Hong Kong Ikut Menutup Pintu Ke Handle EV Tersembunyi, Risiko Darurat Jadi Sorotan

Author: Qoo Media

Hong Kong sedang bergerak untuk menutup ruang bagi salah satu ciri desain paling menonjol di era EV: handle pintu elektronik yang rata dengan bodi. Langkah ini muncul setelah China lebih dulu melarang sistem serupa pada kendaraan baru, dan keputusan itu berpotensi mengubah arah desain mobil listrik di pasar yang lebih luas.

Bagi banyak pabrikan, handle tersembunyi selama ini jadi simbol mobil listrik modern. Namun, di balik tampilannya yang bersih, regulator kini melihat ada persoalan keselamatan yang tidak bisa diabaikan, terutama saat kendaraan kehilangan daya atau mengalami tabrakan.

Dorongan dari aturan keamanan baru

Menurut South China Morning Post, Sekretaris Transportasi dan Logistik Hong Kong Mable Chan mengatakan pemerintah sedang meninjau standar GB 48001-2026 yang baru dipublikasikan di daratan China. Standar itu berfokus pada keselamatan handle pintu kendaraan dan menyoroti masalah saat handle gagal berfungsi setelah kecelakaan.

Chan juga menyebut Departemen Transportasi sudah berkonsultasi dengan industri soal penerapan standar lokal yang mirip. Tahun lalu, importir sudah diingatkan bahwa semua kendaraan harus memiliki pelepas pintu manual, meski aturan itu sejauh ini hanya berlaku untuk EV.

Aturan yang sedang disiapkan di Hong Kong akan menuntut handle mekanis di bagian dalam dan luar pada kendaraan masa depan. Artinya, mobil listrik tak lagi bisa hanya mengandalkan sistem elektronik untuk akses keluar-masuk kabin.

Kenapa handle tersembunyi jadi sorotan

Alasan utamanya sederhana: sistem elektronik bisa gagal pada momen yang paling kritis. Setelah kecelakaan, saat terjadi kebakaran, atau ketika suplai daya hilang, pintu elektronik dapat sulit dibuka dan berisiko menjebak penumpang di dalam kabin.

Dalam beberapa model, pelepas darurat mekanis justru tersembunyi, sulit dijangkau, atau bekerja dengan cara yang tidak langsung dipahami penumpang saat panik. Kondisi itu membuat fitur yang seharusnya jadi cadangan malah tidak selalu membantu ketika dibutuhkan.

Masalah lain muncul dari tren penggunaan tombol buka pintu elektronik di interior. Beberapa EV modern tidak hanya memakai handle luar elektronik, tetapi juga tombol elektronik di dalam, dengan pelepas cadangan yang disembunyikan di lokasi yang kurang intuitif.

Hambatan saat keadaan darurat

Ringo Lee Yiu-pui dari Hong Kong, China Automobile Association mengatakan petugas pertolongan pertama masih sering tidak memiliki cara mekanis dari luar untuk membuka kendaraan saat darurat. Ia juga menilai tenaga penjualan kerap gagal menjelaskan cara kerja pelepas darurat kepada pembeli.

Kekhawatiran itu menjadi lebih besar karena konsumen bisa saja mengira semua pintu punya mekanisme yang mudah dikenali. Saat situasi darurat terjadi, waktu untuk mencari tuas cadangan bisa sangat terbatas.

Hong Kong mengikuti langkah China yang mewajibkan pelepas mekanis fisik pada semua kendaraan baru mulai 2027. Meski Hong Kong berada di bawah China, wilayah itu memiliki aturan kendaraan dan kerangka hukum sendiri di bawah skema “one country, two systems”, sehingga kebijakan daratan tidak otomatis berlaku di sana.

Dampak yang bisa meluas ke pasar lain

Pengaruh kebijakan ini tidak berhenti di Hong Kong atau China daratan. Produsen mobil biasanya menghindari desain yang terlalu spesifik untuk satu pasar jika bisa, sehingga aturan baru berpeluang memengaruhi mobil yang dijual di Eropa, Amerika Utara, dan wilayah lain.

Tekanan terhadap handle tersembunyi juga menempatkan para pabrikan pada pilihan sulit antara desain aerodinamis dan tuntutan keselamatan yang lebih jelas. Untuk saat ini, arah kebijakannya semakin tegas: akses pintu pada EV harus mudah ditemukan, bisa dioperasikan tanpa listrik, dan tetap bekerja dalam kondisi darurat.

Source: www.carscoops.com
Terbaru