Chery menyiapkan arah baru untuk bisnis globalnya dengan menempatkan kebutuhan keluarga sebagai pusat strategi hingga 2030. Pabrikan asal China itu memperkenalkan pendekatan bertajuk “For Family” dalam forum di China, yang diarahkan untuk menjawab perubahan perilaku konsumen di berbagai pasar.
Strategi tersebut tidak hanya menyoroti penjualan, tetapi juga cara Chery membangun hubungan jangka panjang dengan pengguna. CEO of Chery Brand Jeff Zhang menegaskan bahwa capaian angka bukan satu-satunya ukuran keberhasilan perusahaan, karena kepercayaan tumbuh lewat konsistensi dan kerja sama yang nyata dengan mitra.
Fokus pada keluarga sebagai pasar utama
Chery melihat keluarga sebagai segmen yang makin penting dalam pasar otomotif global. Perusahaan menilai konsumen kini tidak cukup hanya mencari kendaraan yang bisa berjalan dengan baik, tetapi juga yang memberi kenyamanan, dukungan teknologi, dan relevansi dengan gaya hidup sehari-hari.
Pendekatan itu menjadi dasar penyesuaian strategi global Chery untuk periode 2026-2030. Dengan model yang lebih dekat ke kebutuhan keluarga, Chery ingin memperluas jangkauan sekaligus memperkuat citra merek di pasar yang semakin kompetitif.
Target bisnisnya juga cukup agresif. Melalui strategi “For Family”, Chery membidik penambahan 1 juta pengguna keluarga baru pada 2026 dan lebih dari 10 juta secara kumulatif pada 2030.
Modal pertumbuhan yang sudah terkumpul
Rencana besar itu muncul saat Chery sedang mencatat sejumlah capaian penting. Pada 2025, Chery Group berada di peringkat 233 dalam Fortune Global 500 edisi 2024, dan menjadi salah satu produsen otomotif dengan kenaikan tercepat dalam daftar tersebut.
Ekspor tetap menjadi kekuatan utama perusahaan. Chery mempertahankan posisinya sebagai merek otomotif China dengan volume ekspor tertinggi selama 23 tahun berturut-turut, dengan capaian 1,344 juta unit pada 2025.
Basis pengguna global Chery juga terus berkembang dan telah menembus 18 juta. Dari jumlah itu, lebih dari 4 juta merupakan pengguna keluarga, yang menunjukkan bahwa strategi berbasis keluarga memang sudah punya pijakan awal yang kuat.
Kendaraan energi baru ikut melesat
Selain penjualan konvensional, Chery juga mencatat pertumbuhan besar pada kendaraan energi baru. Penjualannya meningkat hingga 642 persen secara tahunan, sebuah sinyal bahwa permintaan pasar terhadap teknologi elektrifikasi terus naik.
Data itu memperlihatkan bahwa strategi Chery tidak berdiri hanya pada satu jenis produk. Perusahaan mencoba menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar tradisional dan pergeseran menuju teknologi kendaraan yang lebih baru.
Empat pilar untuk mengejar target
Untuk menjalankan strategi global baru ini, Chery menyiapkan empat pilar utama, yakni brand, produk, teknologi, dan kemitraan. Keempatnya diposisikan sebagai fondasi agar perusahaan bisa menjaga konsistensi pertumbuhan di tengah perubahan pasar otomotif dunia.
Di sisi produk, Chery berencana merilis 13 model baru dalam dua tahun ke depan. Model tersebut akan mencakup mesin bensin, mild hybrid, hybrid, hingga kendaraan listrik murni atau EV, dengan pilihan di segmen SUV, sedan, dan pickup.
Langkah itu menunjukkan bahwa Chery tidak hanya menyiapkan produk untuk satu tipe pengguna. Perusahaan mencoba menghadirkan portofolio yang lebih luas agar bisa menjangkau keluarga dengan kebutuhan berbeda di berbagai negara.
Relevan untuk Asia Tenggara
Pendekatan “For Family” juga dinilai cocok dengan pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di kawasan ini, keputusan membeli kendaraan masih sangat dipengaruhi kebutuhan keluarga, mulai dari ruang kabin, kenyamanan, hingga kegunaan harian.
Karena itu, strategi global Chery berpotensi punya resonansi kuat di wilayah tersebut. Jika rencana produk dan kemitraan berjalan sesuai arah yang diumumkan, Chery akan membawa fokus keluarga sebagai identitas utama dalam ekspansi globalnya ke fase berikutnya.
Source: www.cnnindonesia.com