Remuk Dua Kali Lalu Bangkit Lagi, Rem Bosch Untuk Mobil Kini Punya Alasan Baru

Bosch kembali menjadi sorotan lewat sistem brake-by-wire yang disebut sebagai lompatan baru dalam teknologi pengereman. Namun, ide dasarnya bukan hal yang benar-benar baru karena Bosch pernah memperkenalkan konsep serupa lewat Sensotronic Brake Control atau SBC lebih dari dua dekade lalu.

Sistem terbaru itu bekerja tanpa hubungan mekanis langsung antara pedal rem dan rangkaian pengereman utama. Saat pedal diinjak, komputer membaca kebutuhan pengereman lalu mengaktifkan aktuator elektrik untuk membangun tekanan hidraulik yang kemudian menekan kaliper dan kampas rem ke rotor.

Teknologi yang pernah hadir lebih dulu

Pada awal 2000-an, Bosch menunjukkan pendekatan brake-by-wire melalui SBC yang pertama kali dipakai pada Mercedes-Benz SL. Setelah itu, Mercedes memperluas penggunaannya ke E-Class dan CLS-Class, lalu memasangnya juga pada SLR McLaren serta sejumlah model Maybach saat itu.

Perjalanan SBC tidak berlangsung mulus karena sistem tersebut akhirnya ditarik setelah dua penarikan besar yang terkait langsung dengan masalah teknis. Karena SBC dikembangkan bersama Daimler dan saat itu hanya dipakai Mercedes-Benz sebagai OEM, Bosch sempat menahan kembali pengembangan brake-by-wire untuk beberapa waktu.

Bosch juga menilai electronic stability program yang berkembang kemudian sudah cukup maju untuk menandingi performa SBC. Dari titik itu, teknologi pengereman berbasis kabel kembali muncul bukan sebagai eksperimen baru, melainkan sebagai pendekatan yang dihidupkan lagi dengan rancangan berbeda.

Cara kerja dan alasan tetap memakai hidraulik

Meski memakai kontrol elektronik, sistem Bosch saat ini belum sepenuhnya meninggalkan komponen hidraulik. Artinya, rem tetap menghasilkan perlambatan melalui tekanan hidraulik yang mendorong kampas rem ke piringan, hanya saja proses awalnya dikendalikan komputer dan aktuator elektrik.

Perbedaan utamanya terletak pada cara tenaga dari pedal diterjemahkan. Pada rem konvensional, gaya kaki pengemudi diteruskan lewat sambungan mekanis dan hidraulik, sedangkan brake-by-wire membaca input pedal lalu memerintahkan sistem untuk membangun tekanan yang dibutuhkan.

Bosch juga menyiapkan dua jalur listrik terpisah dalam sistem tersebut, satu untuk pengereman utama dan satu lagi untuk ESP. Jika salah satu jalur gagal, jalur lain masih bisa mengambil alih pengereman keempat roda sebagai cadangan.

Keuntungan terbesar justru ada pada desain

Bosch menekankan bahwa keunggulan utama brake-by-wire bukan semata pada kemampuan menghentikan mobil, melainkan pada fleksibilitas penataan komponen. Karena pedal tidak lagi harus terhubung langsung secara mekanis ke seluruh sistem rem, komponen bisa ditempatkan di lokasi yang lebih aman dan lebih mudah diatur.

Kebebasan itu penting karena bagian tertentu tidak harus berada tepat di depan pedal, area yang rentan saat terjadi tabrakan frontal. Dengan memindahkan komponen ke tempat yang lebih aman, risiko cedera pada kaki atau tungkai pengemudi dapat dikurangi menurut penjelasan Bosch.

Manfaat lain juga muncul pada proses produksi. Komponen dapat ditempatkan di lokasi yang paling praktis dan murah untuk dirakit di lini produksi, sehingga efisiensi manufaktur ikut meningkat.

Bosch bahkan mengklaim sistemnya bisa hingga 25% lebih ringan dibanding setup pengereman tradisional yang sebanding. Bobot yang lebih rendah berdampak pada efisiensi kendaraan karena mobil tidak perlu membawa beban tambahan yang tidak perlu.

Persaingan menuju rem yang lebih sederhana

Di sisi lain, pemasok otomotif ZF juga mengembangkan pendekatan berbeda dengan menyingkirkan hidraulik sepenuhnya. Sistem mereka memakai motor listrik di tiap roda dan disebut sebagai setup “kering” karena tidak menggunakan minyak rem, meski pada kendaraan listrik dan hybrid saat ini umumnya masih ada kombinasi regenerative braking dan rem hidraulik penuh.

Perbedaan itu menunjukkan bahwa arah pengembangan rem modern belum seragam. Bosch memilih mempertahankan hidraulik sebagai lapisan cadangan, sementara pemain lain mendorong transisi ke sistem listrik yang lebih jauh, dan pasar otomotif kini kembali menguji seberapa besar peran brake-by-wire dalam generasi kendaraan berikutnya.

Exit mobile version