Veda Ega Pratama datang ke Moto3 Prancis 2026 dengan peluang nyata untuk kembali naik podium. Pembalap muda Indonesia itu membawa modal performa, pengalaman lintasan, dan tren positif yang membuat namanya layak diperhitungkan di Le Mans.
Sorotan terbesar menjelang balapan ini adalah pertanyaan sederhana tetapi penting: bisakah Veda meraih podium keduanya musim ini di Circuit Bugatti. Dengan data uji coba pasca-balap di Jerez dan posisinya yang terus menguat di klasemen, peluang itu terbuka lebar meski tantangannya tetap besar.
Modal kuat menuju Le Mans
Salah satu penanda utama kesiapan Veda muncul dalam tes pasca-GP Spanyol di Jerez. Seusai balapan, ia mencatat waktu putaran 1:45.047 dan menutup sesi di posisi keenam secara keseluruhan.
Catatan itu terlihat makin penting karena Veda menjalani 58 lap dalam satu sesi tes. Jumlah lap tersebut menunjukkan Honda Team Asia bekerja serius untuk menyempurnakan setelan motor menjelang seri Prancis.
Data lain yang menonjol adalah kecepatan puncaknya. Dalam sesi tes itu, Veda menjadi pembalap Honda dengan top speed tertinggi dan melewati tujuh pembalap, termasuk rider dari tim-tim Eropa papan atas.
Fakta tersebut memberi gambaran bahwa kemajuan Veda bukan datang secara kebetulan. Ada indikasi jelas bahwa kombinasi pembalap dan motor mulai menemukan paket yang lebih kompetitif.
Manajer tim juga menyatakan keyakinan bahwa Veda punya peluang nyata untuk menembus podium di Prancis. Kepercayaan seperti itu biasanya tidak muncul tanpa dasar performa yang cukup kuat dari data lintasan.
Le Mans bukan wilayah asing
Le Mans juga bukan sirkuit baru bagi Veda. Sebelum tampil di kejuaraan dunia, ia sudah pernah menunggangi Circuit Bugatti sepanjang 4,185 km itu saat tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Dalam penampilan pertamanya di sana, Veda finis ke-10 pada Race 1. Ia lalu membaik cepat dengan finis ketujuh pada Race 2 di hari berikutnya.
Riwayat itu penting karena Le Mans dikenal memiliki kombinasi tikungan lambat yang teknis dan sektor cepat yang menuntut ritme presisi. Karakter semacam itu cocok dengan gaya membalap Veda yang agresif namun tetap terukur.
Media Italia sebelumnya bahkan menyebut pendekatan balap Veda sebagai tanpa rasa takut saat mengulas awal musim 2026. Di trek yang ritmenya kerap sulit ditebak seperti Le Mans, kemampuan beradaptasi cepat bisa menjadi pembeda besar.
Posisi klasemen ikut menguat
Secara klasemen, Veda juga datang dengan kepercayaan diri tinggi. Setelah melaju dari posisi start ke-17 hingga finis keenam di Jerez, total poinnya kini mencapai 37 dan menempatkannya di urutan keenam klasemen Moto3.
Ia memang masih tertinggal jauh dari pemuncak klasemen, Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team, dengan selisih 90 poin. Namun musim masih menyisakan 14 putaran, sehingga konsistensi finis di barisan depan tetap sangat menentukan.
Pencapaian lain yang mempertegas nilai musim debutnya adalah posisi teratas di klasemen Rookie of the Year. Itu menjadi indikator bahwa performanya dibangun oleh kecepatan yang konsisten, bukan hasil sesaat.
Dalam konteks perebutan podium di Le Mans, posisi klasemen itu juga memberi tekanan berbeda. Veda tidak lagi datang sebagai nama kejutan semata, melainkan sebagai pembalap yang sudah masuk kelompok depan persaingan.
Faktor yang bisa menghambat
Meski peluang podium terbuka, jalan Veda tetap tidak mudah. Quiles sedang berada dalam performa sangat kuat setelah membukukan dua kemenangan dan satu podium dalam tiga putaran beruntun.
Ancaman lain datang dari cuaca Le Mans yang terkenal sulit diprediksi. Bulan Mei di Prancis utara kerap menghadirkan hujan mendadak, perubahan suhu drastis, dan keputusan ban yang bisa mengubah jalannya akhir pekan.
Satu faktor yang paling krusial justru ada pada sesi kualifikasi. Veda beberapa kali masih memulai balapan dari barisan tengah, situasi yang memaksanya menguras energi dan mengambil risiko lebih besar pada lap-lap awal untuk mengejar grup depan.
Karena itu, hasil Q2 akan sangat menentukan. Jika mampu mengamankan posisi start di dalam 10 besar, peluangnya untuk bertarung di kelompok terdepan akan meningkat signifikan.
Prediksi peluang podium kedua
Melihat gabungan data Jerez, pengalaman sebelumnya di Le Mans, serta laju yang terus naik di klasemen, Veda layak ditempatkan sebagai kandidat kuat finis empat besar. Podium tetap menjadi target yang realistis, bukan sekadar harapan berlebihan.
Prediksi yang paling masuk akal menempatkan Veda di kisaran posisi ketiga hingga kelima. Dengan syarat utama berupa sesi kualifikasi yang bersih, race pace dan pengelolaan ban yang sudah diasah intensif di Jerez cukup untuk menantang para pemimpin lomba.
Moto3 Prancis 2026 akan dimulai dengan Free Practice 1 pada Jumat pukul 14.00 WIB dan sesi Practice pukul 18.15 WIB. Pada Sabtu, Free Practice 2 berlangsung pukul 13.40 WIB, lalu Qualifying 1 pukul 17.45 WIB dan Qualifying 2 pukul 18.10 WIB.
Balapan utama digelar Minggu, 10 Mei 2026, pukul 16.00 WIB dengan durasi 20 lap. Siaran langsung balapan tersedia di Trans7, sementara sesi latihan dan kualifikasi dapat diikuti melalui SPOTV di Vidio.com.
