Di Markas Xpeng, Mobil Terbang Dan Robot Jadi Nyata, Bukan Sekadar Konsep

Author: Qoo Media

Mengunjungi markas besar Xpeng di Guangzhou memberi gambaran yang lebih utuh tentang arah yang sedang dikejar pabrikan asal China itu. Di balik citra sebagai pembuat mobil listrik canggih, Xpeng juga memperlihatkan ambisi yang meluas ke mobil terbang dan robot humanoid.

Kunjungan ke fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Xpeng tidak hanya membangun kendaraan untuk jalan raya. Perusahaan yang berdiri pada 2014 itu terlihat ingin menggabungkan otomotif, kecerdasan buatan, dan mobilitas masa depan dalam satu ekosistem teknologi yang lebih luas.

Fokus Xpeng bukan cuma mobil listrik

Di markas besarnya, Xpeng menampilkan diri sebagai pabrikan yang bergerak agresif dalam pengembangan produk. Perusahaan ini menempatkan inovasi sebagai bagian inti dari identitas merek, bukan sekadar pelengkap di sisi pemasaran.

Senior Brand Director Xpeng Motor, Daniel Wu, menyebut perusahaan itu memiliki pandangan jauh ke depan. Ia mengatakan Xpeng melihat penerapan teknologi “bukan hanya dari satu sisi saja namun pada hal yang lebih luas.”

Pernyataan itu terasa relevan saat melihat bagaimana Xpeng mengembangkan lini mobilnya. Salah satu model yang mencuri perhatian adalah GX, SUV terbesar dan termewah Xpeng yang meluncur pada ajang China Auto 2026 atau Beijing Auto Show 2026.

Model tersebut memakai sejumlah teknologi terkini. Di antaranya ada steering by wire dan sistem kemudi otonom generasi terbaru, yang memperlihatkan arah pengembangan Xpeng pada kendaraan pintar.

Pabrik yang bergantung pada robot dan AI

Selain memamerkan produk, Xpeng juga membuka proses perakitan mobilnya. Di fasilitas Guangzhou, terlihat bahwa robot dan teknologi AI sudah banyak dipakai dalam produksi.

Pendekatan itu membuat perakitan berjalan lebih efisien dan presisi. Bagi Xpeng, otomatisasi bukan hanya soal mempercepat produksi, tetapi juga menjaga konsistensi kualitas di tengah pertumbuhan produk yang agresif.

Gambaran ini menegaskan bahwa Xpeng ingin tampil sebagai pabrikan yang tidak hanya mengikuti tren elektrifikasi. Perusahaan itu juga berupaya membangun kemampuan manufaktur yang selaras dengan visi mobilitas cerdas.

Aridge dan obsesi pada mobil terbang

Di luar mobil, Xpeng mengejar sektor yang jauh lebih futuristis melalui eVTOL atau electric Vertical Take-Off and Landing. Untuk proyek ini, Xpeng membentuk divisi mandiri bernama Aridge.

Tujuan eVTOL tersebut cukup jelas, yakni menjadi moda transportasi alternatif untuk mengurangi kemacetan dan mempercepat perjalanan di kawasan perkotaan. Bentuknya lebih menyerupai drone daripada helikopter, dengan enam rotor elektrik dan kapasitas dua penumpang.

Pihak Aridge menyebut kendaraan itu mampu terbang selama 20 menit dengan kecepatan 20-30 km/jam. Struktur utamanya menggunakan aluminium dan karbon, menandakan fokus pada bobot ringan sekaligus kekuatan material.

Menariknya, mobil terbang itu disebut akan mulai dikirimkan kepada pelanggan pada Oktober tahun ini. Daniel Wu juga mengatakan bahwa sudah ada 7 ribu pemesanan di China, dengan harga mulai 300 USD atau sekitar Rp 5,1 miliar.

Robot humanoid sebagai bagian dari mobilitas masa depan

Di sisi lain, Xpeng juga menaruh perhatian pada robot humanoid bernama Iron. Robot ini dirancang dengan gerakan yang luwes dan natural, menyerupai cara manusia bergerak.

Keberadaan Iron memperluas pemahaman tentang bisnis Xpeng. Robot tersebut tidak hanya diposisikan sebagai mesin kerja, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan AI, kendaraan cerdas, dan mobilitas masa depan ke kehidupan sehari-hari.

Langkah itu memperlihatkan bagaimana Xpeng membangun narasi teknologi yang saling terhubung. Mobil listrik, eVTOL, dan robot humanoid ditempatkan dalam satu visi besar yang sama, yakni menciptakan cara baru dalam bergerak, bekerja, dan berinteraksi dengan teknologi.

Jendela ke arah yang ingin ditempuh Xpeng

Dari Guangzhou, arah itu terlihat cukup tegas. Xpeng ingin menjadi lebih dari sekadar produsen mobil listrik, dan markas besarnya menjadi tempat paling jelas untuk membaca ambisi tersebut.

Perusahaan ini menempatkan AI, otomasi, kendaraan otonom, mobil terbang, dan robot dalam satu peta pengembangan yang saling melengkapi. Di tengah persaingan industri yang makin ketat, Xpeng menunjukkan bahwa masa depan yang ingin dibangunnya tidak berhenti di permukaan aspal.

Source: otodriver.com
Terbaru