Beberapa minggu setelah nama Freelander muncul lagi lewat sebuah konsep yang mencuri perhatian, versi produksinya kini benar-benar hadir di Beijing Auto Show. Model ini diberi nama Freelander 8 dan diposisikan sebagai SUV global, dengan konfigurasi kemudi kiri dan kanan yang sama-sama disiapkan.
Kehadiran Freelander 8 menjadi menarik karena dimensinya disebut lebih besar dari Land Rover Defender 110. JLR dan Chery juga menempatkannya di atas platform iMAX milik perusahaan baru tersebut, yang dirancang fleksibel untuk kendaraan listrik penuh, range-extended EV, dan plug-in hybrid.
Desain yang tetap dekat dengan konsep
Secara visual, Freelander 8 masih mengikuti arah desain Concept 97 dengan cukup kuat. Bagian depan memakai sepasang lampu berbentuk kotak dan tidak menampilkan grille tradisional, sementara bukaan udara kecil ditempatkan di bumper.
Sebuah LiDAR juga terlihat di atas kaca depan, menegaskan bahwa SUV ini membawa perangkat bantu berkendara modern. Di bagian samping, rumah roda hitam yang melebar, side skirt bergaya tangguh, roof rail, dan pelek hitam-silver membuat tampilannya tetap bernuansa SUV petualang.
Ada satu perubahan penting dari mobil konsep ke versi produksi. Pintu belakang model produksi tidak lagi memakai desain suicide door seperti pada konsep, melainkan menggunakan pintu konvensional.
Dimensi besar dan posisi pasar yang agresif
Ukuran menjadi salah satu poin utama yang membedakan Freelander 8 dari rivalnya. Sumber menyebut SUV ini lebih panjang, lebih tinggi, dan lebih lebar daripada Defender 110, sehingga potensinya untuk mencuri perhatian di kelas SUV besar cukup besar.
Langkah itu menunjukkan bahwa Freelander 8 tidak sekadar hadir sebagai model gaya, tetapi juga sebagai produk yang ingin masuk ke segmen SUV nyata dengan proporsi yang serius. Dalam konteks itu, nama Freelander lama dipakai kembali, tetapi arahnya jelas menuju pasar yang lebih modern dan elektrifikasi.
Interior masih dirahasiakan, tetapi ada beberapa petunjuk
JLR dan Chery belum memperlihatkan kabin Freelander 8 secara penuh. Meski begitu, mereka menyebut SUV ini akan memakai layar “Mini LED integrated screen” terbesar di segmennya, yang kemungkinan punya format lebar dari pilar ke pilar seperti pada kabin Concept 97.
Selain itu, kursi depan disebut akan mengusung teknologi “zero-gravity”. Penyebutan ini mengarah pada fokus kenyamanan, terutama untuk model yang ditujukan bermain di kelas atas SUV elektrifikasi.
Basis listrik 800 volt dan pengisian cepat
Di sisi teknis, informasi lengkap soal performa dan jangkauan belum diumumkan. Namun, seluruh model disebut memakai arsitektur listrik 800 volt, dan varian motor listriknya mendukung pengisian hingga 350 kW.
Paket tersebut memberi gambaran bahwa Freelander 8 dirancang untuk mengejar efisiensi waktu isi ulang dan fleksibilitas powertrain. Dengan dukungan BEV, extended-range EV, serta plug-in hybrid, model ini terlihat disiapkan untuk menampung kebutuhan pasar yang masih beragam.
Target model lebih luas, tetapi ada pasar yang terlewat
Freelander 8 bukan satu-satunya produk baru dari merek ini. JLR menyatakan bahwa brand Freelander akan meluncurkan enam model produksi dalam lima tahun ke depan, dan sebagian di antaranya akan dijual di pasar lain.
Namun, ada satu pasar besar yang tidak masuk daftar, yaitu Amerika Serikat. Informasi itu membuat strategi distribusi Freelander terlihat selektif, sekaligus menegaskan bahwa fokus awal perusahaan kemungkinan akan lebih berat ke pasar yang lebih menerima SUV elektrifikasi berukuran besar.
Dengan desain yang dekat ke konsep, ukuran yang melampaui Defender 110, serta basis platform yang mendukung berbagai tipe elektrifikasi, Freelander 8 diposisikan sebagai SUV serius yang membawa kembali nama lama ke arah yang jauh lebih modern. Perpaduan identitas desain, teknologi 800 volt, dan rencana ekspansi global membuat model ini menjadi salah satu produk paling menarik dari kebangkitan merek Freelander.
Source: www.carscoops.com