Chery menegaskan sub-brand iCar tidak akan mengambil pasar Omoda dan Jaecoo. Pabrikan asal China itu menyusun setiap lini dengan target konsumen yang berbeda agar tidak saling tumpang tindih.
Presiden Chery International, Zhang Guibing, mengatakan iCar memiliki posisi yang berbeda dari Chery, Omoda, dan Jaecoo. Ia menyebut masing-masing merek sudah punya karakter dan basis konsumen sendiri.
Target konsumen iCar dibuat lebih spesifik
Menurut Zhang, iCar menyasar konsumen yang berada di antara segmen tradisional dan pengguna modern yang sudah mapan. Lebih jauh, iCar membidik individu yang ingin tampil beda dan mengekspresikan diri lewat kendaraan.
Karakter itu membuat iCar tidak sekadar diposisikan sebagai alat mobilitas. Brand ini juga diarahkan menjadi bagian dari identitas pemiliknya.
Zhang menjelaskan bahwa konsumen iCar umumnya menyukai sesuatu yang ikonik. Mereka juga cenderung ingin menunjukkan karakter pribadi melalui mobil yang digunakan.
Kustomisasi jadi pembeda utama
Salah satu strategi yang ditempuh Chery adalah menghadirkan produk yang bisa dikustomisasi. Dengan pendekatan ini, unit yang sama tetap bisa tampil berbeda sesuai preferensi pemilik.
Langkah tersebut memberi ruang bagi iCar untuk memiliki citra yang lebih personal. Model yang ditawarkan tidak hanya mengikuti fungsi dasar kendaraan, tetapi juga selera dan ekspresi pengguna.
Chery menilai pendekatan itu penting untuk menjaga jarak posisi iCar dengan Omoda dan Jaecoo. Setiap merek di bawah Chery dibuat memiliki peran yang jelas agar pasar tidak saling memakan.
“iCar lebih spesifik. Konsumennya suka sesuatu yang ikonik, suka menunjukkan karakter pribadi, dan ingin mobil yang bisa merepresentasikan dirinya,” kata Zhang di Wuhu, China, Selasa (28/4/2026).
Strategi bertahap untuk bangun fondasi
Chery tidak ingin mengembangkan iCar secara terburu-buru. Perusahaan memilih langkah bertahap agar fondasi merek dan sistem bisnisnya lebih kuat.
Zhang menegaskan fokus saat ini bukan mengejar ekspansi cepat. Prioritas utama adalah membangun sistem dan dasar bisnis iCar terlebih dahulu.
“Kami tidak ingin terlalu cepat. Kami ingin melangkah step by step. Yang penting sekarang adalah membangun sistem dan fondasi iCar terlebih dahulu,” ujarnya.
Pendekatan ini juga memperlihatkan kehati-hatian Chery dalam mengatur portofolio mereknya. Di tengah persaingan yang ketat, kejelasan posisi produk dinilai penting agar pertumbuhan masing-masing brand tetap sehat.
Omoda Jaecoo jadi referensi, tapi bukan acuan yang disalin
Zhang menyebut keberhasilan Omoda Jaecoo menjadi salah satu referensi dalam pengembangan merek di bawah Chery. Namun, iCar tetap diarahkan punya identitas dan struktur yang mandiri.
Artinya, pengalaman dari Omoda Jaecoo dipakai sebagai pelajaran bisnis, bukan untuk menyeragamkan pendekatan. Chery ingin iCar tumbuh dengan karakter sendiri dan tidak bergantung pada posisi pasar merek lain.
Kehadiran iCar juga menunjukkan bagaimana Chery membangun ekosistem merek yang berlapis. Masing-masing lini diarahkan ke target berbeda, sehingga konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan dan preferensi tanpa benturan antarbrand.
Dengan strategi itu, Chery berharap iCar bisa berkembang dalam ceruk pasar yang jelas. Pada saat yang sama, Omoda dan Jaecoo tetap bergerak di segmen masing-masing tanpa gangguan dari produk yang menawarkan nilai dan identitas berbeda.
Source: otomotif.kompas.com






