Green SM Buka Suara Usai Taksi Mereka Tempere KRL di Bekasi, Ini Respons Lengkapnya

Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan resmi setelah kendaraan operasionalnya terlibat dalam insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Perusahaan menegaskan bahwa mereka memberi perhatian penuh pada kejadian tersebut dan sudah menyerahkan informasi yang relevan kepada pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi.

Insiden itu terjadi ketika KRL Commuter Line tertahan setelah ada kereta lain yang sebelumnya tertemper taksi Green SM di depannya. Dalam rekaman video yang beredar, kendaraan Green SM tampak berada di tengah rel sebelum akhirnya ditabrak KRL Commuter Line yang melintas di lokasi.

Kronologi singkat kejadian

Menurut keterangan Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, KRL tersebut terhenti karena ada taksi yang menemper KRL di JPL, lintasan dekat Bulak Kapal. Keterangan itu memperlihatkan bahwa posisi KRL sudah tidak bergerak saat tabrakan berikutnya terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Situasi di lintasan itu kemudian berkembang menjadi kecelakaan yang melibatkan lebih dari satu rangkaian. KAI menyebut peristiwa tersebut bermula dari kendaraan yang masuk ke area rel, lalu memicu gangguan perjalanan kereta di jalur tersebut.

Sikap Green SM Indonesia

Dalam pernyataan yang diunggah di akun Instagram resmi Green SM Indonesia, perusahaan menyebut fokus utamanya adalah keselamatan serta dukungan terhadap proses penanganan insiden. Green SM juga memastikan telah memberikan keterangan kepada otoritas terkait agar penyelidikan berjalan sesuai kebutuhan.

Pernyataan itu menekankan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, dan peningkatan layanan secara berkelanjutan. Green SM juga menyatakan akan menyampaikan perkembangan terbaru jika sudah tersedia informasi yang terverifikasi.

Dampak kecelakaan

Di sisi lain, PT KAI menyampaikan data awal mengenai korban akibat kecelakaan tersebut. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan ada tujuh penumpang yang meninggal dunia dan 81 orang luka-luka.

Para korban luka dilaporkan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Bobby juga menyebut masih ada tiga orang yang terperangkap di dalam kereta saat informasi itu disampaikan, sehingga proses penanganan di lokasi berlangsung dalam kondisi darurat.

Fokus investigasi dan keselamatan lintasan

Kasus ini kembali menyoroti risiko di jalur perlintasan yang beririsan dengan aktivitas kendaraan jalan raya. Informasi dari Green SM dan KAI sama-sama mengarah pada perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap apa yang terjadi di dekat Stasiun Bekasi Timur.

Pihak berwenang kini memegang data dari perusahaan terkait untuk menelusuri urutan kejadian secara detail. Dengan investigasi yang masih berlangsung, informasi resmi yang sudah diverifikasi akan menjadi acuan utama untuk menjelaskan penyebab insiden di area perlintasan tersebut.

Source: oto.detik.com
Exit mobile version