VinFast mengandalkan ribuan robot otomatis di pabrik motor listriknya di Hai Phong, Vietnam, untuk menjaga presisi produksi skuter listrik sebelum dikirim ke pasar luar negeri, termasuk Indonesia. Fasilitas yang berdiri di atas lahan 335 hektar itu ditargetkan mampu memproduksi 500.000 unit sepeda motor listrik per tahun.
Penggunaan teknologi Industri 4.0 menjadi fondasi utama operasional pabrik tersebut. Sensor berbasis cloud dipakai untuk memantau konsistensi kualitas di seluruh lini secara real-time, sehingga setiap tahap manufaktur dapat diawasi lebih ketat.
Proses Produksi yang Serba Otomatis
Di tahap awal, pengerjaan rangka motor dilakukan sepenuhnya oleh robot ABB di Bengkel Bodi. Proses penyambungan komponen di area ini memakai teknologi Cold Metal Transfer atau CMT untuk menjaga spesifikasi rangka tetap seragam dan presisi.
Pendekatan otomatisasi itu tidak berhenti di bodi. VinFast juga menerapkan sistem yang terintegrasi di seluruh lini agar hasil akhir dapat memenuhi standar produksi massal tanpa mengorbankan keseragaman kualitas.
Bengkel Cat dan Pengendalian Lingkungan
Setelah bodi selesai, unit masuk ke Bengkel Cat yang tingkat otomatisasinya mencapai 95 persen. Fasilitas ini memiliki dua lini khusus, masing-masing untuk komponen plastik dan baja, agar setiap material memperoleh perlakuan yang sesuai.
VinFast juga melengkapi bengkel cat dengan sistem pengolahan limbah gas dan air. Langkah ini menunjukkan bahwa efisiensi produksi berjalan bersamaan dengan pengelolaan lingkungan yang lebih tertib.
Perakitan, Pengujian, dan Standar Keamanan
Tahap berikutnya berlangsung di Bengkel Perakitan Umum dengan durasi pengerjaan yang terjadwal selama 1 menit di setiap pos perakitan. Pada bagian ini, perangkat pengencangan otomatis dari Atlas Copco digunakan untuk memastikan nilai torsi setiap komponen sesuai standar keamanan.
Setelah motor selesai dirakit, tim Quality Control melakukan pemeriksaan menyeluruh. Inspeksi mencakup kondisi bodi, fungsi baterai, dan sistem pencahayaan sebelum unit menjalani uji jalan pendek sebagai verifikasi akhir.
Arti Ekspansi VinFast bagi Indonesia
CEO VinFast e-Scooter Indonesia, Yordan Setiadi, menyebut operasional di Vietnam menjadi bagian penting dari strategi ekosistem perusahaan yang juga menyasar Indonesia. Ia menjelaskan bahwa ekspansi VinFast tidak hanya berbicara soal kendaraan, tetapi juga mencakup infrastruktur pendukung dan layanan transportasi berbasis listrik.
Yordan menambahkan bahwa investasi untuk pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat, sudah direalisasikan pada tahun lalu. Ia juga menegaskan bahwa lewat ekosistem Vingroup, yang mencakup produksi baterai hingga layanan transportasi listrik, VinFast menyiapkan komitmen jangka panjang untuk pasar Indonesia.
Target Produksi Global yang Lebih Besar
Di sisi lain, VinFast menargetkan kapasitas produksi global mencapai 1 juta unit skuter listrik per tahun. Target itu akan didukung oleh rencana pengoperasian pabrik di India dan Indonesia, serta pengembangan kawasan industri internal untuk memproduksi berbagai komponen utama secara mandiri.
Dengan kombinasi robot, sensor cloud, dan lini produksi yang sangat otomatis, pabrik Hai Phong menjadi gambaran bagaimana VinFast membangun basis manufaktur untuk skala besar. Sistem ini sekaligus memperlihatkan arah perusahaan dalam memperluas rantai produksi kendaraan listrik ke sejumlah pasar Asia.







