Asosiasi Produsen Mobil Penumpang China atau CPCA memperkirakan penjualan ritel kendaraan energi baru atau NEV di China pada April akan naik tipis menjadi sekitar 860.000 unit. Jika proyeksi itu tercapai, tingkat penetrasi NEV di pasar ritel penumpang akan menembus rekor baru di kisaran 60,6% untuk pertama kalinya dalam basis bulanan.
Perkiraan itu menunjukkan NEV tetap bergerak lebih kuat dibanding pasar mobil secara keseluruhan. Di saat yang sama, kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE masih menanggung tekanan karena permintaan belum pulih secepat kendaraan listrik dan hibrida plug-in.
NEV masih menjadi penopang utama pasar
CPCA menyebut estimasi penjualan April itu sedikit lebih tinggi dibanding sekitar 850.000 unit pada bulan sebelumnya. Namun, angka tersebut masih berada di bawah 905.000 unit yang tercatat pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar NEV masih tumbuh relatif lebih tahan banting ketimbang segmen kendaraan konvensional. Saat pasar otomotif yang lebih luas melemah, NEV justru naik tipis dan memperbesar pangsa pasarnya.
Data CPCA juga mencatat bahwa penjualan ritel NEV penumpang pada Maret berada di sekitar 852.000 unit. Angka itu turun 14,1% secara tahunan, tetapi tetap menjadi dasar yang kuat bagi pemulihan lebih lanjut pada bulan berikutnya.
Pasar mobil keseluruhan masih tertekan
Untuk April, CPCA memperkirakan total penjualan ritel mobil penumpang sekitar 1,42 juta unit. Angka tersebut berarti turun sekitar 13,8% dibanding bulan sebelumnya, sehingga menunjukkan pasar masih belum sepenuhnya pulih.
Dalam bulan yang sama, penetrasi NEV diperkirakan mencapai 60,6% dari total pasar ritel penumpang. Pencapaian ini penting karena menandai pertama kalinya NEV melampaui ambang 60% secara bulanan, sebuah sinyal bahwa pergeseran pasar ke arah elektrifikasi terus berlangsung.
Pada Maret, penjualan ritel mobil penumpang China tercatat sekitar 1,65 juta unit, turun 15,0% secara tahunan. Selama kuartal pertama, total penjualan ritel mobil penumpang mencapai 4,226 juta unit, atau turun 17,4% dibanding tahun sebelumnya.
Pemulihan ekonomi belum langsung mengangkat belanja besar
CPCA menilai pertumbuhan ekonomi bruto China sebesar 5% pada kuartal pertama belum langsung mendorong pemulihan kuat di sektor konsumsi bernilai besar. Dalam konteks itu, pasar mobil masih bergerak hati-hati meski ada tanda perbaikan makroekonomi.
Asosiasi itu juga menyoroti tekanan dari kenaikan harga minyak yang terus membayangi pasar ICE. Kondisi tersebut membuat kendaraan berbahan bakar fosil tetap sulit mengembalikan daya saingnya dalam persaingan ritel.
Pergerakan pasar pada awal April juga sempat terganggu oleh libur Tomb-Sweeping Day. Pada pekan pertama, rata-rata penjualan harian turun ke sekitar 25.000 unit, sebelum membaik pada pekan berikutnya.
Momentum membaik di pekan-pekan akhir bulan
CPCA mencatat rata-rata penjualan harian naik kembali menjadi sekitar 38.000 unit pada pekan kedua. Pada fase itu, penurunan tahunan dan bulanan mulai menyempit, sehingga sentimen pasar menunjukkan pemulihan tipis.
Menjelang dan selama gelaran Beijing Auto Show, peluncuran banyak model baru ikut mendorong lalu lintas pengunjung ke dealer dan meningkatkan pesanan di tingkat ritel. Dorongan ini membantu penjualan NEV mempertahankan momentum saat pasar mobil secara umum masih lesu.
CPCA juga menilai persaingan di pasar otomotif China mulai bergeser. Fokus kompetisi tidak lagi hanya bertumpu pada perang harga, tetapi bergerak ke kekuatan produk, teknologi, dan daya tarik model baru.
Perubahan itu memperlihatkan bahwa pasar otomotif China sedang berada pada fase transisi yang lebih matang. Dalam fase ini, arah pasar semakin ditentukan oleh preferensi konsumen dan kualitas produk, sementara NEV tampil sebagai segmen yang paling cepat menangkap perubahan tersebut.







