Changan Automobile sedang memperkuat arah pengembangan kendaraan cerdas melalui platform Software-Defined Architecture Intelligent atau SDA Intelligent. Teknologi ini diposisikan sebagai dasar baru untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kemampuan kendaraan dalam memahami lingkungan sekitarnya.
Pada ajang Beijing Auto Show 2026, Changan menampilkan SDA Intelligent sebagai salah satu sorotan utama. Pabrikan asal China itu membagi penjelasan teknologinya ke dalam tiga bagian, yakni SDA Cockpit, SDA Pilot, dan SDA Chassis.
SDA Cockpit sebagai pusat kendali kabin
SDA Cockpit dirancang untuk menghadirkan pengalaman kabin yang lebih mulus dan responsif. Sistem ini ditenagai oleh sinematografi level master, real-time 3D rendering, dan kecerdasan buatan yang membantu pengoperasian head unit beserta fitur-fiturnya.
Pendekatan tersebut membuat tampilan dan interaksi di dalam kabin terasa lebih terhubung. Changan ingin memastikan pengemudi dapat mengakses fitur kendaraan dengan lebih mudah tanpa mengorbankan kenyamanan pemakaian.
SDA Pilot untuk bantuan berkendara cerdas
Bagian SDA Pilot berfokus pada sistem bantuan pengemudi dengan tingkat keamanan tinggi. Teknologi ini membantu mobil memiliki kemampuan berkendara yang menyerupai reaksi manusia, termasuk mendukung parkir otomatis.
Changan menyebut SDA Pilot sebagai bagian penting dari upaya membangun kendaraan yang lebih adaptif terhadap kondisi jalan. Sistem ini diposisikan untuk membantu pengemudi menghadapi berbagai situasi berkendara dengan lebih percaya diri.
SDA Chassis dan kendali yang lebih presisi
SDA Chassis menjadi lapisan teknologi yang mengintegrasikan perangkat keras utama, termasuk motor listrik, suspensi hidrolik aktif, dan sistem steer-by-wire. Kombinasi ini disebut memberi stabilitas yang lebih baik, sekaligus meningkatkan kenyamanan saat mobil melaju.
Teknologi tersebut juga dirancang untuk menghadirkan kabin yang lebih lapang dan pengalaman berkendara yang lebih meyakinkan bagi pengemudi maupun penumpang. Dalam penjelasan Changan, sistem kendali ini menjadi salah satu yang pertama di industri yang menawarkan pendekatan canggih untuk memperkuat rasa aman dan nyaman.
Cara kerja SDA Intelligent
SDA Intelligent mengusung prinsip “Keen Perception, Agile Mind, and Precise Execution.” Prinsip ini menggambarkan cara kerja sistem yang tidak hanya mengenali kondisi sekitar, tetapi juga menilai situasi lalu merespons dengan akurasi tinggi.
Secara teknis, sistem ini mengandalkan kombinasi LiDAR dan kamera multi-sudut yang dipadukan dengan AI. Menurut Rijal Mulyadi, Head of Marketing Changan Indonesia, AI tersebut sudah dilatih menggunakan data berkendara nyata dalam jumlah besar.
Pelatihan itu membuat sistem mampu menghadapi kondisi yang lebih kompleks. Contohnya saat jarak pandang minim, ketika harus bermanuver di jalan sempit, atau saat perlu bereaksi cepat saat pengereman mendadak.
Fokus pada keamanan yang lebih menyeluruh
Changan menempatkan SDA Intelligent sebagai pendekatan holistik, bukan sekadar sistem pencegah kecelakaan. Teknologi ini juga dirancang untuk menjaga stabilitas berkendara, kesehatan kabin, kenyamanan psikologis pengemudi, hingga keamanan data pengguna.
Salah satu keunggulan yang disorot ada pada sistem kontrol sasis dan roda yang berpresisi tinggi. Responsnya diklaim jauh lebih cepat dibandingkan reaksi manusia, terutama dalam situasi kritis seperti ban pecah atau saat mobil melewati permukaan jalan licin.
Menjadi fondasi strategi global Changan
Implementasi SDA Intelligent menjadi bagian penting dari strategi Changan dalam mengembangkan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle. Teknologi ini juga mulai digunakan pada merek-merek di bawah Changan, seperti Avatr, Deepal, dan Changan Nevo.
Changan bahkan melihat SDA Intelligent sebagai fondasi mobilitas masa depan. Sistem ini tidak hanya disiapkan untuk mobil penumpang, tetapi juga untuk mendukung ekosistem robotika hingga penerbangan rendah, sejalan dengan ambisi perusahaan menjadikan keselamatan cerdas sebagai inti pertumbuhan berikutnya.
Source: otomotif.kompas.com