Haka Auto memperluas langkah bisnisnya di Indonesia lewat kerja sama strategis dengan Yayasan Perguruan Cikini. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, terutama agar generasi muda lebih siap masuk ke dunia kerja otomotif yang terus berubah.
Kemitraan tersebut juga menegaskan bahwa kebutuhan industri tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Di tengah percepatan elektrifikasi dan teknologi kendaraan modern, perusahaan dan lembaga pendidikan dituntut membangun jalur pengembangan talenta yang lebih relevan dan terarah.
Prosesi penandatanganan kerja sama berlangsung di kantor pusat Haka Auto, Jakarta Selatan. Haka Auto dikenal sebagai grup mega dealer BYD dan Denza di Indonesia.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup sejumlah program terintegrasi untuk peserta didik dan lulusan. Di antaranya pemagangan, pelatihan kerja berbasis industri dengan teknologi terkini, penyiapan tenaga profesional sesuai kebutuhan pasar, hingga peluang berkarier bagi peserta terbaik untuk bergabung bersama Haka Auto.
CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, menyebut kualitas SDM sebagai fondasi utama masa depan industri otomotif. Ia menilai kemitraan dengan Yayasan Perguruan Cikini sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi profesional yang kompeten sekaligus inovatif.
“Haka Auto ingin memastikan hadirnya talenta muda yang siap berkarier, mampu beradaptasi, serta memiliki kemampuan untuk berkembang seiring kemajuan teknologi, termasuk kendaraan listrik,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan fokus perusahaan pada kebutuhan tenaga kerja yang tidak hanya siap pakai, tetapi juga siap tumbuh bersama perubahan industri.
Dari sisi pendidikan, Ketua Yayasan Perguruan Cikini, Ir. Syahril Anwar, menyambut kerja sama ini secara positif. Ia menilai kolaborasi dengan industri menjadi jembatan penting agar proses belajar selaras dengan kebutuhan lapangan kerja.
Menurut Syahril, peserta didik perlu memperoleh bekal akademis sekaligus pengalaman praktis yang relevan dengan dunia kerja. Ia juga menyoroti bahwa kemitraan seperti ini dapat membantu menjawab kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
Melalui akses langsung ke lingkungan kerja, peserta didik berpeluang meningkatkan keterampilan dan memperluas wawasan. Mereka juga dapat memahami dinamika industri otomotif secara lebih mendalam, termasuk tuntutan di era kendaraan listrik.
Bagi Haka Auto, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang. Perusahaan ingin menyiapkan tenaga kerja yang mampu mengikuti perubahan industri menuju era kendaraan listrik dan teknologi berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan, “Here to provide your dreams”. Bagi generasi muda, kerja sama ini membuka pintu untuk berkontribusi dalam membentuk masa depan otomotif yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Source: carvaganza.com






