Kompetisi mekanik yang mengandalkan siswa SMK kembali memperlihatkan cara industri ikut membentuk tenaga kerja terampil sejak bangku sekolah. Lewat Tekiro Mechanic Competition 2026, PT Altama Surya Anugerah menempatkan ajang ini bukan hanya sebagai lomba, tetapi sebagai ruang uji kesiapan calon mekanik menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Wakil Direktur PT Altama Surya Anugerah Stephanus Santoso menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Tekiro terhadap revitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia. Ia menyebut kompetisi tersebut dirancang sebagai standar evaluasi untuk melihat sejauh mana siswa SMK mampu menjawab tantangan kerja nyata di sektor otomotif.
Seleksi ketat dari puluhan ribu peserta
Ajang ini diikuti 89.565 siswa dari 544 SMK di Indonesia. Para peserta harus melalui tahapan yang berlapis, dimulai dari seleksi babak penyisihan secara daring sebelum mengerucut menjadi 30 sekolah semifinalis.
Dari tahap itu, kompetisi kembali menyaring peserta hingga tersisa 10 sekolah finalis. Pola seleksi seperti ini membuat persaingan berlangsung sangat ketat dan menempatkan peserta final sebagai wakil terbaik dari masing-masing sekolah.
Ujian yang mendekati kebutuhan industri
Di babak final, para siswa mendapat tantangan teknis yang mencakup sistem kelistrikan, diagnosis mesin, sistem transmisi, dan penanganan teknologi kendaraan. Penilaian dilakukan secara objektif oleh juri profesional yang berasal dari praktisi industri dan akademisi otomotif.
Tekiro menilai kualitas finalis menunjukkan sinergi antara dunia industri dan SMK sudah berjalan pada jalur yang tepat. Stephanus mengatakan, “Tekiro berkomitmen untuk terus mencetak mekanik-mekanik handal yang memiliki disiplin, pengetahuan teknis yang luas, serta karakter juara yang dibutuhkan oleh industri.”
Hasil akhir dan apresiasi untuk sekolah
Juara pertama diraih SMK Negeri 4 Jakarta. Posisi kedua ditempati SMK Negeri 1 Magelang, sementara SMK Negeri 1 Purworejo berada di peringkat ketiga.
SMK Negeri 26 Jakarta meraih juara harapan 1, disusul SMK Wongsorejo Gombong dan SMK Negeri 8 Bandung. Hasil ini menunjukkan sebaran kualitas siswa teknik otomotif dari berbagai daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Hadiah untuk mendorong mutu praktik
Tekiro menyiapkan total hadiah ratusan juta rupiah bagi para pemenang. Hadiah itu terdiri dari uang tunai, trofi, sertifikat, dan paket perlengkapan alat bengkel profesional.
Pemberian tool set lengkap juga diarahkan untuk membantu sekolah memperbarui fasilitas praktik agar pembelajaran tetap sesuai standar industri. Dukungan ini penting karena kualitas fasilitas bengkel sekolah ikut menentukan kualitas keterampilan siswa saat masuk dunia kerja.
Jalur lanjut bagi para juara
Selain hadiah utama, para pemenang juga mendapat free pass untuk melanjutkan karier atau pendidikan. Mereka bisa langsung bekerja di bengkel internasional B-Quik, melanjutkan kuliah di Politeknik ATMI Cikarang, atau Politeknik Negeri Semarang (Polines).
Skema tersebut memberi gambaran bahwa kompetisi ini tidak berhenti pada seremoni lomba, melainkan membuka jalur nyata bagi siswa SMK untuk masuk ke dunia industri atau pendidikan tinggi. Tekiro menempatkan kompetisi mekanik ini sebagai bagian dari ekosistem pembinaan yang menghubungkan sekolah, industri, dan kesiapan kerja secara langsung.
Source: otomotif.kompas.com