BAIC lewat sub-brand Arcfox mulai menarik perhatian di segmen MPV mewah dengan Wendao V9. Model ini datang membawa paket yang berani, karena ukurannya besar, fiturnya lengkap, dan arahnya jelas untuk bersaing dengan nama-nama mapan seperti Denza D9 dan Toyota Alphard.
Di pasar China, posisi Wendao V9 terasa cukup strategis karena segmen MPV premium memang berkembang pesat. BAIC juga menempatkan model ini sebagai kendaraan kelas atas dengan desain yang dibuat khas MPV mewah, meski untuk saat ini belum ada kejelasan soal peluangnya masuk pasar global.
Bukan MPV biasa dari Arcfox
Arcfox merupakan merek di bawah BAIC yang fokus pada mobil premium. Wendao V9 menjadi model terbesar yang pernah mereka buat, berbeda jauh dari lini sebelumnya yang lebih banyak diisi mobil kompak, terutama SUV.
Salah satu contohnya adalah T1, yang disebut akan dijual di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Berbeda dari T1, Wendao V9 hadir sebagai MPV besar dengan kabin lebih lapang dan ruang bagasi yang lebih lega.
Dari tampilan luar, mobil ini memakai fascia bergaya MPV premium pada umumnya. Grille jumbo beraksen krom dan bodi two tone memperkuat kesan mewah sejak pandangan pertama.
Kabin 7 penumpang dengan fokus kenyamanan
Wendao V9 mampu mengangkut hingga 7 penumpang. Di dalam, desainnya dibuat minimalis, tetapi sorotan utamanya ada pada baris kedua yang diperlakukan seperti kelas eksekutif.
Jok baris kedua dilengkapi ventilasi, pemanas, sandaran kaki, fungsi pijat 16 titik, dan reclining. Ada juga kulkas di konsol tengah, meja lipat, serta layar infotainment yang dipasang di langit-langit kabin.
Paket ini membuat Wendao V9 terasa kuat di sisi kenyamanan perjalanan. Walau detail fitur keselamatan lainnya belum dirinci, konfigurasi kabin seperti ini sudah menunjukkan target utamanya sebagai MPV premium.
PHEV rasa listrik, tapi tetap pakai mesin bensin
Meski tampil seperti mobil listrik, Wendao V9 sebenarnya adalah PHEV atau lebih tepatnya EREV. Mobil ini mengandalkan mesin bensin 1.500 cc turbo dengan tenaga 158 hp sebagai penggerak pendukung.
Tenaga tambahan datang dari motor listrik depan dan belakang buatan Huawei, sehingga output totalnya mencapai 304 hp. Sistem ini memakai penggerak roda belakang atau RWD, dengan catatan akselerasi 0-100 km/jam disebut 7,9 detik untuk baterai LFP dan 8,4 detik untuk baterai NMC.
Wendao V9 memakai dua pilihan baterai dari CATL. Opsi LFP berkapasitas 37 kWh sanggup menempuh 216 km, sedangkan paket NMC 53,4 kWh memiliki jarak tempuh 315 km dalam mode listrik murni, tergantung cara pemakaian.
Suspensi dibuat untuk menambah rasa mewah
Untuk mendukung kenyamanan, V9 memakai suspensi depan double wishbone aluminium dan suspensi belakang multi-link. Pada varian tertinggi, BAIC juga menyediakan suspensi adaptive magnetorheological yang dapat menyesuaikan redaman hingga 1.000 kali per detik.
Teknologi itu dirancang untuk membuat mobil lebih stabil dan nyaman saat melewati jalan tidak rata atau berlubang. Dengan pendekatan tersebut, Wendao V9 diposisikan bukan hanya besar, tetapi juga halus dipakai di perjalanan jarak jauh.
Siap melawan rival besar di kelasnya
BAIC menyiapkan Wendao V9 untuk mengisi pasar MPV premium yang makin ramai. Di China, model ini diarahkan untuk berhadapan dengan Denza D9, XPeng X9, dan Maxus Mifa 9, meski tiga rival tersebut adalah mobil listrik murni, bukan PHEV.
Kalau masuk ke Indonesia, Wendao V9 akan langsung masuk ke ranah yang sama dengan Toyota Alphard dan Lexus LM. Di saat yang sama, model ini tetap bisa bertemu dengan Denza D9, XPeng X9, dan Maxus Mifa 9 jika pasar membandingkannya lintas segmen teknologi.
Harga di China menjadi salah satu daya tariknya. Wendao V9 dijual mulai dari Rp 557 juta sampai Rp 727 juta, angka yang terbilang cukup agresif untuk kendaraan yang diposisikan sebagai MPV premium.
Source: ridertua.com






