Populasi Kendaraan Listrik Tembus 358 Ribu Unit, Motor Masih Menguasai Pasar

Author: Qoo Media

Populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 358.205 unit hingga Februari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan ramah lingkungan terus bergerak naik, meski porsinya masih jauh di bawah kendaraan berbahan bakar minyak.

Data itu disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam pemaparan di Senayan, Jakarta Pusat. Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi, menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut datang dari akumulasi pasar otomotif sejak 2020.

Motor listrik masih mendominasi

Dari total populasi kendaraan listrik, segmen roda dua masih menjadi tulang punggung pasar. Motor listrik tercatat sebanyak 236.451 unit atau sekitar 66 persen dari keseluruhan populasi.

Trois mengatakan, “Jadi kalau kita lihat total populasi kendaraan listrik di Indonesia, saat ini angkanya sudah 358.205 unit. Di mana paling besar masih roda dua dan memang kita melihat ini tumbuh.” Pernyataan itu memperlihatkan bahwa motor listrik masih menjadi pintu masuk utama masyarakat ke kendaraan elektrifikasi.

Meski begitu, Trois juga mengingatkan bahwa skala kendaraan listrik masih belum sebanding dengan kendaraan bensin. Ia menyebut, jika dibandingkan dengan populasi kendaraan berbahan bakar minyak, jumlah kendaraan listrik saat ini “belum ada apa-apanya”.

Mobil listrik ikut naik, didukung stimulus pajak

Di belakang motor listrik, mobil listrik menjadi segmen terbesar berikutnya dengan populasi 119.638 unit. Angka ini memperlihatkan bahwa pasar kendaraan listrik roda empat juga bergerak, terutama karena dukungan kebijakan yang masih berjalan.

Menurut data yang disampaikan ESDM, faktor pendorong utama kenaikan kendaraan listrik roda empat adalah stimulus pajak dari pemerintah. Dukungan ini membantu menjaga minat pasar dan memperkuat penetrasi mobil listrik di Indonesia.

Selain mobil dan motor listrik, populasi kendaraan listrik lain tercatat jauh lebih kecil. Bus listrik baru mencapai 798 unit, kendaraan roda tiga listrik 778 unit, kendaraan komersial listrik 537 unit, dan kendaraan khusus listrik hanya 3 unit.

Lonjakan paling besar terjadi pada 2025

Pertumbuhan populasi kendaraan listrik tercatat paling agresif pada tahun 2025. Dalam periode itu, jumlahnya naik 39,3 persen atau bertambah sekitar 134 ribu unit dalam satu tahun.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik tidak lagi bergerak lambat, terutama pada segmen yang paling banyak digunakan masyarakat. Namun, ESDM juga mencatat bahwa motor listrik sempat mengalami perlambatan pertumbuhan pada periode yang sama ketika penjualan mobil listrik justru terus menanjak.

Sebaran populasi kendaraan listrik di Indonesia

Berikut rincian populasi kendaraan listrik yang disampaikan Kementerian ESDM:

  1. Motor listrik: 236.451 unit
  2. Mobil listrik: 119.638 unit
  3. Bus listrik: 798 unit
  4. Kendaraan roda tiga listrik: 778 unit
  5. Kendaraan komersial listrik: 537 unit
  6. Kendaraan khusus listrik: 3 unit

Komposisi itu memperlihatkan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia masih sangat bertumpu pada sepeda motor. Sementara itu, segmen mobil listrik menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat berkat dukungan kebijakan fiskal yang masih berlangsung.

Di tengah laju kenaikan tersebut, pemerintah tetap memandang pasar kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi yang masih panjang. Dengan total populasi yang sudah menembus 358.205 unit, ruang pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia masih terbuka lebar, terutama jika insentif dan minat pasar tetap terjaga.

Terbaru