa bulan sebelumnya. Meski dimensinya dibuat lebih kompak, Wuling tetap menekankan bahwa ruang kabin mobil ini dirancang lega untuk penumpang dan barang bawaan.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa Eksion tidak hanya mengejar tampilan dan teknologi, tetapi juga fungsi harian. SUV ini diarahkan agar tetap praktis digunakan dalam berbagai kebutuhan, baik untuk keluarga maupun mobilitas perkotaan.
Kabinnya dibekali fitur yang cukup lengkap
Di bagian interior, Wuling memasang jok elektrik berventilasi dan electric panoramic sunroof sebagai daya tarik utama. Selain itu, tersedia headunit 12,8 inci, panel instrumen MiD 8,8 inci, serta wireless charging di konsol tengah.
Warna interior juga dibuat lebih elegan dengan pilihan Walnut Brown dan Carbon Black. Kombinasi ini memberi kesan modern sekaligus premium, sejalan dengan target pasar SUV elektrifikasi yang kini makin menuntut kenyamanan dan teknologi.
Spesifikasi mesin dan jarak tempuh
Eksion PHEV mengandalkan mesin hybrid 1.500 cc yang dipadukan dengan baterai 20,5 kWh. Dalam informasi yang disampaikan, versi ini diklaim mampu menempuh jarak maksimal 1.000 km.
Sementara itu, Eksion EV memakai baterai 69,2 kWh dengan jarak tempuh 530 km. Kedua varian sama-sama sudah mendukung fast charging CCS2, sehingga proses pengisian daya dibuat lebih praktis untuk penggunaan harian.
Fitur keselamatan turut diperhatikan
Wuling melengkapi Eksion dengan beragam fitur keselamatan, mulai dari rem ABS-EBD, ISOFIX, hingga 6 airbag. Ada juga hill hold control, tire pressure monitoring system, pedestrian warning sound, dan ADAS level 2.
Kehadiran fitur-fitur tersebut memperlihatkan bahwa Wuling tidak hanya menonjolkan elektrifikasi dan desain, tetapi juga aspek perlindungan penumpang. Ini menjadi nilai tambah penting di segmen SUV yang kompetisinya kini tidak lagi hanya soal tampilan dan harga.
Harga resmi Wuling Eksion
Untuk pasar yang disasar, Wuling menetapkan harga Eksion PHEV di angka Rp 389 juta dan Rp 459 juta. Adapun Eksion EV dipasarkan pada kisaran Rp 449 juta dan Rp 499 juta.
Dengan kombinasi desain yang berbeda, teknologi PHEV dan EV, serta fitur kabin dan keselamatan yang cukup lengkap, Eksion tampil sebagai salah satu model baru yang siap menambah ramai pasar SUV elektrifikasi di Indonesia.







