GAC Aion N60 Meluncur, Penerus Aion Y Plus Ini Bawa LiDAR dan Kabin Mewah

Author: Qoo Media

GAC Aion resmi memperkenalkan Aion N60 di pasar Tiongkok sebagai SUV listrik kompak untuk penggunaan perkotaan. Model ini hadir sebagai penerus Aion Y Plus, meski keduanya masih akan dijual bersamaan untuk sementara waktu.

Kehadiran N60 langsung menarik perhatian karena GAC Aion membekalinya dengan fitur yang terbilang lengkap di kelasnya. Mobil ini sudah memakai sensor LiDAR, layar sentuh 15,6 inci, kursi penumpang depan model zero-gravity, serta motor listrik dengan output 165 kW atau setara 221 dk.

Desain yang masih satu garis dengan Aion Y Plus

Secara tampilan, Aion N60 membawa bahasa desain yang sangat dekat dengan Aion Y Plus. Kap mesin dibuat pendek, pilar A tampak condong ke belakang, dan atapnya sedikit melandai agar kabin tetap terasa lega.

Dimensi mobil ini juga menunjukkan karakternya sebagai SUV kompak. Panjangnya 4.615 mm, lebarnya 1.883 mm, tinggi 1.673 mm, dan jarak sumbu rodanya mencapai 2.775 mm.

Di bagian eksterior, GAC Aion memasang gagang pintu semi tersembunyi dan lampu belakang memanjang. Pada sisi depan, tampilan dibuat modern dengan intake udara besar serta lampu utama yang ditempatkan di bawah DRL LED horizontal.

LiDAR jadi nilai jual utama

Salah satu poin paling menonjol dari Aion N60 adalah penggunaan sensor LiDAR yang dipadukan dengan radar. Kombinasi ini membuat model tersebut tampil lebih siap untuk sistem bantuan berkendara yang lebih canggih di kelasnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa GAC Aion tidak hanya bermain di aspek desain dan efisiensi, tetapi juga mendorong fitur keselamatan dan teknologi ke level yang lebih tinggi. Di pasar mobil listrik perkotaan, pendekatan seperti ini bisa menjadi pembeda penting.

Kabin minim tombol dengan fokus ke kenyamanan

Masuk ke interior, Aion N60 mempertahankan gaya minimalis khas lini Aion. Di balik setir tersedia panel instrumen digital berukuran 8,88 inci, sementara layar utama 15,6 inci menjadi pusat pengoperasian berbagai fitur kendaraan.

Sistem infotainment mobil ini mengandalkan Adigo 6.0. Layout kabinnya juga dibuat sederhana dengan minim tombol fisik, sehingga tampilan dashboard terlihat bersih dan modern.

Kursi penumpang depan menjadi salah satu fitur yang paling menonjol. Kursi ini mengusung konsep zero-gravity dan sudah dilengkapi pemanas, ventilasi, serta fungsi pijat.

Untuk mendukung kenyamanan harian, mobil ini juga memiliki wireless charger 50W dan pengatur suhu otomatis. GAC Aion turut menawarkan beberapa fitur tambahan seperti kulkas built-in 6,6 liter, sistem audio 11 speaker, meja lipat, hingga cup holder di baris belakang.

Performa dan baterai

Aion N60 memakai motor listrik tunggal di roda depan dengan tenaga puncak 165 kW atau 221 dk. Torsinya tercatat 205 Nm, cukup untuk mendukung karakter SUV listrik yang ditujukan bagi penggunaan harian.

Mobil ini tersedia dengan tiga pilihan baterai LFP, yakni 45,58 kWh, 57,43 kWh, dan 69,75 kWh. Berdasarkan data yang diumumkan, akselerasi 0-100 kpj berada di rentang 7,9 hingga 8,5 detik, tergantung varian.

Untuk jarak tempuh, Aion N60 menawarkan opsi 410 km, 510 km, dan 610 km menurut standar CLTC. Tiga angka tersebut memberi pilihan yang lebih fleksibel bagi konsumen dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda.

Harga di pasar Tiongkok

Di Tiongkok, Aion N60 dipasarkan dalam tiga varian. N60 410 Ultra dibanderol 109.800 yuan atau sekitar Rp278 jutaan, N60 510 Ultra dijual 119.800 yuan atau sekitar Rp303 jutaan, dan N60 610 Ultra dipatok 129.800 yuan atau sekitar Rp328 jutaan.

GAC sebelumnya juga telah mengajukan versi Aion N60 dengan teknologi baterai swap hasil kerja sama dengan CATL. Kehadiran opsi tersebut menunjukkan bahwa N60 disiapkan bukan hanya sebagai penerus model lama, tetapi juga sebagai bagian dari strategi elektrifikasi GAC Aion yang lebih luas di segmen SUV listrik kompak.

Source: kabaroto.com
Terbaru