Wuling Motors resmi memperkenalkan Wuling Eksion sebagai SUV 7-seater pertama di Indonesia yang menawarkan dua pilihan elektrifikasi, yakni Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid (PHEV). Peluncuran di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, itu juga menandai penggunaan platform Wonder Flexible Modular (WFMS) pada lini produk terbaru Wuling.
Model ini ditujukan untuk kebutuhan keluarga yang menginginkan fleksibilitas berkendara dengan teknologi modern. Product Planning Wuling Motors, Aji Ibrahim, menyebut Eksion membawa semangat Exploring Family Journeys dan menjadi produk kedua Wuling yang memakai platform modular terbaru tersebut.
Desain eksterior mengarah ke karakter SUV modern
Eksion hadir dengan bahasa desain Muscular Flowline yang memberi kesan tegas pada bodi. Mobil ini juga memakai lampu utama otomatis berbentuk X dan velg berukuran 18 inci.
Perbedaan tampilan antarvarian terlihat jelas pada bagian depan. Varian EV memakai bumper aerodinamis, sedangkan varian PHEV menggunakan grille honeycomb untuk membantu pendinginan mesin.
Kabin lapang dan fitur kenyamanan keluarga
Di bagian interior, Wuling menonjolkan aspek kepraktisan untuk perjalanan keluarga. Saat kursi baris kedua dan ketiga dilipat rata, ruang bagasi diklaim mencapai 1.788 liter.
Fitur kenyamanan yang dibawa juga cukup lengkap untuk kelasnya. Daftarnya mencakup ventilated seat, panoramic sunroof, serta sistem penyaringan udara PM2.5 untuk seluruh baris penumpang.
Performa EV dan PHEV punya karakter berbeda
Pada varian listrik murni, Wuling Eksion dibekali motor listrik 150 kW dengan jarak tempuh hingga 530 kilometer. Angka ini membuat model tersebut masuk ke segmen SUV keluarga yang mengutamakan efisiensi dan mobilitas jarak jauh.
Sementara itu, varian PHEV menggabungkan mesin 1.5L dengan baterai 20,5 kWh. Kombinasi ini diklaim mampu membawa kendaraan menempuh jarak total lebih dari 1.000 kilometer.
Strategi harga berbeda di Indonesia dan China
Di Indonesia, Wuling memposisikan varian EV sebagai opsi yang lebih murah dibandingkan PHEV. Harga tipe listrik murni dipasarkan di rentang Rp399 juta hingga Rp459 juta.
Untuk varian PHEV, banderolnya berada di kisaran Rp449 juta hingga Rp499 juta untuk tipe tertinggi. Pola ini berbanding terbalik dengan pasar China, tempat model tersebut juga dipamerkan dalam ajang Beijing Auto Show 2026.
Seorang wiraniaga Wuling di Beijing menjelaskan bahwa harga EV di China mencapai 110.000 RMB, sedangkan PHEV berada di bawah 100.000 RMB. Ia menyebut EV lebih mahal karena menawarkan keuntungan penggunaan energi jangka panjang.
“Elektrifikasi di China itu lebih murah daripada bensin,” ujarnya kepada Kompas.com. Ia juga menambahkan bahwa PHEV tetap membutuhkan bahan bakar, sementara bensin di sana dinilai lebih mahal.
Perhatian pada keselamatan jadi bagian utama
Selain efisiensi dan fitur keluarga, Wuling juga menempatkan aspek keselamatan sebagai salah satu sorotan utama Eksion. Struktur bodinya memakai 75 persen baja berkekuatan tinggi dan didukung 6 SRS airbag.
Mobil ini juga dibekali fitur keselamatan aktif ADAS Level 2, termasuk Adaptive Cruise Control dan Intelligent High Beam Assist. Kehadiran teknologi tersebut menunjukkan bahwa Wuling menempatkan SUV barunya tidak hanya sebagai kendaraan listrik keluarga, tetapi juga sebagai produk yang menekankan perlindungan pengemudi dan penumpang dalam penggunaan harian.
