Di tengah ramainya SUV kompak modern, Mitsubishi Pajero Junior ZR-II kembali mencuri perhatian karena menawarkan karakter yang makin langka. Mobil ini bukan sekadar produk lawas, melainkan SUV kecil dengan kemampuan jelajah yang serius dan desain yang tetap terasa berani hingga sekarang.
Varian ini juga menarik karena sering disebut sebagai rival tersembunyi Suzuki Jimny generasi lawas. Keduanya sama-sama kompak, sama-sama mengandalkan penggerak 4×4, dan sama-sama punya basis penggemar kuat di kalangan pencinta JDM.
SUV kecil dengan tubuh lebih lebar
Pajero Junior ZR-II punya posisi unik di keluarga Pajero karena dimensinya lebih besar dari Pajero Mini. Bodinya dibuat dengan pendekatan widebody, sehingga tampilannya terlihat lebih berisi dan lebih siap menghadapi medan berat.
Fender flare besar menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali. Elemen itu tidak hanya memperkuat kesan tangguh, tetapi juga membantu stabilitas saat mobil diajak melintasi jalur yang sulit.
Karakter off-road itu makin terasa lewat perlengkapan luar yang khas. Mobil ini memakai front bash bar, roof rails, mud flaps, dan ban serep yang digantung di belakang.
Mesin 1.1 liter yang terasa lebih lega
Di balik kap mesin, Pajero Junior ZR-II menggunakan mesin 1.1 liter berkode 4A31 dengan konfigurasi 4-silinder. Tenaganya berada di kisaran 79 HP dengan torsi 100 Nm.
Angka itu mungkin terlihat kecil menurut standar sekarang, tetapi pada masanya cukup membuat mobil ini terasa gesit. Mesin tersebut memberi ruang napas yang lebih longgar dibanding banyak kei car kala itu yang dibatasi hanya 660cc.
Karena itu, Pajero Junior ZR-II tidak hanya cocok untuk penggunaan harian di kota. Mobil ini juga dinilai cukup sanggup dipakai di jalur off-road ringan.
4×4 sejati dengan transfer case
Salah satu nilai jual terkuat Pajero Junior ZR-II ada pada sistem penggerak 4×4 yang sudah dilengkapi transfer case high/low. Fitur ini memberi pengemudi pilihan karakter tenaga sesuai kondisi jalan.
Mode high digunakan untuk jalan biasa, sedangkan mode low membantu saat melewati tanah, pasir, atau tanjakan curam. Kombinasi itu membuat mobil ini terasa lebih fungsional dibanding banyak SUV kompak lain pada masanya.
Pilihan transmisi manual 5-percepatan juga memperkuat kendali pengemudi. Paket ini membuat Pajero Junior ZR-II terasa lebih mekanis dan lebih terhubung dengan kondisi medan.
Kabin sederhana, tapi penuh alat bantu
Masuk ke kabin, Pajero Junior ZR-II tidak menawarkan kemewahan ala SUV modern. Fokusnya ada pada fungsi, karakter petualang, dan informasi yang berguna saat berkendara di medan menantang.
Di dalamnya tersedia clinometer, altimeter, dan termometer suhu luar. Tiga fitur ini memberi nilai tambah bagi penggemar off-road karena membantu membaca kondisi perjalanan secara lebih praktis.
Pendekatan seperti ini jarang ditemui pada mobil modern. Justru lewat detail semacam itu, identitas Pajero Junior ZR-II sebagai SUV petualang terasa semakin kuat.
Saingan yang punya pendekatan berbeda
Jika dibandingkan dengan Suzuki Jimny Wide JB43, Pajero Junior ZR-II mengambil jalur yang sedikit berbeda. Jimny dikenal lewat sasis ladder frame dan kemampuan off-road ekstrem, sementara Pajero Junior menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan kemampuan jelajah.
Meski begitu, keduanya tetap punya banyak kesamaan penting. Keduanya kompak, sama-sama berpenggerak 4×4, sama-sama menyenangkan dipakai, dan sama-sama populer di kalangan pencinta JDM.
Itu juga yang membuat Pajero Junior ZR-II sering dipandang sebagai hidden gem. Mobil ini belum banyak dikenal luas, tetapi justru menyimpan daya tarik kolektor yang tinggi.
Langka, dicari, dan makin bernilai
Status langka menjadi alasan lain mengapa Pajero Junior ZR-II terus diburu. Mobil ini tidak masuk kategori kei car di Jepang, sehingga tidak memperoleh insentif pajak seperti Pajero Mini.
Kondisi itu membuat jumlah produksinya terbatas dan tidak banyak unit yang diekspor ke luar Jepang. Kini, unit yang masih terawat menjadi incaran kolektor, terutama di pasar mobil JDM klasik.
Nilai jualnya pun cenderung stabil, bahkan meningkat, tergantung kondisi dan orisinalitas. Dalam dunia mobil koleksi, kombinasi langka, autentik, dan punya karakter off-road seperti ini jelas sulit diabaikan.







