Hyundai Motor Company dan TVS Motor Company resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan kendaraan listrik roda tiga atau Electric Three-Wheeler (E3W). Kolaborasi ini ditujukan untuk mempercepat proses pengembangan, produksi, dan pemasaran, dengan fokus awal pada India serta peluang untuk masuk ke sejumlah pasar lain.
Langkah ini memperluas arah kerja sama kedua perusahaan setelah konsep E3W mereka diperkenalkan di Bharat Mobility Global Expo 2025. Hyundai dan TVS melihat segmen kendaraan roda tiga listrik sebagai bagian penting dari mobilitas jarak dekat yang lebih aman, lebih efisien, dan lebih selaras dengan kebutuhan transportasi perkotaan berkelanjutan.
Pembagian peran dalam pengembangan E3W
Dalam proyek ini, Hyundai Motor mengambil peran utama pada desain kendaraan. Perusahaan asal Korea Selatan itu juga ikut mengembangkan produk dengan memanfaatkan kemampuan riset dan pengembangan, teknologi mobilitas canggih, serta pendekatan desain yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.
TVS Motor membawa modal berbeda ke dalam kemitraan tersebut. Produsen otomotif India ini menyumbang platform kendaraan listrik roda tiganya, keahlian teknik, dan pemahaman yang kuat terhadap karakter pasar India.
Joongsun Ko, Senior Vice President of Corporate Strategy & Planning Hyundai Motor Company, menyebut kolaborasi itu sebagai keputusan strategis. Ia mengatakan, Hyundai berharap E3W hasil pengembangan bersama dapat membuka akses transportasi yang lebih aman dan ramah lingkungan bagi masyarakat di India.
Sharad Mishra, Presiden Bidang Strategi Grup TVS Motor Company, menegaskan bahwa perusahaan berupaya meningkatkan kualitas hidup melalui mobilitas yang berkelanjutan dan terjangkau. Ia juga menilai perjanjian pengembangan bersama ini menjadi langkah penting dalam ambisi kedua pihak untuk menghadirkan solusi roda tiga listrik.
India jadi target awal
India dipilih sebagai pasar utama untuk peluncuran perdana kendaraan kolaborasi ini. Pilihan itu sejalan dengan posisi India sebagai pasar kendaraan roda tiga terbesar di dunia, sehingga pengembangan E3W dinilai punya peluang relevansi yang tinggi di sana.
Fokus pada India juga menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya berhenti pada pembuatan konsep. Hyundai dan TVS sudah menempatkan produk ini dalam jalur menuju tahap yang lebih konkret, yakni menuju produksi dan pemasaran yang disiapkan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Kedua perusahaan juga berkomitmen memproduksi komponen utama secara lokal di India. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok otomotif, membuka lapangan kerja baru, menekan biaya produksi, dan memudahkan layanan purnajual serta ketersediaan suku cadang.
Menuju produksi yang lebih siap pakai
Perjalanan E3W masih akan melewati rangkaian pengujian, penyempurnaan, dan sertifikasi agar sesuai dengan regulasi di India. Tahap ini penting karena kendaraan yang awalnya tampil sebagai konsep harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal sebelum masuk ke produksi massal.
Dari sisi produk, E3W disebut akan mengusung sejumlah fitur yang disesuaikan dengan penggunaan di lapangan. Beberapa di antaranya adalah ground clearance yang dapat disesuaikan untuk menghadapi kondisi jalan saat musim hujan, peningkatan fitur keselamatan, desain ergonomis untuk perjalanan jarak jauh, sistem manajemen termal yang dioptimalkan untuk iklim tropis, serta konfigurasi interior fleksibel.
Konfigurasi tersebut dirancang agar kendaraan bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari angkutan penumpang, logistik, hingga layanan darurat. Dengan arah pengembangan seperti itu, Hyundai dan TVS menempatkan E3W sebagai solusi mobilitas listrik yang tidak hanya relevan untuk kota besar, tetapi juga untuk kebutuhan transportasi yang lebih beragam di pasar berkembang.
Source: www.liputan6.com