Warga negara asing yang ingin berkendara di China perlu memahami bahwa SIM Internasional atau International Driving Permit (IDP) tidak sepenuhnya berlaku di negara tersebut. Karena itu, pengendara dari luar negeri biasanya perlu mengurus izin mengemudi lain agar bisa memakai kendaraan secara sah selama berada di China.
Salah satu contohnya datang dari laporan Liputan6.com di Beijing, ketika jurnalis Indonesia Syahrul Muhammad Ghiffari harus menempuh perjalanan darat jauh dari Wuxi menuju Wuhu untuk kebutuhan liputan. Dalam situasi seperti itu, SIM sementara China menjadi solusi praktis karena prosesnya disebut lebih sederhana dibandingkan banyak orang bayangkan.
SIM Internasional Tidak Cukup
Informasi ini penting bagi wisatawan, pekerja, atau jurnalis yang membawa rencana mobilitas tinggi selama berada di China. IDP memang dikenal luas sebagai dokumen pendukung berkendara di luar negeri, tetapi di China statusnya tidak berlaku penuh untuk semua kondisi.
Artinya, pengunjung asing perlu menyiapkan opsi lain jika memang akan mengemudi sendiri. Berdasarkan pengalaman yang dibagikan Arul, sapaan Syahrul Muhammad Ghiffari, SIM sementara China menjadi jalur yang digunakan agar perjalanan tetap bisa dilakukan tanpa hambatan administratif yang berarti.
Lokasi Pengurusan di Kantor Kepolisian Bandara Beijing
Pembuatan SIM sementara disebut bisa dilakukan di kantor kepolisian yang ada di bandara Beijing. Lokasi ini menjadi titik layanan yang memudahkan warga asing yang baru tiba atau sedang berpindah kota untuk mengurus dokumen berkendara secara langsung.
Arul menjelaskan bahwa prosesnya tidak rumit dan relatif cepat. Meski begitu, waktu tunggu total tetap bisa lebih lama karena antrean layanan yang cukup panjang.
Tiga Dokumen yang Harus Disiapkan
Pengurusan SIM sementara China memerlukan tiga berkas utama. Dokumen itu adalah paspor, SIM A Indonesia, dan pas foto ukuran 2,5 cm x 3,5 cm dengan latar belakang putih.
Arul menegaskan syaratnya sederhana dan dokumen tersebut menjadi dasar utama untuk memulai proses. Ia juga menyebut bahwa SIM A Indonesia yang diserahkan saat pengumpulan dokumen sudah diubah ke bahasa China, dan penerjemahan itu dibantu oleh pihak penyelenggara.
Proses Cepat, Antrean Bisa Panjang
Dari sisi teknis, proses administrasi disebut hanya memakan waktu sekitar 10 sampai 15 menit. Namun, lamanya antrean membuat keseluruhan waktu yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar 1,5 jam sampai SIM sementara benar-benar selesai.
Keterangan ini menunjukkan bahwa inti hambatannya bukan pada kerumitan berkas, melainkan pada volume pemohon di lokasi layanan. Bagi warga asing yang ingin segera melanjutkan perjalanan, faktor antrean menjadi hal yang perlu diperhitungkan sejak awal.
Biaya dan Masa Berlaku
Biaya penerbitan SIM sementara China disebut sangat terjangkau, yakni 10 yuan. Masa berlakunya juga jelas, yaitu sampai 3 bulan ke depan.
Durasi itu membuat dokumen ini cocok untuk kebutuhan berkendara jangka pendek, termasuk urusan kerja, perjalanan antar kota, atau kegiatan liputan. Informasi biaya dan masa berlaku ini menjadi poin penting karena memberi gambaran bahwa pengurusan SIM sementara di China tidak hanya cepat, tetapi juga ekonomis.
Soal Wawancara Masih Bergantung Situasi
Ada pertanyaan apakah pemohon harus melalui wawancara terlebih dahulu, misalnya tentang tujuan berkendara atau jenis mobil yang akan dipakai. Arul tidak memberikan kepastian rinci, tetapi ia menyebut kemungkinan itu ada.
Ia juga menambahkan bahwa saat pengurusan, pihak penyelenggara membantu proses administratif sehingga pemohon lebih banyak diminta menyiapkan dokumen dan menunggu giliran. Dengan bantuan itu, alur pengurusan terasa lebih mudah bagi warga asing yang baru pertama kali mengurus izin berkendara di China.
Bagi warga negara asing yang akan berkendara di China, pengalaman ini memperlihatkan bahwa SIM sementara bisa menjadi solusi nyata saat SIM Internasional tidak cukup. Selama dokumen lengkap dan layanan tersedia, prosesnya relatif singkat, biayanya rendah, dan izin yang diterbitkan dapat dipakai hingga tiga bulan ke depan.
