Deretan PHEV Jetour Muncul di Beijing, Isyarat Kuat Mobil Hemat Ini Segera Masuk Indonesia

Jetour terlihat makin serius menyiapkan langkahnya di Indonesia setelah menampilkan jajaran mobil plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV di Auto China 2026, Beijing Auto Show. Deretan model yang dipamerkan meliputi T1 i-DM, T2 i-DM, dan SUV premium hybrid G700.

Kemunculan rangkaian PHEV itu memberi sinyal bahwa Jetour tidak hanya berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi juga tengah menata strategi produk untuk pasar yang lebih luas. Di sisi lain, pernyataan dari PT Jetour Sales Indonesia menunjukkan bahwa arah tersebut memang sedang dibaca sebagai peluang masuknya model-model baru ke Tanah Air.

PHEV jadi titik penting strategi Jetour

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menilai PHEV cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas konsumen Indonesia. Ia menyebut teknologi ini menawarkan efisiensi bahan bakar untuk penggunaan harian, termasuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Menurut Ranggy, PHEV juga bisa menjadi jembatan bagi konsumen yang belum siap beralih penuh ke kendaraan listrik baterai. Ia menegaskan bahwa teknologi ini relevan karena masih banyak konsumen yang ingin kendaraan hemat, tetapi belum ingin bergantung pada infrastruktur pengisian daya yang belum tersebar luas.

“Solusi transisi yang sangat relevan untuk konsumen Indonesia,” kata Ranggy saat ditemui di sela acara Travel Worldwide Jetour-Soueast di Beijing, China, 22/4. Pernyataan itu memperkuat pembacaan bahwa Jetour sedang menyiapkan produk yang bisa diterima pasar secara bertahap.

T2 i-DM sudah masuk radar Indonesia

Dari seluruh model yang tampil di Beijing, T2 i-DM menjadi salah satu yang paling terang disebut peluangnya untuk masuk Indonesia. Ranggy menyampaikan bahwa Jetour sebelumnya sudah mengumumkan kehadiran versi PHEV dari T2 i-DM akan segera dibawa ke Indonesia dalam waktu dekat.

Model ini sejalan dengan citra Jetour yang saat ini fokus pada kendaraan hybrid dengan karakter SUV. Ranggy menyebut arah produk merek ini masih mengarah ke model yang “boxy” dan family SUV, sehingga T2 i-DM dianggap cocok dengan positioning tersebut.

Kehadiran T2 i-DM di ajang besar seperti Beijing Auto Show juga memperlihatkan bahwa Jetour sedang membangun eksposur untuk model yang berpotensi dijual di pasar luar negeri. Dalam konteks Indonesia, hal itu bisa dibaca sebagai sinyal bahwa produk tersebut tidak sekadar dipamerkan untuk pasar domestik China.

T1 i-DM masih dihitung dari sisi harga

Selain T2 i-DM, Jetour juga menyiapkan T1 i-DM sebagai kandidat lain untuk pasar Indonesia. Namun, perusahaan masih mengkaji harga yang tepat agar model itu bisa bersaing ketika dijual di Tanah Air.

Ranggy menjelaskan bahwa apabila T1 i-DM benar-benar masuk Indonesia, model tersebut nantinya diproduksi di dalam negeri. Skema rakit lokal itu dinilai penting untuk menjaga daya saing harga.

“Biar lebih bersaing harganya jelas harus dirakit di Indonesia,” ujarnya. Meski begitu, Jetour belum memutuskan waktu peluncurannya karena masih melakukan studi agar produk yang masuk tidak saling memakan pasar.

Menghindari kanibalisme produk

Jetour tampaknya tidak ingin terburu-buru membawa terlalu banyak model sekaligus ke Indonesia. Di satu sisi, perusahaan ingin memanfaatkan momentum meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi, tetapi di sisi lain perlu menjaga agar tiap model punya ruang pasar yang jelas.

Ranggy menegaskan bahwa pertimbangan waktu peluncuran masih dikaji, termasuk risiko kanibalisme antarproduk. Artinya, keputusan masuknya T1 i-DM maupun T2 i-DM tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis, tetapi juga pada penyusunan portofolio yang rapi.

Langkah ini menunjukkan bahwa Jetour melihat pasar Indonesia bukan sekadar tempat distribusi mobil, melainkan pasar yang membutuhkan penyesuaian produk, harga, dan strategi produksi. Dengan deretan PHEV yang dipamerkan di Beijing, arah ekspansi Jetour ke Indonesia kini terlihat semakin konkret dan tinggal menunggu tahap realisasi berikutnya.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait