Porsche Macan bermesin bensin akan segera mengakhiri masa produksinya pada musim panas ini, meski permintaan model tersebut masih tergolong kuat di sejumlah pasar. Keputusan itu menegaskan arah baru Porsche yang makin serius mengutamakan elektrifikasi, sambil tetap memanfaatkan sisa produksi yang masih bisa diserap pasar.
Langkah ini juga menjawab pertanyaan utama banyak penggemar SUV kompak tersebut: penghentian Macan ICE bukan dipicu penjualan yang lemah. Justru, model bensin itu masih mencatat performa yang lebih baik dibandingkan versi listriknya pada awal tahun ini.
Produksi dihentikan, stok masih dipertahankan
Anggota Dewan Keuangan dan IT Porsche AG, Jochen Breckner, menyampaikan bahwa Macan bermesin pembakaran internal akan diproduksi hingga pertengahan 2026. Ia mengatakan Porsche akan menyimpan stok sebanyak mungkin sesuai ketersediaan suku cadang dari pemasok.
Artinya, meski fase produksi berakhir pada musim panas ini, unit Macan bensin masih akan beredar di beberapa pasar hingga tahun depan. Porsche juga akan mengalihkan stok tersisa ke wilayah yang dinilai memiliki permintaan lebih besar.
Amerika Serikat jadi pasar penting
Salah satu pasar utama untuk Macan ICE adalah Amerika Serikat. Breckner menegaskan permintaan di negara itu masih sangat besar, sehingga Porsche akan terus memasok wilayah tersebut dengan unit yang tersedia.
Ia juga menyoroti berhentinya insentif pajak untuk kendaraan listrik di AS. Kondisi itu dinilai bisa membuat mobil bermesin bensin kembali lebih menarik bagi sebagian konsumen, terutama di segmen SUV premium.
Bukan soal penjualan yang turun
Alasan penghentian Macan bensin bukan karena model ini kurang laku. Data penjualan menunjukkan Macan ICE justru terjual 10.130 unit pada kuartal pertama tahun ini, naik dari 9.370 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam daftar model terlaris Porsche, Macan masih berada di bawah Cayenne dan 911. Namun, performa Macan bensin tetap lebih kuat dibandingkan Macan listrik yang mencatat 8.079 unit dalam empat bulan pertama, turun dari 14.185 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Arah masa depan Macan
Di tengah transisi itu, Porsche juga menyiapkan penerus spiritual Macan yang diharapkan meluncur pada 2028. Langkah tersebut menunjukkan bahwa nama Macan tetap punya peran penting, meski generasi bermesin bensinnya akan berakhir lebih cepat.
Dengan stok yang masih disiapkan untuk pasar tertentu dan permintaan yang belum sepenuhnya surut, Porsche tampaknya ingin menjaga transisi ini tetap halus. Penghentian produksi Macan bensin menjadi bagian dari perubahan strategi, bukan tanda bahwa model tersebut kehilangan daya tarik di pasar global.
