Polisi memburu pengemudi Mitsubishi Pajero Sport yang diduga menabrak seorang pedagang buah yang sedang menyeberang sambil membawa gerobak di Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam perkembangan kasus ini, pelat nomor kendaraan tersebut diketahui sudah diblokir polisi.
Kasus ini menyita perhatian setelah video kejadian beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan benturan keras hingga korban terpental, sementara mobil yang menabrak justru terus melaju dan meninggalkan lokasi.
Peristiwa itu dinarasikan terjadi pada Sabtu sekitar pukul 06.57 WIB di kawasan Duren Sawit. Setelah kejadian, pengemudi disebut kabur ke arah Tol Becakayu.
Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Darwis Yunarta mengatakan kecelakaan terjadi saat korban hendak menyeberang jalan. Korban merupakan penjual atau pedagang buah gerobak yang menyeberang dari arah utara ke selatan.
Menurut keterangan saksi, Pajero Sport melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan cukup tinggi sebelum menabrak korban. Seusai tabrakan, pengemudi tidak menghentikan kendaraan dan langsung pergi dari tempat kejadian perkara.
Darwis menyebut kendaraan yang terlibat adalah Mitsubishi Pajero dengan nomor registrasi B-1756-PJL. Namun, identitas pengemudi sampai kini masih belum diketahui.
Data kendaraan menunjukkan mobil tersebut merupakan Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar 4×2 tahun 2017 berwarna hitam. Informasi itu tercantum dalam data kendaraan dan pajak kendaraan bermotor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Yang menarik perhatian, pelat nomor B-1756-PJL itu tertera dalam status diblokir polisi. Status blokir ini menjadi salah satu fakta penting dalam penelusuran kasus tabrak lari tersebut.
Kronologi yang Terekam dan Keterangan Polisi
Video yang beredar memperlihatkan momen saat pedagang membawa gerobak menyeberang jalan. Mobil yang melaju kemudian menghantam korban dengan keras hingga tubuh korban terpental.
Polisi menegaskan kendaraan tidak berhenti setelah tabrakan terjadi. Fakta itu memperkuat dugaan tabrak lari yang kini sedang didalami aparat.
Darwis menjelaskan kecelakaan terjadi saat mobil mendekati area dekat Halte Agraria di wilayah Duren Sawit. Lokasi itu menjadi titik penting dalam penyelidikan untuk menelusuri jejak kendaraan dan pengemudinya.
Narasi yang beredar di unggahan video juga menyebut kendaraan bergerak meninggalkan lokasi menuju Tol Becakayu. Informasi tersebut menjadi petunjuk awal mengenai arah pelarian pengemudi setelah insiden.
Apa Arti Pelat Nomor Diblokir
Status blokir pada pelat nomor kendaraan bukan tanpa alasan. Akun Instagram Samsat Digital menyebut ada lima penyebab kendaraan bisa diblokir.
Alasan pertama adalah permintaan pemilik kendaraan karena kendaraan dijualbelikan. Pemblokiran ini biasanya dilakukan agar ada pengamanan administratif sebelum proses kepemilikan berpindah.
Alasan kedua adalah pencegahan pindah tangan kepemilikan jika kendaraan dibawa lari atau dicuri. Dalam kondisi seperti ini, pemblokiran menjadi bentuk perlindungan terhadap pemilik sah.
Alasan ketiga berkaitan dengan perlindungan bagi kreditur. Pemblokiran bisa dilakukan bila pemilik kendaraan tidak dapat melunasi pinjaman atau kredit.
Alasan keempat adalah kendaraan terlibat pelanggaran lalu lintas. Sementara alasan kelima adalah kendaraan diduga terlibat kecelakaan lalu lintas dan melarikan diri.
Dalam kasus Pajero Sport di Duren Sawit, status blokir itu muncul bersamaan dengan penyelidikan atas dugaan tabrak lari. Namun, polisi masih memburu sosok yang mengemudikan kendaraan saat kejadian berlangsung.
Penyelidikan Masih Berjalan
Hingga kini, identitas pengemudi belum diumumkan. Polisi masih menelusuri pihak yang berada di balik kemudi ketika tabrakan terjadi.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya tanggung jawab pengemudi setelah kecelakaan lalu lintas. Aparat juga menaruh perhatian pada jejak administratif kendaraan, termasuk status nomor registrasi yang sudah diblokir.
Di tengah viralnya video kejadian, fokus penyelidikan saat ini tertuju pada pengemudi yang pergi meninggalkan korban. Polisi masih memburu pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban atas insiden yang menimpa pedagang buah tersebut.
