VinFast bersiap masuk lebih dalam ke pasar roda dua listrik Indonesia lewat peluncuran tiga skuter listrik baru pada Juni 2026. Tiga model yang disiapkan adalah Evo, Feliz II, dan Viper, yang diposisikan sebagai lini awal untuk memperkuat penetrasi perusahaan di Indonesia.
Langkah ini menandai strategi VinFast dalam menyesuaikan produk dengan kebutuhan pengguna lokal. Model yang dipilih disebut telah melewati analisis mendalam agar lebih cocok dengan karakter pasar Indonesia.
Tiga model yang disiapkan untuk pasar Indonesia
CEO VinFast eScooter Indonesia Market, Yordan Satriadi, menyampaikan bahwa ketiga model itu menjadi fokus peluncuran fase pertama. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah perusahaan menilai model mana yang paling sesuai untuk konsumen Indonesia.
“Itu yang akan kita luncurkan di fase pertama. Kenapa motor-motor itu? Setelah kita menganalisa kita melihat ketiga model ini paling cocok untuk Indonesia,” kata Yordan di Hanoi, Vietnam, Kamis (23/4/2026).
Dari sisi desain, ketiganya dibuat dengan pendekatan yang dekat dengan selera pasar lokal. Evo tampil dengan gaya yang disebut mirip skuter Italia, Feliz II membawa bentuk matik kompak ala motor Jepang, sementara Viper hadir dengan tampilan matik sport yang sudah akrab di Indonesia.
Spesifikasi Indonesia dibuat lebih tinggi
VinFast juga menegaskan bahwa skuter listrik untuk Indonesia tidak akan sama persis dengan versi yang dijual di Vietnam. Yordan menyebut spesifikasi teknis untuk pasar Indonesia akan ditingkatkan karena kondisi penggunaan di dalam negeri berbeda dengan Vietnam.
“Untuk spesifikasinya Indonesia lebih tinggi. Kebutuhan dan geografisnya Indonesia, secara jalan, secara kepadatan, secara habit orang Indonesia tentu beda dengan pengendara motor di Vietnam. Jadi di Indonesia speknya lebih tinggi,” ujarnya.
Salah satu peningkatan utama ada pada daya jelajah baterai. Jika model yang beredar di Vietnam memiliki jarak tempuh sekitar 82 hingga 85 kilometer, versi Indonesia ditargetkan mampu melaju di atas 100 kilometer dalam satu kali pengisian penuh.
Peningkatan ini penting karena konsumen Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis untuk mobilitas harian. Dengan jarak tempuh lebih dari 100 kilometer, VinFast menilai pengguna bisa memanfaatkan skuter listrik itu untuk rutinitas harian tanpa terlalu sering mengisi daya.
Dukungan swap station dan penyesuaian TKDN
Selain meningkatkan kapasitas baterai, VinFast juga menyiapkan dukungan infrastruktur untuk pengguna yang membutuhkan jangkauan lebih panjang. Perusahaan menyebut konsumen bisa memanfaatkan swap station sebagai solusi penggantian baterai.
Yordan mengatakan, “Jarak yang kita tawarkan di atas 100 km, yang harusnya itu sudah cukup untuk pemakaian sehari-hari di Indonesia. Kalau mau yang lebih panjang lagi nggak usah khawatir, kita ada swap station yang mempermudah konsumen yang butuh range lebih panjang lagi.”
Di sisi lain, VinFast ikut menyesuaikan komponennya agar sejalan dengan target Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penggunaan ban produksi pabrikan lokal untuk seluruh lini eScooter VinFast di Indonesia.
Strategi itu menunjukkan bahwa VinFast tidak hanya membawa produk global ke pasar Indonesia, tetapi juga mencoba membentuk paket yang lebih relevan bagi kebutuhan lokal. Penyesuaian pada spesifikasi, dukungan pengisian daya, dan komponen produksi dalam negeri menjadi bagian dari pendekatan awal perusahaan di segmen skuter listrik.
Dengan peluncuran Evo, Feliz II, dan Viper pada Juni 2026, VinFast memperluas langkahnya di Indonesia melalui produk yang dirancang lebih sesuai dengan kondisi jalan, kebiasaan berkendara, dan kebutuhan mobilitas harian masyarakat. Fokus pada jarak tempuh yang lebih panjang serta penyesuaian komponen lokal menjadi sinyal bahwa persaingan skuter listrik di Indonesia akan semakin menarik.







