Audi Sport kini justru meraih permintaan besar dari mobil balap lawas, bukan dari model baru. Program “Audi Sport racing legends” menarik minat kolektor dan pembeli private sampai antrian restorasinya menumpuk, karena kapasitas bengkel tidak mampu mengejar permintaan global.
Rolf Michl, Managing Director Audi Sport GmbH, menyebut minat terhadap mobil balap yang sudah pensiun melampaui perkiraan awal. Setiap unit harus direstorasi total di pabrik agar kondisi mobil siap dipakai di lintasan saat dikirim ke pemilik.
Permintaan Melampaui Kapasitas Restorasi
Audi Sport tidak hanya menjual mobil balap bekas pakai dalam kondisi apa adanya. Setiap mobil melewati proses pemulihan menyeluruh agar performa, keamanan, dan detail teknisnya kembali sesuai standar pabrik.
Proses itu membuat waktu pengerjaan menjadi panjang dan daftar tunggu terus melebar. Audi bahkan mengakui antrean pengiriman sudah melampaui “well beyond the 2026 season”, sehingga beberapa calon pembeli harus menunggu jauh lebih lama dari perkiraan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar mobil balap koleksi punya daya tarik tersendiri. Bagi sebagian pembeli, nilai utama bukan sekadar kelangkaan, tetapi juga kesempatan memiliki mesin balap asli yang kembali hidup dalam kondisi siap melaju.
Dari Proyek Khusus Menjadi Divisi Resmi
Audi mulai menawarkan mobil balap factory-backed pada 2024 lewat model seperti Audi R8 LMS GT3 EVO yang pernah tampil dalam film Gran Turismo. Inisiatif itu kemudian berkembang menjadi divisi formal pada 2025, menandakan strategi ini bukan sekadar program sampingan.
Perkembangan tersebut sejalan dengan tren meningkatnya minat terhadap revival racing series. Audi melihat pasar untuk mobil-mobil dari era Class 1 DTM, yang mencakup periode 1993 hingga 2020, terus tumbuh di kalangan penggemar balap dan kolektor.
Audi Sport juga menempatkan penjualan ini sebagai perpanjangan dari warisan kompetisi mereka. Mobil yang dilepas ke pasar bukan produk replika, melainkan kendaraan balap asli yang pernah digunakan dalam ajang besar.
RS 5 DTM Jadi Buruan
Salah satu contoh paling jelas datang dari Audi RS 5 DTM. Dalam waktu kurang dari setahun, tiga unit sudah terjual, menunjukkan betapa kuatnya minat pasar terhadap mobil balap touring lawas tersebut.
RS 5 DTM berbeda jauh dari RS 5 Coupe jalan raya. Mobil ini memakai monocoque serat karbon dan aerodinamika ekstrem, sementara model setelah 2019 berganti dari mesin V8 lama ke mesin turbo 2.0 liter empat silinder yang menghasilkan 610 hp atau 455 kW / 618 PS.
Spesifikasi itu menempatkan RS 5 DTM sebagai barang koleksi sekaligus mesin balap serius. Nilai historisnya datang dari reputasi Audi di lintasan, sementara nilainya sebagai produk rekayasa tetap menarik bagi pembeli yang memahami dunia motorsport.
LMP dan Endurance Jadi Daya Tarik Berikutnya
Selain mobil DTM, katalog Audi Sport juga mencakup prototipe balap ketahanan yang lebih ekstrem. Salah satunya adalah Audi R18 e-tron quattro dari 2013, yang sudah masuk ke koleksi pribadi dan dikenal lewat kombinasi mesin V6 TDI di posisi tengah serta sistem hybrid canggih.
Mobil itu punya sejarah kuat karena membantu Audi meraih berbagai kemenangan di ajang 24 Hours of Le Mans. Konteks ini membuatnya bukan hanya kendaraan mahal, tetapi juga artefak kompetisi dari era dominasi Audi di balap ketahanan.
Audi Sport menyebut para insinyurnya kini menyiapkan prototipe tambahan untuk dijual. Mereka juga memastikan setiap komponen rumit kembali ke standar pabrik setelah mobil digunakan dalam balapan yang berat.
Untuk pemilik yang sudah menerima unit, Audi masih memberi dukungan teknis agar mobil benar-benar dipakai di lintasan, bukan disimpan sebagai pajangan. Pada musim 2026, Audi juga menampilkan sejumlah mobil klasik di Hockenheim, Le Mans, Nurburgring, dan Red Bull Ring, termasuk R10 TDI bermesin diesel V12 yang dipamerkan bersama R18 e-tron quattro di Le Sarthe.
Source: www.carscoops.com