Sebuah truk mengalami kecelakaan tunggal di dekat Halte TransJakarta Slipi Petamburan, Jakarta Pusat, saat lalu lintas siang hari tengah padat. Kendaraan itu menabrak separator jalan setelah sopir berupaya menghindari tabrakan dengan kendaraan lain.
Bripka Fajar Subekti dari Ditlantas Polda Metro Jaya menyebut dugaan awal mengarah pada rem blong. Menurut pengakuan sopir, gangguan pengereman sudah terasa sejak melintasi jalan tanjakan.
Rem bermasalah sejak tanjakan
Fajar mengatakan kejadian itu berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Sopir disebut sudah menyadari truk tidak mendapat rem ketika masih berada di ujung tanjakan.
Dalam kondisi itu, pengemudi memilih mengambil lajur kiri untuk menghindari kendaraan di depannya. Namun, ban depan kanan kemudian pecah dan situasi di jalan membuat pengemudi harus mengambil keputusan cepat.
Karena ada lampu merah dan banyak kendaraan di depan, sopir lalu membanting setir ke kanan. Manuver itu membuat truk akhirnya menghantam separator jalan sebelum berhenti di area dekat halte.
Angkut gulungan besi sekitar 2,5 ton
Truk tersebut membawa gulungan besi dengan bobot sekitar 2,5 ton. Beban muatan itu membuat risiko saat terjadi kendala teknis menjadi lebih besar di tengah jalan padat.
Meski tabrakan terjadi cukup keras, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Fajar menyebut dampak kecelakaan hanya mengenai pembatas jalan dan pertamanan di sekitar lokasi.
Ia juga menjelaskan bahwa tindakan sopir membanting setir ke kanan dilakukan untuk mencegah kendaraan lain ikut tertabrak. Dalam situasi itu, pengemudi disebut memilih mengorbankan sisi jalan agar pengguna jalan lain tetap aman.
Peringatan untuk kendaraan berat
Fajar mengimbau pengemudi kendaraan berat mematuhi aturan jam operasional yang telah ditetapkan, yakni mulai pukul 22.00 WIB ke atas. Menurut dia, kendaraan besar sebaiknya tidak berangkat jika belum masuk jam operasional yang diperbolehkan.
Ia menekankan bahwa kendaraan dengan muatan berat lebih rawan menghadapi kendala teknis di jalan. Karena itu, risiko seperti rem blong harus diantisipasi sebelum kendaraan digunakan.
Selain soal jam operasional, Fajar juga menyoroti pentingnya perawatan sistem pengereman. Pemeriksaan rutin perlu dilakukan agar kondisi rem tetap prima, termasuk dicek ulang setiap hari dan setiap bulan.
Kecelakaan ini kembali memperlihatkan betapa cepat situasi bisa berubah ketika kendaraan berat kehilangan fungsi pengereman di jalur padat. Di titik seperti Slipi Petamburan, satu keputusan detik demi detik bisa menentukan apakah tabrakan meluas atau berhenti pada kerusakan materi.
Source: otomotif.kompas.com