
Green SM menjadi sorotan setelah kecelakaan kereta di Bekasi Timur memicu tiga pernyataan resmi dari perusahaan taksi listrik asal Vietnam itu. Dalam seluruh pernyataannya, Green SM menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dan mendukung investigasi yang sedang berjalan.
Insiden ini diduga bermula saat sebuah taksi listrik Green SM berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi, lalu tertabrak kereta commuter line. Peristiwa tersebut kemudian berlanjut menjadi rangkaian kecelakaan yang melibatkan kereta lain, hingga menyebabkan 16 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Pernyataan pertama: fokus pada kerja sama investigasi
Green SM mengunggah pernyataan pertama melalui akun Instagram resminya pada Senin malam setelah kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Dalam pernyataan itu, perusahaan menyebut telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang.
Green SM juga menegaskan dukungan penuh terhadap proses investigasi. Perusahaan menambahkan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dan mereka berkomitmen menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Pernyataan kedua: duka dan koordinasi dengan otoritas
Sehari kemudian, Green SM kembali mengunggah pernyataan tertulis yang berisi belasungkawa kepada keluarga korban. Perusahaan menyampaikan duka mendalam dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman.
Dalam pernyataan kedua itu, Green SM juga menegaskan bahwa insiden masih berada dalam proses investigasi dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Perusahaan menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait, sekaligus menyampaikan data yang diperlukan untuk mendukung jalannya penyelidikan.
Pernyataan tersebut kembali menekankan keselamatan dan transparansi sebagai prioritas utama. Green SM menyebut akan menjaga standar operasional yang ketat demi keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat.
Pernyataan ketiga: komitmen hadir bersama masyarakat
Pada Rabu, Green SM merilis pernyataan ketiga yang kembali menyoroti belasungkawa kepada keluarga korban di area Stasiun Bekasi Timur. Perusahaan menyatakan turut berduka atas kehilangan yang terjadi dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar mendapat ketabahan.
Green SM juga menyebut akan terus hadir dengan tulus dan mengambil bagian bersama masyarakat Indonesia dalam menghadapi masa sulit ini. Dalam pernyataan itu, perusahaan menegaskan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait agar dukungan yang diperlukan dapat diberikan.
Kronologi awal yang diungkap kepolisian
Dari sisi penyelidikan, Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe menyebut ada masalah teknis pada taksi Green SM yang berhenti di perlintasan kereta api Bekasi Timur. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan diduga dipicu korsleting atau persoalan elektrik pada kendaraan taksi roda empat elektrik itu.
Sandhi menuturkan bahwa titik masalah berada di perlintasan Ampera. Ia juga menyampaikan bahwa palang kereta di lokasi tersebut dibuat secara swadaya oleh masyarakat, yang menjadi bagian dari konteks penanganan perlintasan di area kejadian.
Perhatian publik terhadap peristiwa ini masih tinggi karena melibatkan kendaraan listrik yang berhenti di tengah perlintasan dan memicu rangkaian tabrakan berikutnya. Di tengah proses investigasi, tiga pernyataan Green SM memperlihatkan pola komunikasi yang menekankan duka, kerja sama dengan otoritas, serta komitmen pada keselamatan dan transparansi.
Source: oto.detik.com








