GAC International memastikan dua SUV baru AION, yaitu i60 dan N60, akan masuk pasar Indonesia. Kepastian ini memperkuat rangkaian produk listrik mereka di Tanah Air setelah AION V dan Y Plus lebih dulu dipasarkan.
Pernyataan itu disampaikan Wei Haigang, president GAC International, saat ditemui Otodriver di Beijing, Cina. Ia menyebut Indonesia menjadi pasar penting dan menegaskan bahwa perusahaan akan memasarkan lebih banyak produk baru, termasuk model BEV, HEV, PHEV, dan REEV.
Indonesia Jadi Pasar Strategis
GAC menaruh perhatian besar pada Indonesia karena capaian bisnisnya dinilai kuat. Wei menyebut Indonesia pernah meraih penghargaan sebagai pasar dengan penjualan AION V terbanyak di dunia, sekaligus mendapat apresiasi atas fasilitas perakitan CKD terbaik di luar Cina.
Posisi tersebut membuat Indonesia tetap masuk dalam rencana ekspansi produk GAC. Dengan dasar itu, kehadiran i60 dan N60 dipandang sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat lini AION di segmen SUV listrik dan elektrifikasi baru.
Lanjutan dari AION V dan Y Plus
AION i60 dan N60 hadir sebagai model penerus yang melengkapi portofolio setelah AION V dan Y Plus. Keduanya sudah lebih dulu dijual di Indonesia, sehingga kehadiran dua model baru ini berpotensi memperluas pilihan konsumen yang mencari SUV listrik dari merek yang sama.
Di pasar Cina, AION i60 sudah diluncurkan pada akhir tahun lalu. Sementara itu, N60 baru mulai dijual pada pertengahan April lalu, sehingga keduanya masih tergolong model baru dalam jajaran global GAC.
Perbedaan Teknis di Pasar Cina
Secara ukuran, i60 dan N60 disebut tidak jauh berbeda dari AION V dan Y Plus. Meski begitu, desain keduanya dikembangkan baru dan tidak sekadar penyegaran dari model sebelumnya.
AION i60 menawarkan dua pilihan penggerak, yakni BEV dan REEV. Versi ini memiliki tenaga maksimum hingga 221 hp dan torsi 280 Nm, sehingga memberi opsi yang lebih beragam bagi konsumen yang mempertimbangkan efisiensi maupun jangkauan.
Untuk pasar Cina, N60 saat ini tersedia sebagai BEV dengan tenaga 201 hp. Sampai sekarang, belum ada kepastian spesifikasi yang akan dibawa ke Indonesia, sehingga daftar fitur dan teknisnya masih menunggu pengumuman resmi.
REEV Jadi Sorotan Utama
Kehadiran REEV pada i60 menjadi salah satu poin paling menarik dari dua model anyar ini. Kombinasi motor listrik dan mesin bensin 1.500 cc disebut mampu membawa mobil menempuh jarak hingga 1.240 km ketika baterai dan tangki bensin terisi penuh.
Teknologi ini bisa menjadi pembeda penting di pasar Indonesia, terutama bagi konsumen yang masih mempertimbangkan kebutuhan jarak tempuh jauh tanpa sering mengisi daya. Namun, GAC belum mengonfirmasi apakah varian REEV tersebut akan langsung disiapkan untuk Indonesia.
Fitur Premium dan ADAS
Dari sisi kenyamanan, i60 dibekali panoramic roof yang memanjang dari depan ke belakang. Fitur ini juga dilengkapi tirai elektrik yang bisa dibuka dan ditutup untuk membantu meredam terik matahari.
N60 membawa pendekatan berbeda di sisi keselamatan dan bantuan berkendara. Model ini sudah memakai sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atap depan, sebagai bagian dari sistem ADAS yang lebih mutakhir.
Meski teknologi tersebut sudah terlihat pada model untuk pasar Cina, belum ada kepastian apakah fitur yang sama akan disematkan saat masuk Indonesia. GAC menegaskan bahwa spesifikasi tiap negara bisa berbeda karena menyesuaikan regulasi dan persaingan pasar.
Peluncuran di Indonesia Masih Menunggu Waktu
GAC belum menyebut waktu peluncuran resmi i60 dan N60 di Indonesia. Meski begitu, Wei Haigang memberi sinyal bahwa prosesnya akan dipercepat, sejalan dengan strategi perusahaan yang bergerak cepat di pasar mobil Cina dan global.
Dengan kepastian bahwa i60 dan N60 akan dijual di Indonesia, arah ekspansi AION di Tanah Air terlihat semakin jelas. Kini tinggal menunggu model mana yang akan lebih dulu masuk, serta spesifikasi apa saja yang akan disiapkan untuk konsumen Indonesia.
Source: otodriver.com






